Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, yang akrab disapa Menteri Ara, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjalankan program "gentengisasi" secara nasional. Program ini bukan sekadar penggantian atap rumah, melainkan sebuah inisiatif strategis untuk meningkatkan kualitas hunian rakyat secara signifikan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto menjadi landasan utama program ini, yang berfokus pada penyediaan hunian yang lebih layak, nyaman, dan tahan lama bagi seluruh lapisan masyarakat.
Menteri Ara menjelaskan bahwa perhatian utama Presiden Prabowo terhadap kualitas hunian rakyat menjadi pendorong utama program gentengisasi. "Hari ini kita membahas gentengisasi. Sesuai arahan Presiden Prabowo, beliau sangat peduli agar rumah rakyat tidak panas dan nyaman ditinggali," ungkap Menteri Ara usai pertemuan penting dengan para pelaku UMKM genteng di Majalengka, Jawa Barat. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menyelaraskan visi pemerintah pusat dengan kemampuan dan kebutuhan para produsen genteng lokal.
Pertemuan di Majalengka mempertemukan berbagai pihak terkait, termasuk tiga pengusaha UMKM genteng yang mewakili potensi besar industri lokal, perwakilan pemerintah daerah yang berperan sebagai fasilitator dan pengawas, serta dua pengembang perumahan yang dinilai memiliki komitmen terhadap kualitas dan pemberdayaan UMKM. Diskusi intensif selama satu setengah jam tersebut membahas secara mendalam kesiapan UMKM dalam memasok kebutuhan genteng untuk proyek-proyek perumahan yang akan dijalankan di berbagai daerah.
Menteri Ara menekankan bahwa penggunaan produk UMKM dalam program perumahan harus memenuhi tiga syarat utama yang tidak bisa ditawar. Pertama, kualitas produk harus terjamin dengan daya tahan minimal 15 tahun, memastikan investasi pemerintah dan masyarakat tidak sia-sia. Kedua, aspek estetika juga menjadi pertimbangan penting, mengingat rumah bukan hanya sekadar tempat berlindung, tetapi juga cerminan identitas dan kebanggaan pemiliknya. Ketiga, genteng yang digunakan harus memiliki ketahanan yang baik terhadap panas dan hujan, menciptakan lingkungan hunian yang nyaman dan sehat.
Selain kualitas produk, Menteri Ara juga menekankan pentingnya harga yang kompetitif dan kepatuhan terhadap Standar Nasional Indonesia (SNI). Harga yang terjangkau akan memastikan program gentengisasi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, sementara sertifikasi SNI menjadi jaminan kualitas dan keamanan produk. Dalam pertemuan tersebut, disepakati harga genteng sebesar Rp4.300 per unit, sudah termasuk biaya pengiriman ke lokasi proyek. Harga ini dinilai wajar dan kompetitif, mengingat kualitas dan manfaat yang akan diperoleh.
"Mutu itu penting sekali. Karena itu, SNI wajib untuk menjaga kualitas," tegas Menteri Ara. Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah dan pihak terkait akan memberikan pendampingan intensif kepada UMKM agar dapat memenuhi standar SNI yang ditetapkan. Pendampingan ini meliputi pelatihan teknis, bantuan permodalan, dan fasilitas pengujian produk. Dengan demikian, UMKM dapat meningkatkan kualitas produk mereka dan bersaing secara efektif di pasar yang semakin kompetitif.
Menteri Ara juga menyoroti pentingnya kolaborasi yang erat antara kementerian terkait, pemerintah daerah, pengembang perumahan, dan UMKM. Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan program gentengisasi, memastikan program ini tidak hanya meningkatkan kualitas rumah rakyat, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal secara signifikan. Pemerintah pusat akan memberikan dukungan kebijakan dan anggaran, pemerintah daerah akan memfasilitasi dan mengawasi pelaksanaan program, pengembang perumahan akan menggunakan produk UMKM, dan UMKM akan meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi mereka.
Program gentengisasi ini bukan hanya sekadar mengganti atap rumah yang sudah usang atau bocor. Lebih dari itu, program ini merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menciptakan lingkungan hunian yang lebih sehat dan nyaman, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM. Dengan rumah yang lebih layak dan nyaman, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan produktivitas, kesehatan, dan kesejahteraan mereka.
Selain itu, program gentengisasi juga memiliki dampak positif terhadap lingkungan. Penggunaan genteng berkualitas tinggi dapat mengurangi penggunaan energi untuk pendinginan ruangan, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Pemerintah juga mendorong penggunaan bahan baku lokal dalam produksi genteng, mengurangi ketergantungan pada impor dan mendukung pengembangan industri dalam negeri.
Menteri Ara optimis bahwa program gentengisasi akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat dan perekonomian nasional. Dengan dukungan penuh dari Presiden Prabowo, kolaborasi yang erat antara berbagai pihak terkait, dan komitmen yang kuat dari para pelaku UMKM, program ini akan berhasil meningkatkan kualitas hunian rakyat dan menggerakkan ekonomi lokal secara berkelanjutan. Program ini bukan hanya tentang genteng, tetapi tentang masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Indonesia. Pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung dan mengembangkan program-program yang berpihak pada rakyat, menciptakan Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera.
Dengan program gentengisasi yang terencana dengan baik dan dilaksanakan secara konsisten, diharapkan impian setiap keluarga Indonesia untuk memiliki hunian yang layak, nyaman, dan aman dapat segera terwujud. Ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan membangun Indonesia yang lebih baik.





