Jakarta – PT Pertamina (Persero) mengumumkan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax yang berlaku efektif mulai 1 Maret 2026 di seluruh wilayah Indonesia. Keputusan ini diambil sebagai implementasi formula harga yang diatur dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang baru. Penyesuaian harga ini mencerminkan perubahan biaya distribusi, logistik, dan komponen pajak yang berbeda di setiap daerah.

Pertamax merupakan BBM non-subsidi yang banyak digunakan oleh pemilik kendaraan pribadi dan komersial karena memiliki kualitas oktan yang lebih tinggi dibandingkan dengan Pertalite. Penyesuaian harga ini merupakan langkah strategis Pertamina untuk menyesuaikan diri dengan dinamika pasar dan regulasi yang ditetapkan oleh Kementerian ESDM (Keputusan Menteri No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022).

Dengan adanya penyesuaian ini, Pertamina berupaya untuk menciptakan struktur harga yang lebih akurat dan responsif terhadap perubahan komponen biaya di setiap wilayah. Hal ini bertujuan untuk memastikan keberlangsungan pasokan BBM yang stabil dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

Rincian Harga Pertamax Terbaru di Seluruh Provinsi Indonesia

Berikut adalah rincian lengkap harga Pertamax terbaru di seluruh provinsi Indonesia yang berlaku mulai 1 Maret 2026:

Wilayah Sumatera

  • Aceh: [Harga Pertamax di Aceh]
  • Sumatera Utara: [Harga Pertamax di Sumatera Utara]
  • Sumatera Barat: [Harga Pertamax di Sumatera Barat]
  • Riau: [Harga Pertamax di Riau]
  • Kepulauan Riau: [Harga Pertamax di Kepulauan Riau]
  • Jambi: [Harga Pertamax di Jambi]
  • Sumatera Selatan: [Harga Pertamax di Sumatera Selatan]
  • Bengkulu: [Harga Pertamax di Bengkulu]
  • Lampung: [Harga Pertamax di Lampung]
  • Bangka Belitung: [Harga Pertamax di Bangka Belitung]

Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara

  • DKI Jakarta: [Harga Pertamax di DKI Jakarta]
  • Jawa Barat: [Harga Pertamax di Jawa Barat]
  • Jawa Tengah: [Harga Pertamax di Jawa Tengah]
  • DI Yogyakarta: [Harga Pertamax di DI Yogyakarta]
  • Jawa Timur: [Harga Pertamax di Jawa Timur]
  • Banten: [Harga Pertamax di Banten]
  • Bali: [Harga Pertamax di Bali]
  • Nusa Tenggara Barat (NTB): [Harga Pertamax di NTB]
  • Nusa Tenggara Timur (NTT): [Harga Pertamax di NTT]

Wilayah Kalimantan

  • Kalimantan Barat: [Harga Pertamax di Kalimantan Barat]
  • Kalimantan Tengah: [Harga Pertamax di Kalimantan Tengah]
  • Kalimantan Selatan: [Harga Pertamax di Kalimantan Selatan]
  • Kalimantan Timur: [Harga Pertamax di Kalimantan Timur]
  • Kalimantan Utara: [Harga Pertamax di Kalimantan Utara]

Wilayah Sulawesi

  • Sulawesi Utara: [Harga Pertamax di Sulawesi Utara]
  • Gorontalo: [Harga Pertamax di Gorontalo]
  • Sulawesi Tengah: [Harga Pertamax di Sulawesi Tengah]
  • Sulawesi Barat: [Harga Pertamax di Sulawesi Barat]
  • Sulawesi Selatan: [Harga Pertamax di Sulawesi Selatan]
  • Sulawesi Tenggara: [Harga Pertamax di Sulawesi Tenggara]

Wilayah Maluku dan Papua

  • Maluku: [Harga Pertamax di Maluku]
  • Maluku Utara: [Harga Pertamax di Maluku Utara]
  • Papua: [Harga Pertamax di Papua]
  • Papua Barat: [Harga Pertamax di Papua Barat]
  • Papua Tengah: [Harga Pertamax di Papua Tengah]
  • Papua Pegunungan: [Harga Pertamax di Papua Pegunungan]
  • Papua Selatan: [Harga Pertamax di Papua Selatan]
  • Papua Barat Daya: [Harga Pertamax di Papua Barat Daya]

(Catatan: Harga Pertamax di setiap provinsi akan diisi setelah data resmi dikeluarkan oleh Pertamina.)

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyesuaian Harga Pertamax

Penyesuaian harga Pertamax dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain:

  1. Harga Minyak Mentah Dunia: Harga minyak mentah dunia merupakan faktor utama yang memengaruhi harga BBM di Indonesia. Fluktuasi harga minyak mentah dunia secara langsung memengaruhi biaya pengadaan BBM oleh Pertamina.

  2. Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS: Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS juga memiliki dampak signifikan terhadap harga BBM. Mengingat sebagian besar transaksi pembelian minyak mentah dilakukan dalam Dolar AS, pelemahan Rupiah akan meningkatkan biaya pengadaan BBM.

  3. Biaya Distribusi dan Logistik: Biaya distribusi dan logistik BBM dari kilang hingga ke SPBU juga memengaruhi harga Pertamax di setiap daerah. Wilayah dengan infrastruktur yang kurang memadai atau jarak yang lebih jauh dari kilang cenderung memiliki biaya distribusi yang lebih tinggi.

  4. Komponen Pajak: Komponen pajak, seperti Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), juga menjadi bagian dari harga jual Pertamax. Besaran pajak ini dapat berbeda-beda di setiap daerah, tergantung pada kebijakan pemerintah daerah setempat.

Dampak Penyesuaian Harga Pertamax bagi Masyarakat

Penyesuaian harga Pertamax tentu akan berdampak pada masyarakat, terutama bagi mereka yang menggunakan kendaraan pribadi dan komersial. Beberapa dampak yang mungkin terjadi antara lain:

  1. Peningkatan Biaya Transportasi: Penyesuaian harga Pertamax dapat menyebabkan peningkatan biaya transportasi, baik untuk transportasi pribadi maupun transportasi umum. Hal ini dapat memengaruhi daya beli masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki pendapatan terbatas.

  2. Potensi Kenaikan Harga Barang dan Jasa: Peningkatan biaya transportasi juga dapat memicu kenaikan harga barang dan jasa, karena biaya distribusi dan logistik menjadi lebih mahal. Hal ini dapat menyebabkan inflasi dan mengurangi daya saing produk lokal.

  3. Perubahan Perilaku Konsumen: Masyarakat mungkin akan mengubah perilaku konsumsinya sebagai respons terhadap penyesuaian harga Pertamax. Beberapa alternatif yang dapat dilakukan antara lain beralih ke transportasi umum, menggunakan kendaraan yang lebih hemat bahan bakar, atau mengurangi frekuensi bepergian.

Upaya Pemerintah dalam Menjaga Keterjangkauan Harga BBM

Pemerintah terus berupaya untuk menjaga keterjangkauan harga BBM bagi masyarakat, antara lain melalui:

  1. Subsidi BBM: Pemerintah memberikan subsidi untuk jenis BBM tertentu, seperti Pertalite, agar harganya tetap terjangkau bagi masyarakat. Namun, subsidi BBM memiliki implikasi terhadap anggaran negara dan perlu dikelola secara hati-hati.

  2. Stabilisasi Harga: Pemerintah dapat melakukan intervensi pasar untuk menstabilkan harga BBM, misalnya dengan mengatur margin keuntungan badan usaha atau memberikan insentif kepada produsen BBM.

  3. Pengembangan Energi Alternatif: Pemerintah mendorong pengembangan energi alternatif, seperti energi surya, energi angin, dan biofuel, untuk mengurangi ketergantungan pada BBM fosil.

Imbauan kepada Masyarakat

Dengan adanya penyesuaian harga Pertamax, masyarakat diimbau untuk:

  1. Bijak dalam Menggunakan BBM: Gunakan BBM secara efisien dan hindari pemborosan.

  2. Merawat Kendaraan Secara Berkala: Pastikan kendaraan dalam kondisi prima agar konsumsi BBM lebih efisien.

  3. Memilih Transportasi yang Tepat: Pertimbangkan untuk menggunakan transportasi umum atau kendaraan yang lebih hemat bahan bakar jika memungkinkan.

  4. Mencari Informasi yang Akurat: Dapatkan informasi mengenai harga BBM dari sumber yang terpercaya dan hindari penyebaran berita yang tidak benar.

Penyesuaian harga Pertamax merupakan bagian dari mekanisme pasar yang dinamis. Dengan memahami faktor-faktor yang memengaruhi harga BBM dan mengambil langkah-langkah yang bijak, masyarakat dapat menghadapi perubahan ini dengan lebih baik. Pemerintah juga diharapkan terus berupaya untuk menjaga keterjangkauan harga BBM dan mengembangkan energi alternatif demi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Bagikan:

Cahyono

Fokus pada topik sosial, ekonomi, dan layanan masyarakat dengan gaya penulisan yang to the point.