Sebuah insiden tragis menimpa seorang pekerja di lingkungan Pelabuhan Banten, yang berujung pada hilangnya nyawa. Korban, yang belum diidentifikasi identitasnya secara resmi, mengalami kecelakaan kerja yang serius dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Krakatau Medika Cilegon untuk mendapatkan perawatan intensif. Sayangnya, meskipun tim medis telah berupaya semaksimal mungkin, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan.
Kabar duka ini sontak menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan pekerja pelabuhan, manajemen perusahaan, serta pihak-pihak terkait lainnya. Insiden ini menjadi pengingat yang pahit akan pentingnya penerapan standar keselamatan kerja (K3) yang ketat dan disiplin di lingkungan pelabuhan, yang notabene merupakan area dengan risiko kecelakaan yang cukup tinggi.
Menanggapi kejadian tersebut, Pelindo Regional 2 Banten menyatakan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban dan berjanji untuk memberikan dukungan penuh dalam proses investigasi. Benny, perwakilan dari Pelindo Regional 2 Banten, menyampaikan bahwa koordinasi intensif sedang dilakukan antara pihak pengurus armada truk Ratu Melati dan PBM PT Galuh Bandar Samudra untuk menangani dampak dari kejadian ini.
"Kami sangat berduka atas kejadian ini. Keselamatan setiap individu yang bekerja di area pelabuhan adalah prioritas utama kami," ujar Benny dalam keterangannya. "Kami akan bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang untuk mengungkap penyebab terjadinya kecelakaan ini dan memastikan bahwa langkah-langkah pencegahan yang tepat diambil untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang."
Pelindo Regional 2 Banten juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan standar keselamatan kerja di seluruh area operasional pelabuhan. Benny menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan yang ada dan mengidentifikasi area-area yang memerlukan perbaikan.
"Kami akan meninjau kembali semua prosedur keselamatan yang ada dan memastikan bahwa semua pekerja dan mitra kerja memahami dan mematuhi standar K3 yang berlaku," tegas Benny. "Kami juga akan meningkatkan pelatihan keselamatan bagi semua pekerja dan melakukan inspeksi rutin untuk memastikan bahwa semua peralatan dan fasilitas dalam kondisi aman untuk digunakan."
Selain itu, Pelindo Regional 2 Banten juga akan memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan standar K3 di lapangan. Pihaknya akan meningkatkan jumlah petugas pengawas keselamatan dan memberikan mereka wewenang yang lebih besar untuk menindak pelanggaran terhadap standar K3.
"Kami tidak akan mentolerir pelanggaran terhadap standar K3. Siapa pun yang melanggar standar K3 akan dikenakan sanksi yang tegas," kata Benny. "Kami ingin menciptakan budaya keselamatan di lingkungan pelabuhan, di mana setiap orang merasa bertanggung jawab untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain."
Kejadian ini juga menjadi momentum bagi Pelindo Regional 2 Banten untuk kembali mengingatkan seluruh petugas operasional, mitra kerja, Perusahaan Bongkar Muat (PBM), dan pengguna jasa transportasi untuk secara ketat dan disiplin mematuhi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh area operasional pelabuhan.
"Kami mengimbau kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan operasional pelabuhan untuk selalu mengutamakan keselamatan. Jangan mengambil risiko yang tidak perlu dan selalu ikuti prosedur keselamatan yang telah ditetapkan," pesan Benny. "Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita bekerja sama untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat di pelabuhan."
Insiden ini juga menyoroti pentingnya koordinasi dan komunikasi yang efektif antara semua pihak yang terlibat dalam kegiatan operasional pelabuhan. Benny menekankan bahwa Pelindo Regional 2 Banten akan terus berupaya untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan semua pihak terkait, termasuk pengurus armada truk, PBM, dan pengguna jasa transportasi.
"Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan semua pihak terkait. Kami ingin memastikan bahwa semua pihak memiliki pemahaman yang sama tentang standar K3 yang berlaku dan bekerja sama untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat," ujar Benny.
Pelindo Regional 2 Banten juga mengajak semua pihak untuk berpartisipasi aktif dalam upaya peningkatan keselamatan kerja di pelabuhan. Pihaknya membuka diri terhadap masukan dan saran dari semua pihak terkait, termasuk pekerja, mitra kerja, dan pengguna jasa transportasi.
"Kami sangat menghargai masukan dan saran dari semua pihak terkait. Kami percaya bahwa dengan bekerja sama, kita dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat di pelabuhan," kata Benny.
Ke depan, Pelindo Regional 2 Banten berencana untuk mengimplementasikan teknologi-teknologi baru untuk meningkatkan keselamatan kerja di pelabuhan. Pihaknya akan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memantau kegiatan operasional pelabuhan secara real-time dan mengidentifikasi potensi bahaya.
"Kami akan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan keselamatan kerja di pelabuhan. Kami akan menggunakan sensor, kamera, dan sistem informasi untuk memantau kegiatan operasional pelabuhan secara real-time dan mengidentifikasi potensi bahaya," jelas Benny.
Selain itu, Pelindo Regional 2 Banten juga akan meningkatkan investasi dalam peralatan keselamatan kerja. Pihaknya akan memastikan bahwa semua pekerja dilengkapi dengan peralatan keselamatan kerja yang memadai dan dalam kondisi baik.
"Kami akan meningkatkan investasi dalam peralatan keselamatan kerja. Kami ingin memastikan bahwa semua pekerja dilengkapi dengan peralatan keselamatan kerja yang memadai dan dalam kondisi baik," kata Benny.
Dengan serangkaian langkah-langkah yang komprehensif ini, Pelindo Regional 2 Banten berharap dapat mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang dan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi semua pekerja di pelabuhan. Tragedi ini menjadi pelajaran berharga yang mengingatkan semua pihak akan pentingnya keselamatan kerja dan perlunya upaya berkelanjutan untuk meningkatkan standar K3 di lingkungan pelabuhan. Keselamatan bukan hanya sekadar slogan, tetapi merupakan prioritas utama yang harus diutamakan dalam setiap aktivitas di pelabuhan.





