Jakarta, [Tanggal Hari Ini] – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) menunjukkan keseriusannya dalam memperluas jangkauan pasar internasional dengan secara aktif menawarkan beras premium andalannya kepada para importir terkemuka di Arab Saudi. Langkah strategis ini dilakukan melalui forum "Bridging Supply and Service: Business Matching for Indonesian F&B Distributors and Hajj Catering Providers," sebuah inisiatif yang diinisiasi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membuka akses yang lebih luas bagi produk pangan berkualitas tinggi asal Indonesia ke pasar Timur Tengah, khususnya dalam memenuhi kebutuhan konsumsi para jemaah haji dan umrah yang terus meningkat setiap tahunnya.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Inisiatif KJRI Jeddah ini menjadi momentum penting bagi Bulog untuk memperkenalkan kualitas beras unggulannya secara langsung kepada para pelaku bisnis di Arab Saudi. Forum "Business Matching" ini dirancang untuk memfasilitasi pertemuan antara produsen dan distributor makanan dan minuman Indonesia dengan para importir dan penyedia jasa katering haji dan umrah di Arab Saudi. Dengan demikian, diharapkan terjalin hubungan bisnis yang saling menguntungkan dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, secara aktif terlibat dalam mempromosikan keunggulan beras Indonesia. Beliau mengundang para importir untuk melakukan uji cita rasa langsung terhadap nasi yang dimasak menggunakan beras Bulog. Para peserta diberikan kesempatan untuk merasakan sendiri tekstur, aroma, dan rasa dari beras Indonesia, serta membandingkannya dengan produk serupa dari negara lain. Langkah ini bertujuan untuk memberikan bukti nyata mengenai kualitas superior beras Bulog dan meyakinkan para importir akan potensi besar produk ini di pasar Arab Saudi.
Respon yang diterima dari para importir Arab Saudi sangat positif. Mereka mengakui bahwa beras Indonesia memiliki tekstur yang pulen, aroma yang harum, serta cita rasa yang khas dan sesuai dengan preferensi konsumen di Arab Saudi. Pengakuan ini menjadi indikasi kuat bahwa beras Bulog memiliki daya saing yang tinggi dan berpotensi besar untuk diterima dengan baik di pasar Arab Saudi. Antusiasme para importir ini menjadi sinyal positif bagi peluang ekspor beras Bulog, khususnya dalam memenuhi kebutuhan konsumsi para jemaah haji dan umrah pada musim mendatang.
Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa beras yang ditawarkan kepada pasar Arab Saudi adalah beras super premium yang berasal dari gabah segar hasil panen petani Indonesia. Proses pengolahan beras ini dilakukan dengan menggunakan Rice Milling Unit (RMU) modern yang memenuhi standar mutu tinggi. Hal ini memastikan bahwa beras yang dihasilkan memiliki kualitas yang konsisten dan memenuhi standar internasional.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa beras Bulog diproses dengan sangat hati-hati untuk menjaga kadar air tetap stabil, tingkat pecahan rendah, serta telah melalui serangkaian uji laboratorium yang ketat. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan memenuhi standar ekspor internasional dan aman untuk dikonsumsi.
"Alhamdulillah, hari ini kami berada di KJRI Jeddah dalam rangka sosialisasi sekaligus menawarkan Beras Bulog untuk kebutuhan Haji 2026. Setelah pemaparan dan uji cita rasa bersama para importir, respons yang kami terima sangat baik dan cukup menarik minat mereka," ujar Ahmad Rizal Ramdhani dalam keterangan tertulisnya. Beliau juga menambahkan bahwa kualitas beras Indonesia menjadi keunggulan utama dalam menghadapi persaingan global. Selain rasa, konsistensi pasokan dan standar produksi juga menjadi faktor penting yang diminati oleh mitra luar negeri. Oleh karena itu, Bulog terus berupaya untuk menjaga kualitas produk agar mampu bersaing di pasar internasional.
Partisipasi aktif Bulog dalam forum "Business Matching" ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait ekspor beras. Pemerintah Indonesia sendiri tengah berupaya untuk meningkatkan ekspor produk pertanian, termasuk beras, untuk meningkatkan devisa negara dan mendukung kesejahteraan petani. Kondisi stok beras nasional yang saat ini dinilai kuat dan stabil menjadi modal penting bagi Bulog untuk meningkatkan ekspor beras.
Bulog menargetkan penguatan kemitraan strategis dengan para importir Arab Saudi. Kerja sama tersebut diharapkan mampu menjamin pasokan beras berkualitas tinggi secara berkelanjutan dan kompetitif. Dengan langkah ini, Bulog tidak hanya berupaya memperluas pasar ekspor, tetapi juga memperkuat peran Indonesia sebagai salah satu pemasok pangan terpercaya di kawasan Timur Tengah.
Ahmad Rizal Ramdhani menambahkan, Bulog optimistis bahwa para importir di Makkah, Madinah, dan Jeddah dapat menyerap beras Bulog dalam jumlah yang signifikan. Hal ini didukung oleh kualitas beras yang baik, harga yang kompetitif, serta jaringan distribusi yang luas.
"Ini merupakan kebanggaan dan kehormatan bagi kami apabila Beras BULOG dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji. Harapan kami, langkah ini menjadi berkah bagi bangsa Indonesia sekaligus memperkuat posisi produk pangan nasional di pasar internasional," tambahnya.
Ke depan, Bulog akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas jangkauan pasar. Perusahaan juga akan terus menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun di luar negeri, untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan komitmen yang kuat dan dukungan dari berbagai pihak, Bulog yakin dapat menjadi salah satu pemain utama dalam pasar beras internasional. Langkah ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan petani. Pemerintah juga terus memberikan dukungan penuh kepada Bulog dalam upaya meningkatkan ekspor beras. Dukungan ini meliputi berbagai aspek, mulai dari penyediaan bibit unggul, pelatihan petani, hingga fasilitas pembiayaan. Dengan dukungan pemerintah, Bulog semakin optimis dapat mencapai target ekspor yang telah ditetapkan.
Ekspansi pasar ke Arab Saudi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Bulog untuk memperkuat posisinya di pasar global. Bulog menyadari bahwa pasar Arab Saudi memiliki potensi yang sangat besar, terutama dengan adanya jutaan jemaah haji dan umrah setiap tahunnya. Oleh karena itu, Bulog bertekad untuk memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin.
Dengan langkah-langkah strategis yang telah diambil, Bulog optimis dapat mencapai target ekspor beras yang telah ditetapkan. Keberhasilan Bulog dalam meningkatkan ekspor beras akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan petani. Selain itu, hal ini juga akan memperkuat citra Indonesia sebagai negara produsen beras yang berkualitas.





