Jakarta, Indonesia – Operasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), gerbang udara utama Indonesia, dilaporkan tetap berjalan aman dan lancar hingga Sabtu, 28 Februari 2026. Kendati demikian, dinamika geopolitik yang kompleks di kawasan Timur Tengah telah menimbulkan dampak signifikan terhadap jadwal penerbangan, khususnya rute yang menghubungkan Jakarta dengan berbagai kota di Timur Tengah. Sejumlah penerbangan dari dan menuju wilayah tersebut mengalami pembatalan dan penundaan sebagai akibat dari penutupan wilayah udara di beberapa negara.

Pgs Asst. Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Aziz Fahmi Harahap, memberikan keterangan resmi terkait situasi ini. Beliau menegaskan bahwa pihak bandara terus berupaya untuk menjaga kelancaran operasional secara keseluruhan dan memberikan pelayanan terbaik bagi para penumpang.

“Secara umum, operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta tetap berlangsung aman, tertib, dan lancar. Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan berbagai maskapai penerbangan dan instansi terkait untuk memastikan bahwa standar keselamatan dan pelayanan tetap terjaga pada tingkat yang optimal,” ujar Aziz Fahmi Harahap dalam keterangan persnya.

Lebih lanjut, Aziz menjelaskan bahwa manajemen bandara bersama dengan pihak maskapai penerbangan telah mengambil langkah-langkah proaktif untuk menangani para penumpang yang terdampak oleh pembatalan dan penundaan penerbangan. Langkah-langkah ini mencakup pemrosesan pembatalan dokumen perjalanan di kantor imigrasi, pengaturan ulang jadwal penerbangan alternatif, serta penyediaan akomodasi yang memadai bagi penumpang yang membutuhkan.

“Kami memahami bahwa pembatalan dan penundaan penerbangan dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan kekecewaan bagi para penumpang. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk memberikan bantuan dan solusi terbaik bagi mereka yang terdampak,” tambahnya.

Pihak bandara mengimbau kepada seluruh calon penumpang yang memiliki rencana perjalanan ke rute Timur Tengah untuk terus memantau informasi terbaru mengenai status penerbangan mereka melalui kanal-kanal resmi maskapai penerbangan masing-masing. Hal ini penting untuk memastikan bahwa para penumpang memiliki informasi yang akurat dan terkini, sehingga mereka dapat mengambil keputusan yang tepat terkait perjalanan mereka.

“Kami mengimbau kepada para calon penumpang yang akan melakukan perjalanan menuju rute Timur Tengah untuk secara aktif memantau perkembangan informasi penerbangan melalui kanal resmi masing-masing maskapai atau dengan menghubungi layanan pelanggan maskapai terkait. Dengan demikian, mereka dapat memperoleh informasi terkini mengenai status keberangkatan dan menghindari potensi masalah yang mungkin timbul,” ungkap Aziz Fahmi Harahap.

Beberapa penerbangan yang mengalami dampak signifikan akibat situasi ini antara lain:

  • Etihad Airways: Penerbangan dengan tujuan Abu Dhabi mengalami pembatalan. Penerbangan kedatangan dari Abu Dhabi menuju Jakarta juga dibatalkan.
  • Qatar Airways: Penerbangan dengan tujuan Doha mengalami pembatalan. Penerbangan kedatangan dari Doha menuju Jakarta juga dibatalkan.
  • Emirates: Penerbangan dengan tujuan Dubai mengalami pembatalan.
  • Garuda Indonesia: Penerbangan dengan tujuan Doha mengalami pembatalan.

Situasi ini menyoroti betapa rentannya industri penerbangan terhadap gejolak geopolitik dan penutupan wilayah udara. Penutupan wilayah udara dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk konflik bersenjata, ketegangan politik, atau alasan keamanan lainnya. Ketika wilayah udara ditutup, maskapai penerbangan harus mencari rute alternatif, yang dapat menambah waktu penerbangan, biaya operasional, dan bahkan menyebabkan pembatalan penerbangan jika tidak ada rute alternatif yang layak.

Dampak dari pembatalan dan penundaan penerbangan tidak hanya dirasakan oleh para penumpang, tetapi juga oleh maskapai penerbangan, bandara, dan industri pariwisata secara keseluruhan. Maskapai penerbangan harus menanggung biaya tambahan untuk menyediakan akomodasi dan makanan bagi penumpang yang terlantar, serta mengatur ulang jadwal penerbangan dan kru. Bandara juga harus bekerja ekstra untuk menangani lonjakan penumpang yang menunggu penerbangan mereka, serta memastikan bahwa semua fasilitas tetap beroperasi dengan lancar.

Industri pariwisata juga dapat mengalami kerugian akibat pembatalan dan penundaan penerbangan. Banyak wisatawan yang membatalkan perjalanan mereka karena khawatir akan ketidakpastian dan potensi masalah yang mungkin timbul. Hal ini dapat berdampak negatif terhadap pendapatan hotel, restoran, dan bisnis pariwisata lainnya.

Dalam menghadapi situasi seperti ini, penting bagi semua pihak terkait untuk bekerja sama dan berkoordinasi secara efektif. Maskapai penerbangan harus memberikan informasi yang akurat dan terkini kepada para penumpang, serta memberikan bantuan dan solusi yang memadai bagi mereka yang terdampak. Bandara harus memastikan bahwa semua fasilitas beroperasi dengan lancar dan bahwa para penumpang mendapatkan pelayanan yang terbaik. Pemerintah juga dapat berperan dalam memfasilitasi komunikasi dan koordinasi antara maskapai penerbangan, bandara, dan instansi terkait lainnya.

Selain itu, penting bagi para penumpang untuk memiliki asuransi perjalanan yang komprehensif yang mencakup risiko pembatalan dan penundaan penerbangan. Asuransi perjalanan dapat membantu menutupi biaya tambahan yang mungkin timbul akibat pembatalan dan penundaan penerbangan, seperti biaya akomodasi, makanan, dan transportasi.

Situasi yang terjadi di Bandara Soekarno-Hatta ini merupakan pengingat bahwa industri penerbangan adalah industri yang dinamis dan rentan terhadap berbagai faktor eksternal. Dengan kerja sama dan koordinasi yang baik, serta perencanaan yang matang, semua pihak terkait dapat mengatasi tantangan ini dan memastikan bahwa para penumpang tetap mendapatkan pelayanan yang terbaik.

Sebagai penutup, Aziz Fahmi Harahap kembali menekankan komitmen Bandara Soekarno-Hatta untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memastikan keselamatan penerbangan. Pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk meminimalkan dampak negatif terhadap para penumpang dan operasional bandara secara keseluruhan.

"Kami akan terus berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para penumpang dan memastikan bahwa Bandara Soekarno-Hatta tetap menjadi gerbang udara yang aman, nyaman, dan efisien bagi Indonesia," pungkasnya.

Bagikan:

Cahyono

Fokus pada topik sosial, ekonomi, dan layanan masyarakat dengan gaya penulisan yang to the point.