Sejak diluncurkan pada 1 Desember 2025, Kereta Petani dan Pedagang di lintas Commuter Line Merak telah menjadi urat nadi bagi perekonomian masyarakat lokal. Lebih dari sekadar sarana transportasi, kereta ini telah menjelma menjadi pilar penting yang mendukung mobilitas, distribusi hasil bumi, dan pertumbuhan usaha kecil di wilayah tersebut. Data terbaru menunjukkan bahwa Kereta Petani dan Pedagang telah melayani 11.428 penumpang, sebuah angka yang mencerminkan betapa vitalnya peran kereta ini dalam kehidupan sehari-hari para petani dan pedagang.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Anne Purba, VP Corporate Communication KAI, menyoroti bahwa Stasiun Cikeusal menjadi titik sentral dalam operasional kereta ini. Dengan 3.730 penumpang naik dan 3.511 penumpang turun, Cikeusal jelas merupakan pusat distribusi utama bagi komoditas lokal. “Angka ini menunjukkan betapa pentingnya Cikeusal sebagai titik distribusi utama komoditas lokal, terutama hasil pertanian, olahan makanan, serta produk kerajinan yang dipasarkan menuju Serang, Cilegon, dan Merak,” jelas Anne. Keberadaan Kereta Petani dan Pedagang memfasilitasi pergerakan barang dari produsen langsung ke pasar, memangkas biaya transportasi, dan memastikan kesegaran produk.

Inisiatif Kereta Petani dan Pedagang merupakan wujud nyata dari komitmen KAI dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian untuk mendukung sektor pertanian dan UMKM. Dengan tarif yang sangat terjangkau, yaitu Rp 3.000, yang disubsidi melalui public service obligation (PSO), kereta ini menjadi solusi transportasi yang ekonomis bagi para petani dan pedagang kecil. "Tarif perjalanan ditetapkan sebesar Rp3.000, setara dengan tarif KRL umum, sehingga tetap terjangkau bagi petani dan pedagang kecil yang bergantung pada transportasi rel untuk mendistribusikan hasil usaha mereka," tambah Anne. Subsidi ini sangat membantu mengurangi beban biaya operasional, memungkinkan mereka untuk meningkatkan margin keuntungan dan mengembangkan usaha.

Keberhasilan Kereta Petani dan Pedagang tidak lepas dari inovasi dan modifikasi yang dilakukan di Balai Yasa Surabaya Gubeng. Para ahli di balai yasa ini telah bekerja keras untuk menciptakan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan spesifik para pengguna. Modifikasi meliputi penataan ulang interior untuk memaksimalkan ruang, pengaturan ruang bagasi yang terpisah dan tertib untuk memastikan keamanan barang bawaan, penguatan aspek keselamatan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi penumpang, serta penyesuaian akses naik turun di sejumlah stasiun untuk memudahkan proses bongkar muat.

"Modifikasi yang dilakukan Balai Yasa Surabaya Gubeng menunjukkan kesiapan fasilitas perawatan sarana dalam menghadirkan layanan yang sesuai kebutuhan masyarakat," ungkap Anne. Keterlibatan tenaga teknis internal dalam proses modifikasi ini juga mencerminkan kompetensi dan dedikasi KAI dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Kereta ini dirancang dengan 73 tempat duduk yang nyaman dan area bagasi khusus yang luas, memastikan bahwa para penumpang dapat melakukan perjalanan dengan nyaman dan aman.

Kereta Petani dan Pedagang beroperasi dalam 14 perjalanan setiap hari, terdiri dari 7 perjalanan Merak–Rangkasbitung dan 7 perjalanan Rangkasbitung–Merak, melayani 11 stasiun. Jadwal yang padat ini memastikan bahwa para petani dan pedagang memiliki fleksibilitas dalam mengatur perjalanan mereka, memungkinkan mereka untuk mengangkut hasil bumi dan produk dagangan ke pasar tepat waktu. Untuk menjaga keteraturan dan kenyamanan selama perjalanan, setiap penumpang diperkenankan membawa maksimal dua koli barang berukuran 100 cm x 40 cm x 30 cm. Aturan ini penting untuk memastikan bahwa semua penumpang dapat menikmati perjalanan yang nyaman dan aman.

Pada pekan pertama pengoperasiannya, Kereta Petani dan Pedagang telah menarik perhatian yang signifikan dari masyarakat. KAI Commuter mencatat total penumpang mencapai 844 orang, sebuah angka yang menunjukkan antusiasme dan kebutuhan akan layanan ini. Karina Amanda, VP Corporate Secretary KAI Commuter, mencatat bahwa rata-rata volume pengguna mengalami peningkatan sebesar 26 persen dibandingkan dengan awal pengoperasian. "Selama minggu pertama total pengguna Kereta Petani dan Pedagang sebanyak 844 orang. Hari Sabtu, 6 Desember 2025 kemarin merupakan hari dengan volume tertinggi kereta ini, mencapai 140 orang," jelasnya.

Stasiun Cikeusal tetap menjadi stasiun keberangkatan dengan volume terbanyak, diikuti oleh Stasiun Rangkasbitung dan Stasiun Serang. Hal ini menunjukkan bahwa Kereta Petani dan Pedagang telah berhasil menjangkau komunitas petani dan pedagang di berbagai wilayah, memberikan mereka akses yang lebih mudah dan terjangkau ke pasar.

Keberhasilan Kereta Petani dan Pedagang bukan hanya tentang angka penumpang dan volume barang yang diangkut. Lebih dari itu, kereta ini telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian lokal. Dengan memfasilitasi mobilitas dan distribusi hasil bumi, kereta ini telah membantu meningkatkan pendapatan petani, memperluas jangkauan pasar bagi pedagang kecil, dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor transportasi dan logistik. Selain itu, Kereta Petani dan Pedagang juga berkontribusi pada pengurangan kemacetan di jalan raya dan emisi karbon, menjadikan transportasi lebih berkelanjutan.

Namun, kesuksesan ini juga membawa tantangan. KAI perlu terus melakukan evaluasi dan koordinasi operasional berdasarkan data perjalanan dan respons pelanggan untuk menjaga kualitas layanan. Hal ini meliputi peningkatan frekuensi perjalanan, penambahan kapasitas angkut, perbaikan fasilitas di stasiun, dan peningkatan keamanan selama perjalanan. Selain itu, KAI juga perlu menjalin kerjasama yang lebih erat dengan pemerintah daerah, asosiasi petani dan pedagang, serta komunitas lokal untuk memastikan bahwa Kereta Petani dan Pedagang dapat terus memenuhi kebutuhan masyarakat.

Anne Purba menegaskan komitmen KAI untuk terus meningkatkan layanan Kereta Petani dan Pedagang. “KAI akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi operasional berdasarkan data perjalanan dan respons pelanggan guna menjaga kualitas layanan di lintas Merak,” tuturnya. Dengan komitmen yang kuat, inovasi yang berkelanjutan, dan kerjasama yang solid, Kereta Petani dan Pedagang dapat terus menjadi pilar penting bagi perekonomian lokal, memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Di masa depan, diharapkan Kereta Petani dan Pedagang dapat direplikasi di wilayah lain di Indonesia yang memiliki potensi pertanian dan UMKM yang besar. Dengan dukungan yang tepat, inisiatif ini dapat menjadi model sukses bagi pengembangan transportasi yang berpihak pada masyarakat kecil dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Bagikan: