Purwakarta, Jawa Barat – Kabar duka kembali menghampiri dunia perdagangan tradisional di Indonesia. Pasar Rebo Purwakarta, salah satu pusat perbelanjaan penting bagi masyarakat setempat, dilanda kebakaran hebat pada Selasa (24/2/2026) dini hari. Api yang berkobar dengan cepat meluluhlantakkan puluhan kios pedagang, menyebabkan kerugian yang diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.
Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mengonfirmasi bahwa sedikitnya 80 kios di Pasar Rebo Purwakarta hangus terbakar dalam peristiwa tragis tersebut. Sekretaris Jenderal Ikappi, Reynaldi Sarijowan, langsung turun ke lokasi kejadian untuk meninjau dampak kebakaran dan mengumpulkan informasi dari para saksi mata.
"Kami telah meninjau langsung kondisi Pasar Rebo Purwakarta pascakebakaran dan berdialog dengan beberapa saksi yang melihat awal mula kejadian. Berdasarkan data yang kami kumpulkan, terdapat 80 kios yang ludes terbakar," ujar Reynaldi dalam keterangannya kepada media, Rabu (25/2/2026).
Ikappi memperkirakan bahwa setiap kios mengalami kerugian rata-rata sebesar Rp 300 juta. Dengan demikian, total kerugian yang diderita oleh para pedagang Pasar Rebo Purwakarta akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp 24 miliar.
"Kami mengasumsikan bahwa setiap pedagang mengalami kerugian sekitar Rp 300 juta akibat kebakaran ini. Jika dikalkulasikan, total kerugian akibat kebakaran Pasar Rebo Purwakarta mencapai Rp 24 miliar," jelas Reynaldi.
Menurut informasi yang dihimpun, api mulai menyulut kios-kios di Pasar Rebo Purwakarta sekitar pukul 02.30 WIB, menjelang waktu sahur. Material kios yang sebagian besar terbuat dari bahan-bahan yang mudah terbakar, seperti kayu dan plastik, menyebabkan api menyebar dengan cepat dan sulit dikendalikan.
Para pedagang yang kiosnya menjadi korban kebakaran hanya bisa pasrah melihat barang dagangan dan tempat mereka mencari nafkah sehari-hari dilalap api. Upaya pemadaman yang dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran dan dibantu oleh warga sekitar berlangsung hingga pagi hari.
Meskipun kebakaran menghanguskan puluhan kios, otoritas perdagangan setempat memastikan bahwa pasokan kebutuhan masyarakat tidak akan terganggu. Pemerintah daerah berjanji akan segera mengambil langkah-langkah untuk memulihkan kondisi Pasar Rebo Purwakarta dan membantu para pedagang yang menjadi korban kebakaran.
Duka Mendalam dan Harapan Pemulihan
Kebakaran Pasar Rebo Purwakarta meninggalkan duka mendalam bagi para pedagang dan masyarakat setempat. Pasar bukan hanya sekadar tempat bertransaksi jual beli, tetapi juga merupakan pusat interaksi sosial dan budaya bagi masyarakat. Kehilangan pasar berarti kehilangan sebagian dari identitas dan kehidupan sosial mereka.
Para pedagang yang menjadi korban kebakaran tentu saja mengalami pukulan yang berat. Selain kehilangan barang dagangan dan tempat usaha, mereka juga kehilangan mata pencaharian dan sumber pendapatan untuk menghidupi keluarga.
"Kami sangat terpukul dengan kejadian ini. Kami kehilangan segalanya. Barang dagangan kami habis terbakar, kios kami hancur. Kami tidak tahu bagaimana kami akan menghidupi keluarga kami sekarang," ujar salah seorang pedagang Pasar Rebo Purwakarta yang menjadi korban kebakaran, dengan nada sedih.
Ikappi menyatakan keprihatinannya atas musibah yang menimpa para pedagang Pasar Rebo Purwakarta. Organisasi ini berjanji akan terus mendampingi dan memberikan dukungan kepada para pedagang yang menjadi korban kebakaran.
"Kami sangat prihatin dengan musibah yang menimpa para pedagang Pasar Rebo Purwakarta. Kami akan terus mendampingi dan memberikan dukungan kepada mereka agar mereka bisa segera bangkit dan kembali berjualan," kata Reynaldi.
Ikappi juga mengimbau kepada pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait untuk segera memberikan bantuan kepada para pedagang yang menjadi korban kebakaran. Bantuan tersebut dapat berupa bantuan modal usaha, bantuan tempat berjualan sementara, atau bantuan lainnya yang dapat meringankan beban para pedagang.
Waspada Kebakaran, Imbauan untuk Pedagang Pasar di Seluruh Indonesia
Menanggapi kebakaran Pasar Rebo Purwakarta, Ikappi mengingatkan kepada seluruh pedagang pasar di Indonesia untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap bahaya kebakaran. Reynaldi Sarijowan menekankan bahwa musim kebakaran biasanya terjadi menjelang puasa, saat puasa, dan pasca lebaran.
"Kami mengingatkan kepada seluruh pedagang pasar di Indonesia untuk berhati-hati dan waspada terhadap bahaya kebakaran. Musim kebakaran biasanya terjadi menjelang puasa, saat puasa, dan pasca lebaran," ujar Reynaldi.
Ikappi mengimbau kepada para pedagang untuk memeriksa instalasi listrik di kios masing-masing secara berkala. Pastikan tidak ada kabel yang terkelupas atau sambungan yang longgar. Hindari menumpuk barang dagangan terlalu tinggi atau menutupi sumber listrik. Sediakan alat pemadam api ringan (APAR) di setiap kios dan pastikan semua pedagang mengetahui cara menggunakannya.
Selain itu, Ikappi juga meminta kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap para pedagang pasar. Pemerintah daerah perlu memberikan pelatihan tentang pencegahan dan penanggulangan kebakaran kepada para pedagang. Pemerintah daerah juga perlu menyediakan fasilitas pemadam kebakaran yang memadai di setiap pasar.
"Kami meminta kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap para pedagang pasar. Pemerintah daerah perlu memberikan pelatihan tentang pencegahan dan penanggulangan kebakaran kepada para pedagang. Pemerintah daerah juga perlu menyediakan fasilitas pemadam kebakaran yang memadai di setiap pasar," kata Reynaldi.
Ikappi berharap dengan adanya kesadaran dan kewaspadaan dari para pedagang serta dukungan dari pemerintah daerah, kejadian kebakaran di pasar-pasar tradisional di Indonesia dapat dicegah atau diminimalkan.
Harapan untuk Pemulihan Pasar Rebo Purwakarta
Kebakaran Pasar Rebo Purwakarta merupakan pukulan yang berat bagi para pedagang dan masyarakat setempat. Namun, Ikappi yakin bahwa dengan semangat gotong royong dan dukungan dari semua pihak, Pasar Rebo Purwakarta akan segera pulih dan kembali menjadi pusat perbelanjaan yang ramai dan sejahtera.
Ikappi mengajak kepada seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan kepada para pedagang Pasar Rebo Purwakarta yang menjadi korban kebakaran. Dukungan tersebut dapat berupa membeli barang dagangan dari para pedagang yang masih bisa berjualan, memberikan donasi, atau memberikan dukungan moral.
"Kami mengajak kepada seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan kepada para pedagang Pasar Rebo Purwakarta yang menjadi korban kebakaran. Mari kita bersama-sama membantu mereka untuk bangkit dan kembali berjualan," ajak Reynaldi.
Ikappi juga berharap agar pemerintah daerah segera mengambil langkah-langkah konkret untuk memulihkan kondisi Pasar Rebo Purwakarta. Pemerintah daerah perlu segera membangun kembali kios-kios yang terbakar dan memberikan bantuan modal usaha kepada para pedagang.
"Kami berharap agar pemerintah daerah segera mengambil langkah-langkah konkret untuk memulihkan kondisi Pasar Rebo Purwakarta. Pemerintah daerah perlu segera membangun kembali kios-kios yang terbakar dan memberikan bantuan modal usaha kepada para pedagang," kata Reynaldi.
Ikappi yakin bahwa dengan kerja keras dan dukungan dari semua pihak, Pasar Rebo Purwakarta akan segera pulih dan kembali menjadi kebanggaan masyarakat Purwakarta.
Kesimpulan
Kebakaran Pasar Rebo Purwakarta merupakan tragedi yang memilukan. Puluhan kios pedagang ludes terbakar, menyebabkan kerugian yang diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah. Ikappi mengimbau kepada seluruh pedagang pasar di Indonesia untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap bahaya kebakaran. Ikappi juga meminta kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap para pedagang pasar. Dengan semangat gotong royong dan dukungan dari semua pihak, diharapkan Pasar Rebo Purwakarta akan segera pulih dan kembali menjadi pusat perbelanjaan yang ramai dan sejahtera.





