Menjelang perayaan Imlek 2026, pergerakan masyarakat terpantau semakin intens. PT Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMT) mencatat adanya peningkatan signifikan volume lalu lintas, terutama dari arah Jakarta menuju kawasan-kawasan wisata populer seperti Puncak di Bogor dan Bandung. Data ini diperoleh dari pantauan di berbagai gerbang tol (GT) utama, memberikan gambaran awal mengenai pola perjalanan masyarakat selama periode libur panjang ini.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Fokus utama pengamatan JMT adalah pada Gerbang Tol Ciawi 1, yang merupakan akses utama menuju kawasan Puncak. Pada H-2 Imlek 2026, yaitu Minggu, 15 Februari 2026, GT Ciawi 1 mencatat lonjakan volume lalu lintas yang cukup signifikan. Total transaksi yang tercatat mencapai 40.485 kendaraan. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 23,19 persen dibandingkan dengan volume lalu lintas normal yang biasanya berkisar 32.865 kendaraan. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa Puncak masih menjadi destinasi favorit bagi warga Jakarta dan sekitarnya untuk menghabiskan waktu libur Imlek.

Selain Puncak, JMT juga memantau pergerakan lalu lintas menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta melalui GT Cengkareng. Pada periode yang sama, tercatat sebanyak 64.735 kendaraan melintas di GT Cengkareng. Meskipun angka ini tergolong tinggi, namun menunjukkan penurunan sebesar 6,07 persen dibandingkan dengan volume lalu lintas normal yang biasanya mencapai 68.916 kendaraan. Penurunan ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor, seperti perubahan jadwal penerbangan atau preferensi masyarakat untuk menggunakan moda transportasi lain.

Perhatian juga tertuju pada wilayah Jawa Barat, khususnya pergerakan lalu lintas menuju Rancaekek dan Bandung. Melalui pantauan di GT Cileunyi dan GT Pasteur, JMT mencatat adanya peningkatan volume lalu lintas yang cukup signifikan. Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 75.546 kendaraan melintas menuju Rancaekek dan Bandung, meningkat sebesar 14,37 persen dibandingkan dengan volume lalu lintas transaksi normal yang sebesar 66.052 kendaraan. Data ini menunjukkan bahwa Bandung dan sekitarnya juga menjadi tujuan populer bagi masyarakat selama libur Imlek.

Sementara itu, volume lalu lintas yang meninggalkan Bandung dan Rancaekek menuju Jakarta melalui gerbang tol yang sama, tercatat sebanyak 69.025 kendaraan melintas. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 1,45 persen dibandingkan dengan volume lalu lintas transaksi normal yang sebesar 68.039 kendaraan. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa banyak masyarakat yang memanfaatkan libur Imlek untuk mengunjungi Bandung dan kemudian kembali ke Jakarta.

Untuk memudahkan akses menuju Bandung, lalu lintas terdistribusi melalui dua pintu tol utama di Jalan Tol Padaleunyi, yaitu GT Cileunyi dan GT Pasteur. Berikut adalah rincian volume lalu lintas di masing-masing gerbang tol:

1. Gerbang Tol Cileunyi

GT Cileunyi merupakan akses utama bagi kendaraan yang menuju Rancaekek, Garut, dan sekitarnya dari arah Bandung atau Jakarta. Selama periode H-2 Imlek 2026, tercatat sebanyak 39.232 kendaraan melintas di GT Cileunyi menuju arah timur. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 19,74 persen dibandingkan dengan lalu lintas normal yang sebanyak 32.764 kendaraan. Peningkatan ini mengkonfirmasi bahwa Rancaekek dan Garut menjadi destinasi yang menarik bagi wisatawan selama libur Imlek.

Sebaliknya, volume lalu lintas dari arah Rancaekek, Garut, dan sekitarnya menuju Jakarta melalui GT Cileunyi tercatat sebanyak 34.960 kendaraan. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 5,49 persen dibandingkan dengan lalu lintas normal yang sebanyak 33.140 kendaraan. Peningkatan ini mengindikasikan adanya pergerakan masyarakat dari wilayah timur Jawa Barat menuju Jakarta.

2. Gerbang Tol Pasteur

GT Pasteur menjadi salah satu pintu masuk utama menuju kota Bandung dari arah Jakarta. Data volume lalu lintas di GT Pasteur juga menunjukkan adanya peningkatan, meskipun tidak sedrastis di GT Cileunyi. Hal ini menunjukkan bahwa kedua gerbang tol ini memainkan peran penting dalam melayani arus lalu lintas menuju dan dari Bandung.

Data yang dikumpulkan oleh JMT ini memberikan gambaran yang jelas mengenai pola pergerakan masyarakat selama periode libur Imlek. Informasi ini sangat penting bagi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pengelola jalan tol, dan penyedia layanan transportasi, untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna mengantisipasi dan mengelola lonjakan lalu lintas.

Antisipasi ini dapat berupa penambahan personel di gerbang tol, penyediaan fasilitas istirahat yang memadai, pengaturan lalu lintas yang lebih efektif, dan penyebaran informasi lalu lintas secara real-time kepada masyarakat. Dengan persiapan yang matang, diharapkan masyarakat dapat menikmati libur Imlek dengan nyaman dan aman, tanpa terhambat oleh kemacetan lalu lintas yang berlebihan.

Selain itu, data ini juga dapat menjadi acuan bagi pelaku bisnis di sektor pariwisata dan perhotelan untuk mempersiapkan diri dalam menyambut kedatangan wisatawan. Dengan mengetahui perkiraan jumlah wisatawan yang akan datang, mereka dapat mengatur kapasitas, menyediakan layanan yang sesuai, dan menawarkan promosi yang menarik.

Dengan demikian, pemantauan dan analisis data lalu lintas yang dilakukan oleh JMT tidak hanya bermanfaat bagi pengelola jalan tol, tetapi juga bagi berbagai pihak terkait lainnya. Informasi ini menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan dan perencanaan strategis untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan perjalanan masyarakat selama periode libur Imlek.

Sebagai kesimpulan, lonjakan volume lalu lintas menuju Puncak dan Bandung pada H-2 Imlek 2026 menunjukkan antusiasme masyarakat untuk memanfaatkan momen libur panjang. Dengan persiapan dan koordinasi yang baik, diharapkan semua pihak dapat berkontribusi dalam menciptakan pengalaman liburan yang menyenangkan dan berkesan bagi semua orang.

Bagikan: