Desa Jahitan, yang terletak di Seruyan Hilir, Kalimantan Tengah, menyimpan kisah perjuangan dan harapan. Bagi Mujianto, salah seorang warga desa ini, tahun 2024 menjadi saksi bisu dari cobaan berat yang menimpa keluarganya. Angin kencang yang menerjang wilayah tersebut telah merobohkan impiannya akan rumah yang aman dan nyaman. Hunian yang seharusnya menjadi tempat berlindung, justru berubah menjadi sumber kekhawatiran yang tak berkesudahan.
"Atapnya terangkat, dindingnya retak. Setengah rumah ini hancur," kenang Mujianto dengan nada getir. Kata-kata itu menggambarkan betapa dahsyatnya terjangan angin yang memorak-porandakan rumahnya. Di tengah keterbatasan ekonomi, Mujianto dan keluarganya terpaksa bertahan di rumah yang nyaris ambruk itu. Setiap kali hujan deras mengguyur atau angin bertiup kencang, rasa cemas kembali menghantui. Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung, justru menjadi sumber ketidakpastian dan rasa takut akan keselamatan keluarga.
Bagi Mujianto, rumah bukan sekadar bangunan fisik. Rumah adalah tempat di mana keluarga berkumpul, berbagi cerita, dan menciptakan kenangan indah. Rumah adalah tempat di mana anak-anak tumbuh dan berkembang, di mana orang tua memberikan kasih sayang dan perlindungan. Ketika rumahnya hancur, Mujianto merasa kehilangan sebagian dari dirinya. Ia merasa gagal memberikan tempat yang aman dan nyaman bagi keluarganya.
Namun, di tengah kegelapan dan keputusasaan, secercah harapan mulai muncul. Bantuan datang melalui program Pondasi (Program Renovasi dan Sanitasi) yang diinisiasi oleh PT Triputra Agro Persada Tbk, sebuah perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut. Program ini dijalankan oleh salah satu anak perusahaan mereka, PT Gawi Bahandep Sawit Mekar, dan bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan lingkungan sekitar.
Mujianto menjadi salah satu penerima manfaat dari program Pondasi ini. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa syukur dan bahagianya ketika rumahnya mulai direnovasi. Para pekerja dengan cekatan memperbaiki atap yang bocor, dinding yang retak, dan bagian-bagian rumah lainnya yang rusak. Dalam waktu singkat, rumah Mujianto kembali berdiri kokoh dan siap untuk dihuni.
"Sekarang rumah sudah diperbaiki, jadi bisa hidup lebih tenang dan layak lagi," ujar Mujianto dengan senyum mengembang di wajahnya. Ia merasa seperti mendapatkan kesempatan kedua dalam hidup. Rumahnya kini bukan lagi menjadi sumber kekhawatiran, melainkan tempat yang aman, nyaman, dan penuh dengan kehangatan.
Kisah serupa juga dialami oleh Aidiy, warga Desa Jahitan lainnya. Ia juga merasakan dampak positif dari program Pondasi. Sebelumnya, rumah Aidiy mengalami masalah yang sama dengan rumah Mujianto. Atapnya bocor dan dindingnya retak, sehingga air hujan sering masuk ke dalam rumah. Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas belajar anak-anaknya.
"Kalau hujan turun, air masuk ke dalam rumah. Anak-anak jadi tidak nyaman belajar," keluh Aidiy. Ia merasa prihatin melihat anak-anaknya kesulitan belajar di rumah yang tidak nyaman. Namun, setelah rumahnya direnovasi melalui program Pondasi, suasana rumah berubah drastis. Atap yang lebih kokoh dan ruangan yang nyaman membuat aktivitas belajar anak-anaknya kembali berjalan lancar.
"Sekarang anak-anak bisa belajar dengan nyaman tanpa ada kekhawatiran atap bocor atau air masuk ke dalam rumah saat hujan turun," kata Aidiy dengan nada lega. Ia sangat berterima kasih kepada PT Triputra Agro Persada Tbk dan PT Gawi Bahandep Sawit Mekar atas bantuan yang telah diberikan.
Program Pondasi merupakan bagian dari inisiatif TAP untuk Negeri yang digagas oleh PT Triputra Agro Persada Tbk. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan melalui kontribusi nyata dan kolaborasi demi kemajuan masyarakat, lingkungan, dan negeri. Program Pondasi hadir untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat terkait hunian yang aman, layak, dan sehat.
Rumah yang aman dan nyaman menjadi fondasi penting bagi keluarga untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan bermakna. Dengan memiliki rumah yang layak huni, masyarakat dapat fokus pada pengembangan diri, pendidikan, dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Program Pondasi tidak hanya memberikan bantuan fisik berupa perbaikan rumah, tetapi juga memberikan harapan baru bagi masyarakat untuk meraih masa depan yang lebih baik.
PT Triputra Agro Persada Tbk menyadari bahwa keberhasilan perusahaan tidak lepas dari dukungan dan partisipasi masyarakat sekitar. Oleh karena itu, perusahaan berkomitmen untuk terus berkontribusi positif bagi kemajuan masyarakat dan lingkungan melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Program Pondasi adalah salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut.
Melalui program Pondasi, PT Triputra Agro Persada Tbk berharap dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Jahitan dan wilayah operasional perusahaan lainnya. Perusahaan percaya bahwa dengan memberikan bantuan yang tepat sasaran dan memberdayakan masyarakat, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Kisah Mujianto dan Aidiy adalah contoh nyata bagaimana program Pondasi telah mengubah hidup mereka menjadi lebih baik. Program ini tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga memberikan harapan baru, semangat baru, dan keyakinan baru bahwa masa depan yang lebih cerah dapat diraih. Program Pondasi adalah bukti bahwa dengan kepedulian, kolaborasi, dan komitmen yang kuat, kita dapat menciptakan perubahan positif yang signifikan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Semoga program ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.





