Tahun 2025 menjadi tahun yang penuh pencapaian bagi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI). Implementasi strategi transformasi BRIVolution Reignite, yang diluncurkan pada Desember 2025 dengan semangat "Satu Bank Untuk Semua," terbukti membuahkan hasil yang signifikan. Transformasi ini tidak hanya sekadar perubahan kosmetik, melainkan sebuah perubahan fundamental yang menyentuh berbagai aspek operasional dan strategi bisnis BRI. Semangat "Satu Bank Untuk Semua" menjadi landasan bagi BRI untuk terus relevan, adaptif, dan hadir di setiap fase kehidupan masyarakat Indonesia. BRI berkomitmen untuk mewujudkan setiap ambisi, sekecil apapun, dan memberikan dampak positif bagi kemajuan bangsa.

Kinerja keuangan BRI di sepanjang tahun 2025 menjadi bukti nyata keberhasilan transformasi ini. Pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan tercermin dari berbagai indikator utama, mulai dari aset, dana pihak ketiga (DPK), kredit, hingga laba bersih.

Pertumbuhan Aset dan Dana Pihak Ketiga yang Solid

Total aset BRI pada akhir tahun 2025 tercatat mencapai Rp2.135 triliun, tumbuh 7,2% secara year-on-year (YoY). Pertumbuhan ini menunjukkan kepercayaan yang tinggi dari masyarakat dan pelaku bisnis terhadap BRI. Dari sisi pendanaan, DPK BRI juga mengalami peningkatan yang solid, didorong oleh pertumbuhan dana murah atau Current Account and Savings Account (CASA) yang semakin kuat. Total DPK BRI tercatat tumbuh 7,4% YoY menjadi Rp1.467 triliun.

Pertumbuhan CASA yang signifikan ini memberikan dampak positif terhadap Cost of Fund (CoF) BRI. Pada akhir tahun 2025, CoF dana pihak ketiga BRI tercatat sebesar 2,9%, membaik dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar 3,1%. Efisiensi biaya dana ini memungkinkan BRI untuk memberikan suku bunga kredit yang lebih kompetitif kepada nasabah, khususnya pelaku UMKM.

Fokus pada Kredit UMKM Mendorong Pertumbuhan Intermediasi

Di sisi intermediasi, BRI menunjukkan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyaluran kredit yang fokus pada segmen UMKM. Kredit BRI tumbuh 12,3% YoY menjadi Rp1.521 triliun, melampaui pertumbuhan kredit perbankan nasional sepanjang tahun 2025 yang sebesar 9,6%. Capaian ini menegaskan peran BRI sebagai motor penggerak perekonomian kerakyatan.

Pertumbuhan kredit yang signifikan ini tetap dijaga secara prudent dan sehat, tercermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) sebesar 3,07% pada akhir Triwulan IV 2025. Pada saat yang sama, Loan at Risk (LaR) berhasil ditekan dari 10,7% pada akhir tahun 2024 menjadi 9,6% di akhir tahun 2025. Manajemen risiko yang solid dan penerapan prinsip kehati-hatian menjadi kunci keberhasilan BRI dalam menjaga kualitas kreditnya.

Laba Bersih Meningkat Signifikan

Perbaikan fundamental kinerja BRI berdampak positif terhadap capaian laba perseroan. Hingga akhir Triwulan IV 2025, BRI berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp57,132 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya dan menegaskan posisi BRI sebagai salah satu bank dengan kinerja terbaik di Indonesia.

Direktur Treasury & International Banking BRI, Faridha Thamrin, menjelaskan bahwa pertumbuhan aset selama tahun 2025 didominasi oleh pertumbuhan kredit dan pembiayaan sebesar Rp167 triliun YoY, yang sebagian besar merupakan pertumbuhan pada kredit segmen UMKM. Hal ini menunjukkan komitmen BRI untuk terus mendukung penguatan sektor riil, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, sebagai pilar utama perekonomian nasional.

Penguatan Dana Murah Melalui Digitalisasi

Fokus strategi BRI untuk penguatan CASA terlihat dari pertumbuhan giro yang mencapai 19,7% secara year-on-year dan pertumbuhan tabungan sebesar 7,9% YoY. Ini menandakan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat dengan semakin kuatnya dana murah Perseroan. Struktur pendanaan DPK BRI semakin kuat dengan rasio CASA meningkat 331 bps YoY, didorong oleh pertumbuhan tabungan ritel yang konsisten. Secara konsolidasi, total DPK tumbuh 7,4% YoY menjadi Rp1.466,8 triliun, dengan pertumbuhan CASA mencapai 12,7% YoY. Kenaikan giro mencapai 19,7% YoY, dan tabungan tumbuh 7,9% YoY, sehingga mendorong CASA ratio meningkat hingga 70,6%, menandakan biaya dana yang semakin efisien.

Dari sisi segmen, non-wholesale menjadi motor utama, terutama tabungan yang terus meningkat dan menopang stabilitas dana murah. Sementara, wholesale relatif stabil, dengan pergeseran komposisi ke giro yang tumbuh kuat, sementara deposito cenderung moderat. Secara keseluruhan, ini menunjukkan strategi BRI dalam memperkuat transaction-led relationships, menjaga likuiditas, dan meningkatkan kualitas pendanaan yang lebih berkelanjutan.

Kapasitas BRI untuk terus tumbuh secara sehat pun ditopang oleh likuiditas yang solid, hal tersebut tercermin dari rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank berada di level yang ample sebesar 91,4%. Kedisiplinan dalam pengelolaan likuiditas terus menjadi fondasi utama bagi BRI dalam menjaga efisiensi biaya dana dan memastikan struktur dana pihak ketiga (pendanaan) yang optimal.

Permodalan Kuat Menopang Ekspansi Bisnis

Dari sisi permodalan, Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI tercatat di level 23,52%, di atas ketentuan minimum regulator. Posisi ini menunjukkan kapasitas permodalan BRI yang memadai untuk menopang ekspansi bisnis secara prudent, menyerap potensi risiko, serta menjaga stabilitas dan ketahanan Perseroan. Dengan struktur permodalan yang kokoh, BRI masih memiliki ruang yang cukup untuk terus mendorong pertumbuhan kredit, khususnya di segmen UMKM dan pembiayaan produktif, sejalan dengan komitmen mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Manajemen Risiko yang Solid Menjaga Kualitas Aset

Dari sisi kualitas aset, hingga akhir 2025 rasio NPL BRI terjaga di level 3,07%. Hal tersebut menjadi semakin relevan mengingat portofolio BRI yang mayoritas disalurkan ke segmen UMKM, yang secara karakteristik memiliki risiko lebih granular. Sehingga NPL yang rendah ini menunjukkan efektivitas strategi manajemen risiko yang solid dan penerapan prinsip kehati-hatian secara konsisten. Untuk menjaga kualitas kredit, BRI juga membentuk pencadangan yang memadai dengan NPL Coverage sebesar 178,1%.

Sinergi dengan Holding Ultra Mikro (UMi) Memperkuat Ekosistem

Selain penguatan funding, BRI juga memperkuat bisnis mikro dan sinergi dengan Holding Ultra Mikro (UMi) antara BRI, Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM). Langkah-langkah ini mencakup redesain peran dan peningkatan kapabilitas mantri, serta optimalisasi pipeline digital melalui BRIspot.

Hingga akhir Desember 2025, Holding UMi telah menjangkau lebih dari 34,5 juta debitur aktif, dengan total simpanan mikro mencapai lebih dari 187 juta rekening. Selain itu, layanan bullion dan aplikasi digital Tring dari Pegadaian juga turut memperkuat posisi BRI Group dalam ekosistem emas nasional. Hingga akhir Desember 2025 total simpanan emas dalam ekosistem ultra mikro BRI Group mencapai 17,1 ton atau tumbuh 65,5% YoY.

Di saat yang bersamaan ekosistem holding ultra mikro BRI Group juga mencatat bahwa di sepanjang tahun 2025 sebanyak 1,4 juta debitur berhasil naik kelas, atau tumbuh 11,82% YoY.

Pemberdayaan Desa dan Digitalisasi UMKM

Di luar pembiayaan, BRI juga terus memperluas dampak pemberdayaan sebagai bagian dari komitmennya terhadap ekonomi kerakyatan. Hingga akhir 2025, melalui Desa BRILIaN, BRI telah membina lebih dari 5 ribu desa di seluruh Indonesia. Penguatan sektor produktif berbasis komunitas juga dilakukan oleh BRI melalui program KlasterkuHidupku, dengan pengembangan 42 ribu klaster usaha.

Di sisi digital, BRI menghadirkan platform LinkUMKM yang mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar, mitra bisnis, serta akses layanan keuangan. Tercatat, hingga akhir 2025, lebih dari 14,9 juta pelaku UMKM telah memanfaatkan platform ini untuk memperluas pasar, meningkatkan kapasitas usaha, dan mempercepat proses naik kelas.

Selain itu, BRI juga membina 54 Rumah BUMN dan telah menyelenggarakan lebih dari 18 ribu pelatihan sebagai upaya berkelanjutan dalam meningkatkan daya saing dan kapabilitas UMKM di berbagai daerah.

Inklusi Keuangan Melalui Agen BRILink

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perputaran roda perekonomian, BRI juga terus mendorong inklusi keuangan sekaligus menciptakan sharing economy dengan melibatkan masyarakat sebagai BRILink Agen. Hingga akhir Desember 2025, jumlah BRILInk Agen telah mencapai lebih dari 1,1 juta agen atau tumbuh 12,2% YoY. Agen-agen tersebut tersebar di lebih dari 66 ribu desa dan menjangkau lebih dari 80% penjuru negeri dengan volume transaksi tembus Rp1.746 triliun atau tumbuh 9,9% YoY.

Optimalisasi Kanal Digital Meningkatkan Kinerja

Pertumbuhan dana murah BRI terus ditopang oleh optimalisasi kanal digital yang mencatat kinerja positif dengan pertumbuhan double digit. Super App BRImo mencatat 45,9 juta pengguna per Desember 2025 atau tumbuh 18,9% YoY, dengan nilai transaksi mencapai Rp7.057 triliun atau meningkat 26,1% YoY.

Di segmen menengah hingga korporasi, layanan QLola juga menunjukkan pertumbuhan kuat. Jumlah pengguna aktif mencapai 113 ribu atau naik 48,1%, dengan volume transaksi tumbuh 36,2% YoY menjadi Rp13.456 triliun. Dari sisi merchant, Sementara itu, dari sisi merchant, transaksi bisnis melalui BRI meningkat pesat. Volume penjualan merchant naik 48,1% yoy menjadi Rp 223,2 triliun.

Untuk QRIS BRI juga menunjukkan tren yang sama. Sales volume naik 100% YoY menjadi Rp85,6 triliun, sementara jumlah transaksinya tumbuh 127,5% yoy menjadi lebih dari 782,8 miliar transaksi.

Komitmen Keberlanjutan Terintegrasi dalam Bisnis

Di tengah penguatan kinerja dan transformasi yang terus berjalan, BRI pun memastikan untuk terus berkomitmen dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam model bisnis, BRI secara konsisten mengarahkan portfolio bisnis untuk mendukung kegiatan yang memberikan dampak sosial dan lingkungan yang positif.

Hingga Desember 2025, portofolio Pembiayaan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS) BRI mencapai Rp718,7 triliun atau setara 53,5% dari total pinjaman BRI. Sementara itu, portofolio Pembiayaan Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) BRI mencapai 7,1% dari total pinjaman BRI atau setara Rp93,2 triliun. Dari sisi funding, BRI juga aktif mengembangkan Sustainable Wholesale Funding, di mana pada akhir Desember 2025 tercatat sebesar Rp45,6 triliun.

Secara keseluruhan, pendekatan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan di BRI tidak hanya berorientasi pada pemenuhan regulasi, tetapi telah menjadi bagian integral dari strategi pertumbuhan Bank. Integrasi tersebut memperkuat ketahanan bisnis, memperluas akses pembiayaan yang bertanggung jawab, serta memberikan nilai tambah sosial dan lingkungan bagi seluruh stakeholders.

Kontribusi Positif dari Perusahaan Anak

Transformasi BRIVolution Reignite juga mulai menunjukkan hasil nyata melalui penguatan perusahaan anak di bawah BRI Group sebagai sumber pertumbuhan baru. Kinerja 10 perusahaan anak BRI tersebut tercatat semakin baik dan memberikan kontribusi positif terhadap BRI.

Hingga akhir Triwulan IV 2025 tercatat total asset Perusahaan Anak BRI tumbuh 23,3% YoY menjadi Rp267 triliun. Dari sisi profitabilitas, laba bersih Perusahaan Anak BRI meningkat 16,1% YoY, menjadi Rp10,38 triliun. Dengan kinerja impresif tersebut, perusahaan anak BRI Group berhasil memberikan kontribusi laba sebesar 18,2% dari total laba konsolidasi BRI.

Dengan fondasi yang kuat dan transformasi yang konsisten, BRI optimis dapat terus tumbuh bersama rakyat untuk Indonesia, mewujudkan semangat "Satu Bank Untuk Semua" dan memberikan dampak positif bagi kemajuan bangsa. BRI akan terus memperkuat perannya sebagai bank yang berpihak pada ekonomi kerakyatan, mendukung program-program prioritas pemerintah, memberdayakan UMKM dan ekosistem ultra mikro, serta memperluas akses pembiayaan produktif yang inklusif dan berkelanjutan.

Bagikan:

Cahyono

Fokus pada topik sosial, ekonomi, dan layanan masyarakat dengan gaya penulisan yang to the point.