Logan Paul, sosok kontroversial yang dikenal sebagai YouTuber, pegulat profesional, dan pengusaha, kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, bukan karena aksi sensasional di media sosial, melainkan keberhasilannya menjual sebuah kartu Pokemon langka dengan harga fantastis: USD 16.492.000, setara dengan sekitar Rp 278 miliar (dengan estimasi kurs Rp 16.912 per dolar AS). Penjualan ini bukan sekadar transaksi bisnis biasa, tetapi juga mencerminkan tren investasi alternatif yang semakin populer di kalangan generasi muda, serta pembuktian diri bagi Logan Paul dalam membangun citra yang lebih serius di dunia bisnis.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kartu yang berhasil memecahkan rekor tersebut adalah Pikachu Illustrator, salah satu kartu Pokemon paling dicari dan langka di dunia. Pada tahun 2022, Logan Paul mengakuisisi kartu ini melalui penjualan pribadi dengan harga USD 5,3 juta, yang saat itu menjadikannya kartu Pokemon termahal yang pernah diperjualbelikan. Alih-alih menyimpannya sebagai koleksi pribadi, Paul memilih untuk menjadikannya bagian dari identitas publiknya. Ia bahkan mengenakan kartu tersebut sebagai liontin kalung bertabur berlian dalam berbagai acara besar, termasuk saat memasuki ring WWE. Tindakan ini mengubah kartu koleksi menjadi simbol personal branding yang unik, sekaligus karya seni pertunjukan yang menarik perhatian banyak orang.

Pada sebuah malam Minggu yang bersejarah, kartu Pikachu Illustrator tersebut resmi berpindah tangan melalui lelang. Pembelinya adalah AJ Scaramucci, seorang investor modal ventura yang juga merupakan putra dari Anthony Scaramucci, mantan direktur komunikasi Gedung Putih. Harga final yang dicapai dalam lelang ini mencetak rekor baru sebagai kartu trading termahal yang pernah dijual, sekaligus memberikan Logan Paul keuntungan signifikan, yaitu sekitar 212% dari investasi awalnya.

Lebih dari sekadar keuntungan finansial, penjualan kartu Pokemon ini memiliki makna yang lebih dalam bagi Logan Paul. Baginya, ini adalah sebuah pembuktian diri di tengah banyaknya kritik dan keraguan yang seringkali ditujukan kepadanya. Dalam sebuah wawancara dengan Fortune sebelum lelang berlangsung, Paul menyatakan, "Kita hidup di masa di mana semua orang ingin mengkritik, tetapi tidak ada yang mau membangun. Mereka hanya menjadi armchair quarterbacks yang berteriak dari pinggir lapangan, sementara ada orang-orang yang benar-benar menciptakan, membuat, membangun, dan mendirikan sesuatu. Dan saya adalah orang itu."

Selama bertahun-tahun, Logan Paul bersama adiknya, Jake Paul, telah berupaya keras untuk mengubah citra mereka dari YouTuber yang dikenal dengan konten prank menjadi pengusaha dan investor yang serius. Keduanya kini aktif di dunia modal ventura dan telah berhasil mengumpulkan kekayaan bersih bernilai ratusan juta dolar AS. Keberhasilan mereka menunjukkan bahwa dengan kerja keras, visi yang jelas, dan kemampuan beradaptasi, seseorang dapat mengubah persepsi publik dan mencapai kesuksesan di berbagai bidang.

Fenomena investasi di kalangan Generasi Z juga menjadi faktor penting yang mendorong nilai kartu Pokemon dan aset koleksi lainnya. Generasi muda kini semakin tertarik untuk berinvestasi dalam aset alternatif, mulai dari mata uang kripto hingga tas mewah, yang tidak hanya bernilai investasi, tetapi juga menjadi simbol status dan ekspresi diri. Logan Paul menjadi salah satu contoh bagaimana hobi dan koleksi dapat diubah menjadi aset bernilai fantastis, asalkan dilakukan dengan riset yang cermat dan strategi yang tepat.

Lonjakan nilai kartu Pokemon tidak hanya dialami oleh Logan Paul. Dalam dua dekade terakhir, kartu Pokemon telah mencatat kenaikan nilai yang signifikan, yaitu lebih dari 3.200%, menurut data Card Ladder. Bahkan, dalam tiga bulan terakhir saja, harga kartu Pokemon telah naik hampir 25%, melampaui performa saham teknologi populer seperti Nvidia. Hal ini menunjukkan bahwa pasar kartu Pokemon memiliki potensi investasi yang besar, meskipun juga memiliki risiko yang perlu dipertimbangkan.

Awalnya, Logan Paul memperkirakan kartunya akan terjual antara USD 7 juta hingga USD 12 juta. Namun, hasil akhir lelang justru melampaui ekspektasi tersebut, menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para kolektor dan investor terhadap kartu Pokemon langka. Investor kawakan seperti Gary Vaynerchuk, yang dikenal sebagai Gary Vee, sejak lama telah melihat potensi investasi dalam koleksi kartu. Pada tahun 2020, ia bahkan membandingkan peluang investasi kartu trading dengan keyakinannya pada media sosial seperti Facebook dan Twitter di masa awal.

"Memang ada banyak hal yang harus dipelajari dan tentu ada risiko seperti investasi lainnya," tulis Vaynerchuk saat itu. "Namun, kegembiraan yang saya rasakan saat berinvestasi di kartu sangat luar biasa." Pernyataan ini mencerminkan semangat para kolektor dan investor yang melihat nilai lebih dari sekadar uang dalam koleksi kartu, yaitu kegembiraan, nostalgia, dan potensi keuntungan di masa depan.

Meskipun demikian, Logan Paul tidak serta-merta mendorong generasi muda untuk meninggalkan investasi konvensional seperti dana pensiun. Pesannya lebih sederhana: jika Anda memiliki passion terhadap sesuatu, bangunlah sesuatu dari sana. "Jika Anda menyukai sesuatu dan bersemangat terhadapnya, pasti ada pasarnya," kata Paul. "Anda bisa membangun sesuatu dari situ, selama Anda benar-benar menekuninya."

Ia menambahkan bahwa di era yang terus berubah akibat kecerdasan buatan (AI) dan inovasi teknologi, kemampuan beradaptasi menjadi kunci kesuksesan. "Jika Anda tidak beradaptasi, Anda akan mati. Anda harus bisa berubah mengikuti zaman dan memanfaatkan teknologi yang ada," ujarnya. Pesan ini relevan bagi semua orang, terutama generasi muda yang akan menghadapi tantangan dan peluang di era digital yang semakin kompleks.

Penjualan kartu Pokemon langka oleh Logan Paul bukan hanya tentang uang, tetapi juga tentang pembuktian diri, tren investasi alternatif, dan pentingnya adaptasi di era digital. Ini adalah cerita yang menginspirasi dan memotivasi untuk mengejar passion, membangun sesuatu yang bernilai, dan terus belajar serta beradaptasi dengan perubahan zaman. Kisah ini juga menjadi pengingat bahwa dunia investasi tidak terbatas pada aset tradisional, tetapi juga mencakup aset koleksi yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan emosional. Dengan riset yang cermat dan strategi yang tepat, siapa pun dapat menemukan peluang investasi yang sesuai dengan minat dan tujuan mereka.

Bagikan: