Jakarta – PT Hutama Karya (Persero), salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konstruksi terkemuka di Indonesia, baru saja menorehkan tonggak penting dalam upaya percepatan pembangunan infrastruktur nasional. Perusahaan pelat merah ini berhasil mengamankan fasilitas kredit sindikasi perbankan senilai Rp13,645 triliun untuk membiayai pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Betung-Tempino-Jambi. Penandatanganan perjanjian kredit ini menjadi angin segar bagi proyek strategis nasional yang akan menghubungkan wilayah Sumatera Selatan dan Jambi, membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antar wilayah.

Fasilitas pembiayaan jumbo ini diperoleh melalui skema sindikasi yang melibatkan sejumlah bank besar di Indonesia, menunjukkan kepercayaan yang tinggi dari sektor perbankan terhadap prospek dan kelayakan proyek JTTS ruas Betung-Tempino-Jambi. Adapun bank-bank yang terlibat dalam sindikasi ini antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI), PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), PT Bank Central Asia Tbk (BCA), serta PT Bank Mega Tbk. Keterlibatan beragam institusi keuangan ini mencerminkan komitmen bersama untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di Indonesia.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan oleh sindikasi perbankan. Menurutnya, ketersediaan pendanaan yang solid akan memperlancar proses pembangunan tol, sehingga manfaat ekonomi dan konektivitas dapat segera dirasakan oleh masyarakat.

"Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan oleh sindikasi perbankan. Fasilitas kredit ini akan menjadi katalisator bagi percepatan pembangunan Tol Betung-Tempino-Jambi, yang merupakan bagian penting dari jaringan JTTS," ujar Mardiansyah.

Ruas Tol Betung (Simpang Sekayu)-Tempino-Jambi memiliki panjang sekitar 170,73 kilometer dan merupakan salah satu koridor utama dalam proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Kehadiran tol ini diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan konektivitas yang selama ini menghambat pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Dengan adanya tol ini, waktu tempuh perjalanan antara Betung di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, hingga Kota Jambi, Jambi, akan terpangkas secara signifikan.

Menurut kajian yang dilakukan oleh Core Indonesia pada tahun 2024, keberadaan ruas tol ini diproyeksikan dapat menghemat waktu tempuh perjalanan hingga 59,05 persen. Penghematan waktu ini akan memberikan dampak positif bagi berbagai sektor, mulai dari logistik, pariwisata, hingga investasi.

"Penghematan waktu tempuh yang signifikan akan meningkatkan efisiensi biaya logistik, mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, dan menarik investasi baru ke wilayah Sumatera," jelas Mardiansyah.

Lebih lanjut, Mardiansyah menekankan bahwa pembangunan Tol Betung-Tempino-Jambi bukan hanya sekadar membangun jalan, tetapi juga membangun konektivitas, membuka akses, dan menciptakan peluang baru bagi masyarakat. Dengan terhubungnya wilayah Sumatera Selatan dan Jambi melalui jalan tol, diharapkan akan terjadi peningkatan aktivitas ekonomi, terciptanya lapangan kerja baru, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kami berkomitmen untuk membangun tol ini dengan kualitas terbaik dan memperhatikan aspek lingkungan serta sosial. Kami ingin memastikan bahwa pembangunan tol ini memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat dan lingkungan sekitar," tegas Mardiansyah.

Selain itu, Hutama Karya juga berupaya untuk melibatkan masyarakat lokal dalam proses pembangunan tol. Perusahaan memberikan kesempatan kerja bagi warga sekitar, memberdayakan usaha mikro dan kecil (UMK), serta memberikan pelatihan dan pendidikan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat. Dengan demikian, pembangunan tol ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi secara makro, tetapi juga memberikan dampak positif secara mikro bagi masyarakat lokal.

Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) merupakan salah satu proyek strategis nasional yang menjadi prioritas pemerintah. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah di Sumatera, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan mengurangi kesenjangan pembangunan. Dengan adanya JTTS, diharapkan Sumatera dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

Hutama Karya sebagai salah satu BUMN yang ditugaskan untuk membangun JTTS, berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Perusahaan terus berupaya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pelaksanaan proyek, serta menjalin kerjasama yang baik dengan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah, perbankan, dan masyarakat.

Keberhasilan Hutama Karya dalam mengamankan fasilitas kredit sindikasi perbankan senilai Rp13,645 triliun untuk pembangunan Tol Betung-Tempino-Jambi, merupakan bukti nyata dari komitmen perusahaan untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia. Dengan pendanaan yang solid dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan pembangunan tol ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan negara.

Selain itu, keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa sektor perbankan di Indonesia memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap prospek dan kelayakan proyek infrastruktur. Hal ini menjadi sinyal positif bagi investasi di sektor infrastruktur, yang merupakan salah satu kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dengan struktur pendanaan yang semakin solid, Hutama Karya optimis bahwa pelaksanaan pembangunan Tol Betung-Tempino-Jambi akan berjalan lebih konsisten dan manfaat ekonomi serta konektivitas dapat dirasakan secara bertahap oleh masyarakat. Pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan merupakan kunci untuk meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global dan mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

Ke depan, Hutama Karya akan terus berupaya untuk meningkatkan kinerja dan kontribusinya dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Perusahaan akan terus menjalin kerjasama yang baik dengan berbagai pihak terkait, serta berinovasi untuk menciptakan solusi-solusi konstruksi yang lebih efisien, efektif, dan ramah lingkungan. Dengan demikian, Hutama Karya dapat terus menjadi mitra terpercaya bagi pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berkualitas.

Persetujuan kredit sindikasi ini merupakan langkah krusial yang memastikan kelanjutan proyek dan menandai era baru konektivitas untuk wilayah Sumatera. Dengan dukungan finansial yang kuat, Hutama Karya siap untuk merealisasikan visi pembangunan jalan tol yang akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Sumatera dan seluruh Indonesia.

Bagikan:

Cahyono

Fokus pada topik sosial, ekonomi, dan layanan masyarakat dengan gaya penulisan yang to the point.