Jakarta – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK), salah satu operator terminal petikemas terkemuka di Indonesia, mengumumkan pencapaian gemilang di awal tahun 2026. Perusahaan mencatatkan realisasi arus petikemas yang mencapai 299.891 TEUs (Twenty-foot Equivalent Units) hingga akhir Januari 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana IPC TPK mencatat 280.743 TEUs. Dengan demikian, terjadi pertumbuhan sekitar 6,82 persen secara tahunan (Year-on-Year/YoY).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Pencapaian ini menjadi indikator positif bagi industri logistik dan perdagangan di Indonesia. Kinerja yang solid di awal tahun ini mencerminkan ketahanan dan kemampuan IPC TPK dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di tengah dinamika perdagangan global dan domestik yang terus berkembang.
Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan optimisme yang tinggi dari para pelaku usaha terhadap prospek perdagangan di Indonesia. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari efektivitas strategi operasional yang diterapkan oleh IPC TPK dalam merespons dinamika pasar.
"Pertumbuhan arus petikemas yang kami catatkan di awal tahun 2026 ini adalah bukti nyata dari kepercayaan para pelaku usaha terhadap layanan dan fasilitas yang kami sediakan. Kami terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional guna mendukung kelancaran rantai pasok dan pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Pramestie Wulandary dalam keterangan resminya, Sabtu (14/2026).
Lebih lanjut, Pramestie menambahkan bahwa capaian ini juga sejalan dengan arah transformasi Pelindo (Pelabuhan Indonesia) dalam menciptakan layanan kepelabuhanan yang terintegrasi, andal, dan berdaya saing global. IPC TPK sebagai bagian dari ekosistem Pelindo, berkomitmen untuk mendukung visi tersebut melalui peningkatan kinerja dan inovasi berkelanjutan.
Faktor Pendorong Pertumbuhan
Peningkatan kinerja IPC TPK tidak terlepas dari kontribusi positif dari berbagai area operasi perusahaan. Beberapa area bahkan mencatatkan pertumbuhan yang sangat signifikan, menjadi motor penggerak utama bagi kinerja keseluruhan.
Area Panjang, misalnya, berhasil mencatatkan peningkatan kinerja tertinggi, yakni sebesar 16 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa Area Panjang memiliki daya saing yang kuat dan mampu menarik lebih banyak volume petikemas.
Selain Area Panjang, Area Tanjung Priok 1 juga mencatatkan pertumbuhan yang solid, yaitu sebesar 10,2 persen. Sementara itu, Area Tanjung Priok 2 juga tidak kalah penting, dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 8 persen.
Pertumbuhan yang merata di berbagai area operasi ini menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan oleh IPC TPK efektif dalam meningkatkan produktivitas dan menarik lebih banyak pelanggan. Hal ini juga menunjukkan bahwa permintaan terhadap layanan petikemas di berbagai wilayah di Indonesia terus meningkat.
Fokus pada Produktivitas dan Optimalisasi Fasilitas
Menyadari potensi pertumbuhan yang besar di masa depan, IPC TPK terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas dan mengoptimalkan fasilitas terminal. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa perusahaan siap menghadapi potensi peningkatan arus perdagangan dan dapat memberikan layanan yang terbaik bagi para pelanggan.
Berbagai upaya peningkatan produktivitas dan optimalisasi fasilitas terminal telah dilakukan oleh IPC TPK, termasuk:
- Investasi dalam peralatan modern: IPC TPK terus berinvestasi dalam peralatan modern dan berteknologi tinggi untuk meningkatkan efisiensi bongkar muat petikemas. Peralatan modern ini tidak hanya meningkatkan kecepatan operasional, tetapi juga mengurangi risiko kerusakan barang dan kecelakaan kerja.
- Peningkatan sistem informasi: IPC TPK juga terus meningkatkan sistem informasi untuk mempermudah proses perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan operasional. Sistem informasi yang terintegrasi memungkinkan perusahaan untuk mengelola data secara lebih efektif dan membuat keputusan yang lebih tepat.
- Pengembangan sumber daya manusia: IPC TPK menyadari bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang paling berharga. Oleh karena itu, perusahaan terus berinvestasi dalam pengembangan kompetensi karyawan melalui berbagai pelatihan dan program pengembangan.
- Optimalisasi tata ruang terminal: IPC TPK terus berupaya untuk mengoptimalkan tata ruang terminal agar dapat menampung lebih banyak petikemas dan memperlancar arus lalu lintas. Optimalisasi tata ruang terminal ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti volume petikemas, jenis barang, dan kebutuhan pelanggan.
Komitmen untuk Menjaga Momentum Pertumbuhan
IPC TPK berkomitmen untuk terus menjaga momentum pertumbuhan yang telah dicapai di awal tahun 2026. Perusahaan akan terus fokus pada peningkatan layanan, penguatan kolaborasi dengan stakeholder, dan dukungan terhadap integrasi layanan kepelabuhanan nasional.
"Kami akan terus berupaya untuk menjaga momentum pertumbuhan ini dengan fokus pada tiga hal utama, yaitu: memastikan layanan terminal siap memfasilitasi kenaikan volume perdagangan, memperkuat kolaborasi dengan stakeholder, serta mendukung integrasi layanan kepelabuhanan nasional demi menjaga efisiensi rantai pasok," tegas Pramestie Wulandary.
IPC TPK menyadari bahwa kolaborasi dengan stakeholder merupakan kunci untuk mencapai kesuksesan. Oleh karena itu, perusahaan akan terus menjalin komunikasi yang baik dengan para pelanggan, mitra bisnis, pemerintah, dan masyarakat sekitar.
Selain itu, IPC TPK juga berkomitmen untuk mendukung integrasi layanan kepelabuhanan nasional. Integrasi ini bertujuan untuk menciptakan sistem logistik yang lebih efisien dan terpadu, sehingga dapat meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.
Dengan komitmen yang kuat dan strategi yang tepat, IPC TPK optimis dapat terus mencatatkan pertumbuhan yang positif di masa depan dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian Indonesia. Pencapaian di awal tahun 2026 ini menjadi modal penting bagi IPC TPK untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di tengah persaingan yang semakin ketat di industri logistik global.



