Erupsi Gunung Ruang di Sulawesi Utara telah menyebabkan dampak signifikan terhadap operasional penerbangan di berbagai wilayah, termasuk Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Dampak erupsi ini berupa sebaran abu vulkanik yang berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan. Sebagai langkah antisipasi dan mengutamakan keselamatan, beberapa maskapai penerbangan terpaksa menunda atau membatalkan sejumlah jadwal penerbangan dari dan menuju Bali.
Menurut data yang dihimpun dari pihak maskapai, total terdapat 1.631 calon penumpang yang terdampak oleh penundaan penerbangan akibat erupsi Gunung Ruang. Penundaan ini mempengaruhi lima penerbangan yang berbeda, menunjukkan skala dampak yang cukup besar terhadap aktivitas perjalanan udara. Masing-masing maskapai penerbangan telah menerapkan kebijakan penanganan penumpang sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, termasuk memberikan opsi penjadwalan ulang penerbangan, pengembalian dana (refund), atau opsi lainnya yang sesuai dengan hak-hak penumpang.
PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, telah mengambil langkah-langkah proaktif untuk meminimalkan dampak gangguan penerbangan dan memastikan keselamatan serta kenyamanan para penumpang. Koordinasi intensif dilakukan dengan berbagai pihak terkait, termasuk maskapai penerbangan, AirNav Indonesia, dan aparat keamanan.
Koordinasi dengan maskapai penerbangan difokuskan pada pembaruan informasi jadwal penerbangan secara berkala dan penanganan penumpang yang terdampak. Informasi terbaru mengenai status penerbangan, opsi penjadwalan ulang, dan kebijakan lainnya terus disosialisasikan kepada para penumpang melalui berbagai saluran komunikasi. Pihak bandara juga bekerja sama dengan maskapai untuk memberikan bantuan dan fasilitas yang diperlukan kepada penumpang yang menunggu di bandara, seperti penyediaan makanan dan minuman, akses ke fasilitas istirahat, serta informasi yang jelas dan akurat.
Koordinasi dengan AirNav Indonesia, selaku penyedia layanan navigasi penerbangan, dilakukan untuk memantau secara seksama kondisi ruang udara di sekitar bandara dan jalur penerbangan yang terdampak oleh abu vulkanik. Informasi mengenai sebaran abu vulkanik, arah angin, dan faktor meteorologi lainnya sangat penting untuk menentukan apakah kondisi penerbangan aman atau tidak. AirNav Indonesia juga memberikan rekomendasi kepada pihak maskapai mengenai rute penerbangan alternatif yang aman untuk menghindari wilayah yang terkena dampak abu vulkanik.
Selain itu, koordinasi dengan aparat keamanan juga ditingkatkan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban di area bandara akibat penundaan penerbangan. Kehadiran aparat keamanan diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada para penumpang, serta mencegah terjadinya tindakan yang tidak diinginkan. Peningkatan patroli dan pengawasan dilakukan di area terminal, ruang tunggu, dan area publik lainnya di bandara.
Sebagai upaya untuk memberikan informasi yang akurat dan terkini kepada para calon penumpang, pihak bandara mengimbau agar mereka aktif berkomunikasi dengan maskapai penerbangan masing-masing. Maskapai penerbangan memiliki informasi paling detail mengenai status penerbangan, opsi penjadwalan ulang, dan kebijakan lainnya yang relevan. Penumpang dapat menghubungi call center maskapai, mengunjungi situs web resmi maskapai, atau menggunakan aplikasi mobile maskapai untuk mendapatkan informasi terbaru.
Selain itu, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai juga menyediakan help desk yang berlokasi di Lantai 2 Terminal Keberangkatan Internasional. Help desk ini berfungsi sebagai pusat informasi bagi para penumpang yang membutuhkan bantuan atau informasi terkait penerbangan mereka. Petugas help desk siap memberikan jawaban atas pertanyaan penumpang, membantu memecahkan masalah, dan memberikan panduan mengenai prosedur dan kebijakan yang berlaku.
Bagi penumpang yang tidak dapat mengakses help desk secara langsung, tersedia juga layanan contact center di nomor 172. Layanan contact center ini dapat diakses 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dan menyediakan informasi terkini mengenai status penerbangan, kondisi bandara, dan informasi penting lainnya. Petugas contact center siap menjawab pertanyaan penumpang, memberikan bantuan, dan menerima keluhan atau saran dari penumpang.
Pihak bandara juga mengimbau kepada seluruh calon penumpang untuk selalu memantau informasi resmi yang dikeluarkan oleh pihak maskapai dan bandara. Informasi resmi akan disebarkan melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk situs web resmi bandara, media sosial, dan pengumuman di area bandara. Dengan memantau informasi resmi, penumpang dapat memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya, serta menghindari penyebaran informasi yang tidak benar atau menyesatkan.
Dampak erupsi Gunung Ruang terhadap operasional penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai merupakan situasi yang dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, penting bagi seluruh pihak terkait, termasuk pihak bandara, maskapai penerbangan, AirNav Indonesia, aparat keamanan, dan para penumpang untuk terus berkoordinasi dan berkomunikasi secara efektif. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan dampak gangguan penerbangan dapat diminimalkan dan keselamatan serta kenyamanan para penumpang dapat tetap terjaga.
Pihak bandara terus berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada para penumpang di tengah situasi yang menantang ini. Berbagai langkah antisipasi dan mitigasi telah dilakukan untuk memastikan operasional bandara tetap berjalan dengan lancar dan aman. Pihak bandara juga mengapresiasi pengertian dan kerja sama dari para penumpang dalam menghadapi situasi yang tidak terduga ini. Kesabaran dan pengertian para penumpang sangat berarti dalam upaya memulihkan operasional penerbangan dan memastikan perjalanan yang aman dan nyaman bagi semua.





