Jakarta, 23 Mei 2024 – Harga emas Antam (PT Aneka Tambang Tbk) mencatatkan lonjakan signifikan pada perdagangan Sabtu, 28 Februari 2026, mengakhiri pekan yang penuh dengan kenaikan. Kenaikan harga emas Antam ini sejalan dengan tren positif yang terjadi di pasar emas global, yang dipicu oleh berbagai faktor geopolitik dan ekonomi.

Menurut data dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam pada hari tersebut melonjak sebesar Rp 40.000 per gram, mencapai Rp 3.085.000 per gram. Kenaikan ini melanjutkan tren positif yang telah terlihat sepanjang pekan sebelumnya, di mana harga emas Antam juga mengalami peningkatan pada hari Kamis dan Jumat, masing-masing sebesar Rp 16.000 dan Rp 6.000.

Kenaikan harga emas Antam ini tentu menjadi kabar baik bagi para investor dan pemilik emas, namun juga menimbulkan pertanyaan mengenai faktor-faktor yang mendorong kenaikan harga tersebut. Analis pasar melihat beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap kenaikan harga emas, baik di pasar domestik maupun global.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas Antam:

  1. Kekhawatiran Geopolitik: Ketegangan geopolitik global, terutama di Timur Tengah, menjadi salah satu pendorong utama kenaikan harga emas. Konflik yang berkepanjangan dan potensi eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memicu kekhawatiran di kalangan investor, yang kemudian mencari aset safe haven seperti emas untuk melindungi nilai investasi mereka. Emas secara tradisional dianggap sebagai aset yang aman di masa-masa ketidakpastian, karena nilainya cenderung stabil atau bahkan meningkat saat terjadi gejolak ekonomi atau politik.

  2. Melemahnya Imbal Hasil Obligasi AS: Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun mengalami penurunan, mencapai level terendah dalam tiga bulan terakhir. Penurunan imbal hasil obligasi ini membuat emas menjadi lebih menarik bagi investor, karena emas tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Dengan kata lain, ketika imbal hasil obligasi rendah, biaya peluang untuk memegang emas juga menurun, sehingga investor lebih cenderung untuk mengalokasikan dana mereka ke emas.

  3. Inflasi yang Lebih Tinggi dari Perkiraan: Data terbaru menunjukkan bahwa harga produsen di Amerika Serikat naik lebih tinggi dari perkiraan pada bulan Januari. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat meningkat dalam beberapa bulan mendatang. Emas sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, karena nilainya cenderung meningkat seiring dengan kenaikan harga barang dan jasa. Oleh karena itu, kekhawatiran akan inflasi yang lebih tinggi dapat mendorong permintaan emas sebagai alat untuk melindungi daya beli.

  4. Permintaan yang Kuat dari China: Impor bersih emas China melalui Hong Kong pada bulan Januari melonjak 68,7% dibandingkan bulan Desember. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan emas di China sangat kuat, yang juga berkontribusi terhadap kenaikan harga emas global. China merupakan salah satu konsumen emas terbesar di dunia, dan peningkatan permintaan dari negara ini dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap pasar emas global.

Dampak Kenaikan Harga Emas Antam:

Kenaikan harga emas Antam memiliki beberapa dampak, baik bagi investor, konsumen, maupun perekonomian secara keseluruhan.

  • Keuntungan bagi Investor Emas: Kenaikan harga emas Antam tentu menjadi kabar baik bagi para investor yang telah memegang emas sebagai bagian dari portofolio investasi mereka. Mereka dapat menjual emas mereka dengan harga yang lebih tinggi, sehingga mendapatkan keuntungan yang signifikan.

  • Kenaikan Harga Barang dan Jasa: Kenaikan harga emas dapat berdampak pada kenaikan harga barang dan jasa lainnya, terutama yang menggunakan emas sebagai bahan baku. Hal ini dapat memicu inflasi dan mengurangi daya beli masyarakat.

  • Peningkatan Daya Tarik Investasi Emas: Kenaikan harga emas dapat meningkatkan daya tarik investasi emas bagi masyarakat. Semakin banyak orang yang tertarik untuk membeli emas sebagai bagian dari strategi investasi mereka, yang pada gilirannya dapat mendorong harga emas lebih tinggi lagi.

Rekor Tertinggi Harga Emas Antam:

Sebagai informasi tambahan, harga emas Antam mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis, 29 Januari 2026, di harga Rp 3.168.000 per gram. Sementara itu, harga buyback emas Antam pada saat itu berada di angka Rp 2.989.000 per gram. Rekor ini menunjukkan bahwa emas Antam merupakan investasi yang sangat menguntungkan dalam jangka panjang.

Harga Buyback Emas Antam:

Selain harga jual, harga buyback emas Antam juga mengalami kenaikan pada hari Sabtu, 28 Februari 2026. Harga buyback emas Antam ditetapkan sebesar Rp 2.864.000 per gram, naik Rp 40.000 dibandingkan hari sebelumnya. Harga buyback ini adalah harga di mana Antam akan membeli kembali emas dari masyarakat.

Daftar Harga Emas Antam:

Berikut adalah daftar harga emas Antam pada hari Sabtu, 28 Februari 2026, untuk Butik BELM Yogyakarta (daftar harga lengkap tidak tersedia dalam artikel asli):

(Karena daftar harga emas Antam tidak tersedia dalam artikel asli, bagian ini tidak dapat diisi. Namun, dalam artikel yang lebih panjang, Anda dapat menyertakan daftar harga emas Antam untuk berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1 kg, jika tersedia.)

Harga Emas Dunia Mendekati Level Tertinggi:

Kenaikan harga emas Antam sejalan dengan tren positif yang terjadi di pasar emas global. Harga emas dunia melonjak mendekati level tertinggi dalam satu bulan pada perdagangan Jumat, 27 Februari 2026. Logam mulia ini bahkan berada di jalur kenaikan bulanan ketujuh secara beruntun, didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik serta melemahnya imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS).

Harga emas spot naik 0,8% menjadi USD 5.230,56 per ons, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi sejak 30 Januari. Sepanjang Februari, harga emas telah menguat sekitar 7,6%. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April ditutup naik 1% ke level USD 5.247,90 per ons.

Prospek Harga Emas:

Melihat berbagai faktor yang mendorong kenaikan harga emas, analis pasar memperkirakan bahwa tren positif ini akan terus berlanjut dalam beberapa waktu mendatang. Ketegangan geopolitik yang belum mereda, kekhawatiran akan inflasi, dan permintaan yang kuat dari China diperkirakan akan terus mendukung harga emas.

Namun, investor juga perlu berhati-hati dan mempertimbangkan berbagai risiko yang dapat mempengaruhi harga emas. Perubahan kebijakan moneter oleh bank sentral, perbaikan kondisi ekonomi global, dan penurunan ketegangan geopolitik dapat memberikan tekanan pada harga emas.

Kesimpulan:

Kenaikan harga emas Antam pada akhir Februari 2026 menunjukkan bahwa emas tetap menjadi aset yang menarik bagi investor di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik global. Meskipun terdapat risiko yang perlu diperhatikan, prospek harga emas tetap positif dalam jangka panjang. Bagi investor yang ingin melindungi nilai investasi mereka, emas dapat menjadi pilihan yang menarik untuk dipertimbangkan.

Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Investor disarankan untuk melakukan riset sendiri dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum membuat keputusan investasi.

Bagikan:

Cahyono

Fokus pada topik sosial, ekonomi, dan layanan masyarakat dengan gaya penulisan yang to the point.