Arus remitansi dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) merupakan urat nadi perekonomian bagi banyak keluarga di tanah air dan menjadi kontributor signifikan bagi devisa negara. Setiap tahunnya, jutaan PMI berjuang di negeri orang, mengirimkan hasil jerih payah mereka untuk menopang kehidupan keluarga, membiayai pendidikan anak-anak, membangun rumah, dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan. Di tengah derasnya arus remitansi ini, kebutuhan akan sistem pembayaran digital yang aman, terpercaya, terintegrasi, dan mudah diakses menjadi semakin mendesak dan krusial.

Melihat urgensi dan kompleksitas kebutuhan tersebut, PT Finnet Indonesia (Finpay), sebagai salah satu pemain kunci dalam ekosistem pembayaran digital di Indonesia, mengambil langkah strategis untuk memperkuat digitalisasi remitansi melalui kolaborasi erat dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Langkah ini bukan sekadar inisiatif bisnis, melainkan wujud komitmen Finpay untuk berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan PMI dan keluarganya.

Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Rakhmad Tunggal Afifuddin, Finpay, yang merupakan anak usaha dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi pembayaran yang inovatif, tetapi juga memperluas perannya sebagai enabler atau fasilitator transformasi digital di sektor publik, khususnya dalam mendukung program-program pemerintah yang berpihak pada PMI.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Finpay dan KP2MI menjadi tonggak penting dalam strategi besar perusahaan untuk memperkuat infrastruktur pembayaran nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Kemitraan ini diharapkan dapat membuka jalan bagi implementasi solusi digital yang lebih efisien, transparan, dan aman bagi PMI dalam melakukan transaksi remitansi.

Rakhmad Tunggal Afifuddin menekankan bahwa transformasi digital adalah fondasi utama dalam membangun sistem remitansi yang efisien dan aman. Menurutnya, digitalisasi layanan keuangan bagi PMI harus dibangun di atas tiga aspek utama yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan:

  1. Keamanan Sistem: Keamanan data dan transaksi merupakan prioritas utama. Sistem pembayaran digital harus dilengkapi dengan lapisan perlindungan yang kuat untuk mencegah penipuan, pencurian data, dan ancaman siber lainnya. Finpay berkomitmen untuk menerapkan standar keamanan tertinggi dan teknologi enkripsi terkini untuk melindungi setiap transaksi remitansi.
  2. Kemudahan Akses: Sistem pembayaran digital harus mudah diakses oleh PMI, tanpa memandang lokasi, tingkat pendidikan, atau kemampuan teknologi mereka. Finpay berupaya untuk menyediakan berbagai kanal akses yang fleksibel, mulai dari aplikasi seluler, web portal, hingga jaringan agen yang tersebar luas. Selain itu, antarmuka pengguna (UI) harus intuitif dan mudah dipahami, bahkan bagi pengguna yang kurang familiar dengan teknologi.
  3. Integrasi Lintas Lembaga: Sistem pembayaran digital harus terintegrasi dengan berbagai lembaga terkait, seperti bank, lembaga keuangan non-bank, dan instansi pemerintah. Integrasi ini memungkinkan proses verifikasi data, transfer dana, dan pelaporan transaksi berjalan lebih lancar dan efisien. Finpay actively bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membangun ekosistem remitansi yang terintegrasi dan kolaboratif.

"Melalui integrasi sistem pembayaran Finpay ke dalam platform layanan KP2MI, proses pengiriman uang diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, transparan, dan minim risiko," ujar Rakhmad Tunggal Afifuddin. Integrasi ini akan memungkinkan PMI untuk melakukan transaksi remitansi secara real-time, dengan biaya yang lebih rendah dan informasi yang lebih akurat. Selain itu, sistem ini juga akan membantu KP2MI dalam memantau dan mengelola arus remitansi secara lebih efektif, sehingga dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi PMI.

Lebih lanjut, Rakhmad menjelaskan bahwa kolaborasi dengan KP2MI ini merupakan bagian dari visi Finpay untuk menjadi one-stop solution bagi kebutuhan keuangan PMI. Selain layanan remitansi, Finpay juga berencana untuk mengembangkan berbagai layanan keuangan lainnya, seperti pinjaman mikro, asuransi, dan investasi, yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan PMI dan keluarganya.

Inisiatif Finpay ini sejalan dengan program pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan dan memberdayakan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti PMI. Dengan menyediakan akses yang lebih mudah dan terjangkau ke layanan keuangan digital, Finpay berharap dapat membantu PMI untuk meningkatkan kesejahteraan finansial mereka dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ke depan, Finpay berkomitmen untuk terus berinovasi dan mengembangkan solusi digital yang lebih baik untuk mendukung PMI. Perusahaan juga akan terus menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga keuangan, dan organisasi masyarakat sipil, untuk membangun ekosistem remitansi yang lebih inklusif, efisien, dan aman. Dengan sinergi dan kolaborasi yang kuat, Finpay yakin dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi kesejahteraan PMI dan kemajuan bangsa Indonesia.

Transformasi digital remitansi bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang perubahan pola pikir dan budaya. Finpay menyadari bahwa keberhasilan inisiatif ini membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif dari semua pihak, termasuk PMI, keluarga mereka, dan seluruh pemangku kepentingan terkait. Oleh karena itu, Finpay berkomitmen untuk terus melakukan edukasi dan sosialisasi tentang manfaat dan kemudahan layanan keuangan digital kepada masyarakat luas.

Dengan langkah strategis dan komitmen yang kuat, Finpay optimis dapat mewujudkan visi untuk menjadi mitra terpercaya bagi PMI dalam mencapai kesejahteraan finansial dan membangun masa depan yang lebih baik. Sinergi dengan KP2MI menjadi fondasi yang kokoh untuk mempercepat transformasi digital remitansi dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi jutaan PMI dan keluarganya di seluruh Indonesia.

Bagikan:

Cahyono

Fokus pada topik sosial, ekonomi, dan layanan masyarakat dengan gaya penulisan yang to the point.