Jakarta – Harga emas batangan yang diperdagangkan oleh PT Pegadaian (Persero) menunjukkan tren positif pada hari Jumat, 27 Februari 2026. Kenaikan harga ini terjadi pada dua jenis emas yang ditawarkan oleh Pegadaian, yaitu emas UBS dan emas Galeri24. Pergerakan harga emas Pegadaian ini terjadi di tengah sentimen pasar global yang menantikan perkembangan terbaru dari negosiasi nuklir antara Amerika Serikat dan Iran.

Menurut data yang dilansir dari laman resmi Sahabat Pegadaian, harga emas UBS pada pukul 07.47 WIB dipatok sebesar Rp 3.083.000 per gram. Angka ini mengalami kenaikan tipis sebesar Rp 1.000 dibandingkan dengan harga pada perdagangan hari sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp 3.082.000 per gram. Sementara itu, harga emas Galeri24 juga mengalami kenaikan, mencapai Rp 3.065.000 per gram pada hari ini. Harga ini lebih tinggi dibandingkan dengan harga pada hari Kamis, yaitu sebesar Rp 3.057.000 per gram.

Perlu dicatat bahwa harga jual emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu, tergantung pada dinamika pasar dan faktor-faktor lain yang memengaruhi harga emas.

Pegadaian menawarkan emas Galeri24 dalam berbagai pilihan kuantitas, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara itu, emas UBS tersedia dalam kuantitas mulai dari 0,5 gram hingga 500 gram. Fleksibilitas ini memungkinkan investor dan masyarakat untuk memilih produk emas yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan investasi mereka.

Harga Emas Dunia Tertahan di Tengah Ketidakpastian Geopolitik

Di pasar global, harga emas dunia cenderung bergerak stabil pada hari Kamis waktu setempat. Para pelaku pasar memilih untuk mengambil sikap menunggu dan melihat (wait and see) seiring dengan berlangsungnya putaran ketiga perundingan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran terkait program nuklir di Jenewa. Investor berharap bahwa negosiasi ini dapat menghasilkan kemajuan yang signifikan dan meredakan ketegangan geopolitik global yang telah berlangsung selama beberapa waktu.

Mengutip laporan dari CNBC, harga emas spot tercatat berada di level USD 5.168,72 per ounce. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup melemah 0,6% ke posisi USD 5.194,20 per ounce. Pergerakan harga emas yang cenderung stabil ini mencerminkan adanya keseimbangan antara faktor-faktor yang mendukung kenaikan harga emas dan faktor-faktor yang menekan harga emas.

Analis pasar dari FOREX.com, Razan Hilal, menilai bahwa pergerakan harga emas dan perak saat ini masih menghadapi tantangan teknikal. Menurutnya, emas dan perak sedang berupaya untuk menembus level resistance di USD 5.200 dan USD 90, namun sejauh pekan ini belum mampu mempertahankan penguatannya. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya penurunan harga apabila kesepakatan geopolitik jangka pendek benar-benar terwujud.

Hilal menambahkan bahwa jika kesepakatan geopolitik tercapai dalam waktu dekat, risiko koreksi harga emas dan perak bisa meningkat. Oleh karena itu, para investor dan pelaku pasar perlu mencermati perkembangan negosiasi nuklir antara AS dan Iran serta dampaknya terhadap pasar emas.

Pasar Menanti Sinyal Negosiasi, Ketidakpastian Masih Tinggi

Seorang pejabat senior Iran mengungkapkan kepada Reuters bahwa Amerika Serikat dan Iran berpotensi untuk mencapai kerangka kesepakatan apabila Washington bersedia untuk memisahkan isu nuklir dan non-nuklir dalam pembahasan. Namun, ia juga mengakui bahwa masih terdapat sejumlah perbedaan yang perlu dijembatani dalam putaran ketiga pembicaraan di Jenewa.

Pelaku pasar menaruh perhatian besar terhadap hasil pertemuan tersebut, karena hasil negosiasi ini dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap stabilitas geopolitik di kawasan Timur Tengah dan pasar keuangan global.

Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist di Zaner Metals, mengatakan bahwa banyak pihak menaruh perhatian pada bagaimana putaran ketiga pembicaraan ini akan berlangsung. Namun, terlepas dari hasilnya, menurutnya saat ini masih terdapat tingkat ketidakpastian yang cukup besar. Ketidakpastian ini dapat memengaruhi sentimen pasar dan pergerakan harga emas dalam jangka pendek.

Emas sendiri dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding). Logam mulia ini cenderung diminati saat terjadi ketidakpastian geopolitik maupun ekonomi. Investor seringkali mencari perlindungan pada emas saat terjadi gejolak di pasar keuangan atau kekhawatiran terhadap inflasi.

Grant memperkirakan bahwa harga emas masih berpotensi untuk naik menuju USD 5.340,72 hingga USD 5.400 per ounce. Namun, ia juga mengingatkan bahwa dalam jangka pendek tetap terbuka kemungkinan terjadinya koreksi harga. Oleh karena itu, para investor perlu berhati-hati dan mempertimbangkan berbagai faktor sebelum mengambil keputusan investasi terkait emas.

Secara keseluruhan, pergerakan harga emas Pegadaian dan harga emas dunia saat ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk sentimen pasar global, perkembangan negosiasi nuklir antara AS dan Iran, serta tingkat ketidakpastian geopolitik. Para investor dan pelaku pasar perlu mencermati perkembangan-perkembangan ini dan mempertimbangkan berbagai faktor risiko sebelum mengambil keputusan investasi terkait emas.

Bagikan:

Cahyono

Fokus pada topik sosial, ekonomi, dan layanan masyarakat dengan gaya penulisan yang to the point.