Batam, Kepulauan Riau – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), turut serta dalam kemeriahan perayaan Tahun Baru Imlek di Batam, Kepulauan Riau. Kehadirannya tidak hanya sebagai pejabat negara, tetapi juga sebagai bagian dari kebersamaan dan toleransi yang menjadi ciri khas Indonesia. Bersama dengan Menteri Transmigrasi (Mentrans), Muhammad Iftitah Sulaiman, AHY larut dalam tradisi khas Imlek, Lo Hei, yang sarat akan makna kebersamaan, kemakmuran, dan harapan baik di tahun yang baru.

Kunjungan AHY ke Batam pada Senin malam, 16 Februari 2026, menjadi momen istimewa bagi komunitas Tionghoa setempat. Bertempat di Swiss-belhotel Harbour Bay, AHY menyampaikan sambutannya yang penuh semangat dan harapan untuk Indonesia yang lebih baik. "Kami tentunya terus bersuka cita karena ini merupakan sebuah ekspresi yang begitu hangat dan Imlek sekarang begitu dirayakan di mana-mana, di seluruh Indonesia, karena kita satu kesatuan," ujar AHY, menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa dalam keberagaman budaya.

Lebih dari sekadar menghadiri acara seremonial, AHY menunjukkan ketertarikannya untuk memahami dan menghargai tradisi Imlek dengan ikut serta dalam prosesi Lo Hei. Tradisi ini, yang populer di Indonesia, Malaysia, dan Singapura, merupakan simbol dari harapan akan kejayaan dan kemakmuran di tahun yang baru. Lo Hei sendiri adalah prosesi mencampurkan berbagai bahan makanan yang memiliki makna simbolis, menjadi satu hidangan yang kemudian disantap bersama-sama.

Lo Hei: Lebih dari Sekadar Hidangan, Simbol Kebersamaan dan Harapan

Inti dari tradisi Lo Hei adalah hidangan Yusheng, sebuah salad yang terdiri dari berbagai macam bahan, termasuk irisan sayuran berwarna-warni, acar, kerupuk, dan yang paling khas, daging ikan salmon mentah. Setiap bahan memiliki makna tersendiri, melambangkan keberuntungan, kesehatan, kemakmuran, dan berbagai harapan baik lainnya. Prosesi Lo Hei dimulai dengan penataan Yusheng di atas meja, diikuti dengan penambahan saus dan bumbu yang disertai dengan ucapan-ucapan harapan dan doa.

Puncak dari tradisi Lo Hei adalah saat semua orang yang hadir, termasuk AHY dan Mentrans Iftitah, bersama-sama mengaduk Yusheng dengan menggunakan sumpit. Semakin tinggi adukan, semakin besar pula harapan akan keberuntungan dan kemakmuran di tahun yang baru. Sambil mengaduk, mereka juga meneriakkan "Lo Hei!" berulang kali, sebuah ungkapan kegembiraan dan harapan yang menggema di seluruh ruangan.

AHY dan Mentrans Iftitah, bersama dengan para pejabat dan tokoh masyarakat lainnya, membentuk lingkaran di sekitar meja yang penuh dengan Yusheng. Mereka dengan antusias mengaduk hidangan tersebut, mengikuti arahan dari pemandu acara. Tawa dan senyum menghiasi wajah mereka, mencerminkan semangat kebersamaan dan kegembiraan yang menyelimuti acara tersebut. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa Imlek bukan hanya perayaan bagi komunitas Tionghoa, tetapi juga perayaan bagi seluruh bangsa Indonesia.

Menikmati Hidangan Imlek dan Berbagi Kebahagiaan

Setelah prosesi Lo Hei selesai, AHY dan para tamu undangan menikmati santap malam bersama. Rangkaian lima hidangan disajikan, mulai dari hidangan pembuka yang menggugah selera, hingga hidangan penutup yang manis. Sebagai hidangan utama, AHY diketahui menyantap daging ayam bersama dengan masyarakat komunitas Tionghoa di Batam. Kehadirannya di tengah-tengah masyarakat dan kesediaannya untuk berbagi hidangan yang sama menunjukkan kedekatan dan rasa hormatnya kepada tradisi dan budaya setempat.

Kehadiran AHY dan Mentrans Iftitah dalam perayaan Imlek di Batam bukan hanya sekadar kunjungan protokoler. Lebih dari itu, kehadiran mereka adalah simbol dari komitmen pemerintah untuk menjaga dan merawat keberagaman budaya Indonesia. Melalui partisipasi dalam tradisi Lo Hei dan santap malam bersama, mereka menunjukkan bahwa Imlek adalah bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang patut dirayakan dan dilestarikan.

Implikasi Kunjungan AHY Terhadap Pembangunan dan Keberagaman di Batam

Kunjungan AHY ke Batam juga memiliki implikasi penting bagi pembangunan dan keberagaman di wilayah tersebut. Sebagai Menko IPK, AHY memiliki peran strategis dalam mengkoordinasikan pembangunan infrastruktur dan pengembangan wilayah di seluruh Indonesia, termasuk Batam. Kehadirannya di Batam memberikan kesempatan untuk meninjau langsung perkembangan pembangunan di wilayah tersebut dan berinteraksi dengan para pemangku kepentingan terkait.

Selain itu, kunjungan AHY juga dapat memperkuat hubungan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Dengan menunjukkan perhatian dan kepedulian terhadap perayaan Imlek, AHY mengirimkan pesan yang jelas bahwa pemerintah menghargai keberagaman budaya dan berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang inklusif bagi semua warga negara.

Diharapkan, kunjungan AHY ke Batam dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan dan keberagaman di wilayah tersebut. Dengan dukungan dari pemerintah pusat dan partisipasi aktif dari masyarakat, Batam dapat terus berkembang menjadi kota yang modern, maju, dan sejahtera, serta menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga dan merawat keberagaman budaya.

Secara keseluruhan, kehadiran AHY dan Mentrans Iftitah dalam perayaan Imlek di Batam merupakan momen yang bermakna dan berkesan. Partisipasi mereka dalam tradisi Lo Hei dan santap malam bersama menunjukkan komitmen pemerintah untuk menghargai keberagaman budaya Indonesia dan mempererat tali persaudaraan antar sesama warga negara. Kunjungan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan dan keberagaman di Batam, serta menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menjaga dan merawat kekayaan budaya bangsa. Imlek di Batam, dengan kehadiran para pejabat tinggi negara, menjadi simbol harapan akan tahun baru yang penuh dengan keberuntungan, kemakmuran, dan kebersamaan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Bagikan:

Cahyono

Fokus pada topik sosial, ekonomi, dan layanan masyarakat dengan gaya penulisan yang to the point.