Jakarta, [Tanggal Hari Ini] – Perum Bulog mengambil langkah strategis dalam upaya meningkatkan ekspor beras premium Indonesia ke pasar internasional, khususnya Arab Saudi. Guna memenuhi standar kualitas yang ketat dari importir Arab Saudi, Bulog menggandeng PT Wilmar dengan memanfaatkan fasilitas pabrik pengolahan beras milik perusahaan tersebut. Langkah ini diambil sebagai upaya optimalisasi sumber daya yang ada, sekaligus memastikan beras yang diekspor memenuhi persyaratan spesifik yang dibutuhkan untuk konsumsi jemaah haji Indonesia.
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa keputusan untuk menggunakan fasilitas pabrik Wilmar didasari oleh kebutuhan untuk menghasilkan beras dengan tingkat pecahan maksimal 5% dan kadar air di bawah 14%. Standar ini merupakan persyaratan penting yang diajukan oleh importir di Arab Saudi. "Untuk sementara waktu, fasilitas pabrik Wilmar yang memiliki teknologi pengolahan gabah menjadi beras dengan tingkat pecahan yang sangat rendah itulah yang mampu memenuhi kebutuhan kami," ujar Rizal saat ditemui di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta.
Penggunaan fasilitas pabrik Wilmar ini juga telah mendapatkan persetujuan dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Hal ini memungkinkan Bulog untuk memanfaatkan fasilitas yang sebelumnya disita, sebagai bagian dari upaya mendukung program ekspor beras dan memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia di Tanah Suci. "Kami telah mengajukan permohonan peminjaman fasilitas tersebut kepada Kabareskrim dan Alhamdulillah, kami telah mendapatkan izin untuk menggunakannya. Ini adalah bentuk sinergi yang baik antara berbagai pihak untuk mendukung kepentingan nasional," lanjut Rizal.
Langkah strategis ini bukan hanya sekadar upaya untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor, tetapi juga merupakan simbol kebanggaan dan kemandirian bangsa. Rizal menegaskan bahwa ekspor beras ke Arab Saudi akan memastikan bahwa jemaah haji Indonesia dapat menikmati beras berkualitas tinggi yang berasal dari tanah air sendiri. Selama ini, kebutuhan beras untuk jemaah haji Indonesia di Arab Saudi dipasok dari negara lain seperti Vietnam dan Thailand. Dengan adanya ekspor beras dari Bulog, ketergantungan terhadap impor beras dapat dihilangkan, sekaligus meningkatkan citra positif Indonesia di mata dunia.
"Ini adalah suatu kehormatan dan harga diri bangsa kita. Jemaah haji yang berangkat ke Tanah Suci adalah warga negara Indonesia, dan sudah seharusnya mereka mengonsumsi beras yang berasal dari Indonesia. Mengapa selama ini kita harus bergantung pada beras dari negara lain?" tegas Rizal dengan nada penuh semangat.
Ekspor beras premium ke Arab Saudi ini dijadwalkan akan dimulai pada tanggal 28 Februari 2026. Bulog akan mengekspor sebanyak 2.280 ton beras, yang merupakan pesanan dari Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi. Pengiriman akan dilakukan dalam dua tahap, yaitu pada tanggal 28 Februari dan 4 Maret 2026. "Pada pengiriman pertama, kami akan memprioritaskan kebutuhan para petugas haji yang berangkat lebih awal ke Arab Saudi," jelas Rizal.
Nilai ekspor perdana ini diperkirakan mencapai Rp 150 miliar. Proses pengiriman beras dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Jeddah di Arab Saudi diperkirakan akan memakan waktu sekitar 1 hingga 1,5 bulan. "Kami akan membagi pengiriman menjadi dua tahap untuk menghindari kepadatan muatan kapal dan sebagai langkah antisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di perjalanan," ungkap Rizal.
Bulog bertanggung jawab penuh atas pengiriman beras dari Jakarta hingga Jeddah. Sementara itu, penyaluran beras di Arab Saudi akan ditangani oleh importir yang telah ditunjuk. "Importir akan bertanggung jawab mulai dari Pelabuhan Jeddah hingga ke dapur-dapur tempat makanan disiapkan. Jadi, tugas kami dari Bulog hanya mengirimkan beras dari Pelabuhan Tanjung Priok hingga Pelabuhan Jeddah. Setelah itu, semua menjadi tanggung jawab importir. Rencananya, ada dua importir yang akan terlibat dalam proses penyaluran ini," jelas Rizal.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyambut baik inisiatif Bulog untuk mengekspor beras ke Arab Saudi. Ia menegaskan bahwa ekspor ini merupakan bukti nyata dari kemajuan sektor pertanian Indonesia dan kemampuan Bulog dalam menghasilkan beras berkualitas tinggi. "Ekspor beras ke Arab Saudi ini merupakan pencapaian yang membanggakan. Ini adalah bukti bahwa Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional dengan produk-produk pertanian berkualitas tinggi," kata Zulkifli usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) ekspor beras kebutuhan jemaah haji di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta.
Zulkifli menambahkan bahwa pemerintah akan terus memberikan dukungan penuh kepada Bulog dan para petani Indonesia untuk meningkatkan produksi dan kualitas beras. Ia berharap, ekspor beras ke Arab Saudi ini dapat menjadi momentum bagi kebangkitan sektor pertanian Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan para petani. "Pemerintah akan terus berupaya untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi sektor pertanian. Kami akan memberikan dukungan berupa subsidi, pelatihan, dan akses ke teknologi modern agar para petani dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen mereka," janji Zulkifli.
Langkah Bulog untuk mengekspor beras premium ke Arab Saudi dan menggandeng Wilmar dalam proses pengolahan beras ini merupakan strategi cerdas yang patut diapresiasi. Selain dapat memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia di Tanah Suci, ekspor ini juga akan meningkatkan citra positif Indonesia di mata dunia dan membuka peluang pasar baru bagi produk-produk pertanian Indonesia. Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan kerja keras para petani, sektor pertanian Indonesia diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional.
Selain itu, kerjasama Bulog dengan Wilmar dalam pemanfaatan fasilitas pabrik yang ada menunjukkan efisiensi dan optimalisasi aset negara. Hal ini dapat menjadi contoh bagi instansi pemerintah lainnya dalam memanfaatkan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Pemanfaatan aset yang disita, dengan persetujuan dari pihak berwenang, dapat memberikan manfaat ekonomi yang signifikan dan membantu meningkatkan pendapatan negara.
Ke depan, diharapkan Bulog dapat terus meningkatkan kualitas beras yang dihasilkan dan memperluas pangsa pasar ekspor ke negara-negara lain. Diversifikasi produk dan inovasi teknologi juga perlu terus dilakukan agar beras Indonesia dapat bersaing dengan produk-produk dari negara lain. Dengan strategi yang tepat dan dukungan dari semua pihak, Indonesia dapat menjadi salah satu eksportir beras terkemuka di dunia dan meningkatkan kesejahteraan para petani.
Momentum ekspor beras ke Arab Saudi ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mempromosikan produk-produk pertanian Indonesia di pasar internasional. Pemerintah perlu melakukan promosi yang gencar dan memberikan insentif kepada para eksportir agar mereka semakin termotivasi untuk meningkatkan volume ekspor. Selain itu, kerjasama dengan negara-negara lain juga perlu ditingkatkan untuk membuka peluang pasar baru dan memperluas jaringan distribusi produk-produk pertanian Indonesia.
Dengan semangat gotong royong dan kerja keras, Indonesia dapat mencapai kemandirian pangan dan menjadi negara yang berdaulat di bidang pertanian. Ekspor beras ke Arab Saudi ini adalah langkah awal yang menjanjikan, dan diharapkan dapat diikuti oleh langkah-langkah lain yang lebih besar dan lebih strategis di masa depan.





