Jakarta, Liputan6.com – Harga emas dunia mengalami lonjakan signifikan pada Senin, 23 Februari 2026, melanjutkan tren positif yang telah berlangsung selama tiga minggu berturut-turut. Kenaikan harga emas ini didorong oleh meningkatnya ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS), yang telah mengguncang pasar global dan melemahkan nilai dolar AS. Kondisi ini memicu pertanyaan, bagaimana dampaknya terhadap harga emas perhiasan di pasar domestik Indonesia?
Menurut data dari Yahoo Finance, harga emas batangan melonjak hingga 1,4%, mencapai USD 5.180 per ounce. Pada pukul 11.02 waktu Singapura, harga emas terus menguat, naik 1,3% menjadi USD 5.174,75 per ounce. Kenaikan ini tidak hanya terjadi pada emas, tetapi juga pada logam mulia lainnya. Harga perak melonjak 3,4% menjadi USD 87,53, sementara platinum dan paladium juga mengalami kenaikan harga yang signifikan.
Pemicu utama lonjakan harga emas dunia ini adalah pernyataan Presiden AS Donald Trump pada hari Sabtu yang lalu, yang mengindikasikan akan memberlakukan tarif global sebesar 15%. Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap keputusan Mahkamah Agung AS yang menentang penggunaan kekuasaan darurat oleh presiden untuk menetapkan bea masuk. Pernyataan Trump ini langsung memicu kekhawatiran di pasar global dan mendorong investor untuk mencari aset yang aman, salah satunya adalah emas.
Selain itu, melemahnya nilai dolar AS juga menjadi faktor penting yang mendukung kenaikan harga emas. Dolar AS yang lebih lemah membuat logam mulia ini menjadi lebih terjangkau bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Hal ini meningkatkan permintaan terhadap emas dan mendorong harganya naik.
Keputusan pengadilan AS tersebut juga menimbulkan keraguan atas kesepakatan perdagangan yang telah dinegosiasikan oleh AS dengan mitra dagang utamanya. Kepala perdagangan Parlemen Eropa menyatakan bahwa ia akan mengusulkan penundaan ratifikasi perjanjian dengan Washington sampai ada kejelasan lebih lanjut mengenai kebijakan perdagangan AS. Pejabat India juga dilaporkan akan menunda perjalanan ke AS karena ketidakpastian ini.
Kenaikan harga emas baru-baru ini telah membantu logam mulia ini untuk pulih setelah mengalami koreksi yang cukup signifikan, yang menyebabkan harga emas turun dari rekor tertinggi sebelumnya. Kenaikan harga emas ini didukung oleh sejumlah faktor, termasuk meningkatnya ketegangan geopolitik di berbagai belahan dunia, serta kehati-hatian investor terhadap obligasi dan mata uang yang dianggap lebih berisiko.
Vasu Menon, Strategist Overse-Chinese Banking Corp, mengatakan bahwa ada banyak faktor struktural yang mendukung harga emas dalam jangka menengah. Ia menuturkan bahwa emas dianggap sebagai aset yang aman (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik global. Selain itu, meningkatnya permintaan dari bank sentral di berbagai negara juga turut mendukung kenaikan harga emas.
Namun, Menon juga mengingatkan bahwa dalam jangka pendek, harga emas dapat berfluktuasi setelah mengalami kenaikan tajam dalam beberapa bulan terakhir. Perkembangan kebijakan perdagangan Amerika Serikat yang masih berlangsung, serta situasi di Iran, dapat mempengaruhi sentimen pasar dan memicu volatilitas harga emas.
Dampak di Pasar Domestik
Lalu, bagaimana dampak kenaikan harga emas dunia ini terhadap harga emas perhiasan di pasar domestik Indonesia? Secara umum, harga emas perhiasan di Indonesia akan mengikuti pergerakan harga emas dunia. Ketika harga emas dunia naik, maka harga emas perhiasan di Indonesia juga akan cenderung naik, dan sebaliknya.
Namun, ada beberapa faktor lain yang juga dapat mempengaruhi harga emas perhiasan di pasar domestik, antara lain:
- Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS: Jika nilai tukar Rupiah melemah terhadap Dolar AS, maka harga emas perhiasan dalam Rupiah akan cenderung naik, meskipun harga emas dunia dalam Dolar AS tidak berubah.
- Permintaan dan Penawaran: Jika permintaan terhadap emas perhiasan di Indonesia meningkat, maka harga emas perhiasan juga akan cenderung naik. Sebaliknya, jika penawaran emas perhiasan meningkat, maka harga emas perhiasan akan cenderung turun.
- Kebijakan Pemerintah: Kebijakan pemerintah terkait impor dan ekspor emas, serta pajak dan bea masuk, juga dapat mempengaruhi harga emas perhiasan di pasar domestik.
Saat ini, dengan kenaikan harga emas dunia yang signifikan, diperkirakan harga emas perhiasan di Indonesia juga akan mengalami kenaikan. Namun, besaran kenaikan tersebut akan tergantung pada faktor-faktor lain yang disebutkan di atas.
Saran untuk Investor dan Konsumen
Bagi investor emas, kenaikan harga emas ini dapat menjadi peluang untuk mendapatkan keuntungan. Namun, perlu diingat bahwa investasi emas juga memiliki risiko. Harga emas dapat berfluktuasi secara signifikan, dan investor dapat mengalami kerugian jika harga emas turun.
Bagi konsumen yang ingin membeli emas perhiasan, sebaiknya memantau perkembangan harga emas dunia dan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. Jika harga emas dunia dan nilai tukar Rupiah sedang tinggi, sebaiknya menunda pembelian sampai harga emas dan nilai tukar Rupiah stabil.
Selain itu, konsumen juga perlu berhati-hati dalam memilih toko emas yang terpercaya. Pastikan toko emas tersebut menjual emas perhiasan dengan kadar yang sesuai dan harga yang wajar. Sebaiknya membandingkan harga emas perhiasan di beberapa toko emas sebelum memutuskan untuk membeli.
Secara keseluruhan, kenaikan harga emas dunia ini menunjukkan bahwa ketidakpastian ekonomi dan politik global masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi pasar keuangan. Emas tetap menjadi aset yang menarik bagi investor yang mencari perlindungan di tengah ketidakpastian. Namun, investor dan konsumen perlu berhati-hati dan mempertimbangkan berbagai faktor sebelum membuat keputusan investasi atau pembelian emas.





