Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tengah menjajaki sebuah inisiatif ambisius yang berpotensi merevolusi industri genteng nasional dan meningkatkan kualitas hunian di seluruh Indonesia. Program yang dinamakan "Gentengisasi" ini bertujuan untuk meningkatkan penggunaan genteng berkualitas produksi dalam negeri, sekaligus memberdayakan para pengusaha genteng lokal dan menciptakan lapangan kerja baru.

Menteri PKP, Maruarar Sirait, secara aktif mendorong realisasi program ini dengan melakukan pendekatan langsung ke sentra-sentra produksi genteng di berbagai daerah. Sebagai langkah awal, Majalengka, Jawa Barat, dipilih sebagai lokasi studi utama mengingat reputasinya sebagai pusat industri genteng nasional yang telah lama berdiri.

“Kami melihat potensi besar dalam industri genteng lokal untuk memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan perumahan yang berkualitas dan terjangkau,” ujar Menteri Maruarar, yang akrab disapa Menteri Ara, dalam keterangannya di Kantor Kementerian PKP, Senin (9/2/2026). “Program Gentengisasi ini bukan hanya tentang mengganti atap rumah, tetapi juga tentang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.”

Langkah konkret pertama yang diambil adalah menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah daerah Majalengka. Menteri Ara telah menghubungi langsung Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah Majalengka untuk membahas potensi kerjasama dan dukungan terhadap program ini.

“Saya sudah izin dan berkomunikasi dengan teman-teman di Majalengka mengenai program Gentengisasi ini. Saya sudah berbicara dengan Bupatinya, Wakil Bupatinya, Sekretaris Daerahnya, dan saya akan segera menurunkan tim dari kementerian untuk meninjau langsung kondisi di lapangan,” jelasnya.

Pemilihan Majalengka sebagai lokasi studi awal bukan tanpa alasan. Menteri Ara memiliki kedekatan personal dan pemahaman mendalam mengenai wilayah Jatiwangi, yang merupakan bagian dari Majalengka. Selama 15 tahun, ia menjadi wakil rakyat dari daerah pemilihan tersebut, sehingga ia sangat familiar dengan potensi dan tantangan yang dihadapi oleh industri genteng lokal.

“Jatiwangi itu sudah seperti rumah sendiri bagi saya. Saya bolak-balik ke sana, jadi saya sangat mengerti kondisi di sana,” ungkapnya. Bahkan, saat kampanye bersama Presiden Prabowo Subianto pada 21 Januari 2024, ia menyempatkan diri untuk mengunjungi dan berinteraksi dengan masyarakat Jatiwangi.

Dalam waktu dekat, Menteri Ara berencana untuk melakukan kunjungan langsung ke Majalengka. Kunjungan ini bertujuan untuk bertemu langsung dengan para pengusaha genteng, tenaga kerja, dan berbagai pihak terkait lainnya. Ia ingin mendapatkan gambaran yang komprehensif mengenai ekosistem industri genteng di Majalengka, mulai dari proses produksi, distribusi, hingga pemasaran.

“Ya, saya akan datang ke sana untuk bertemu dengan para pengusaha genteng, tenaga kerjanya, dan melihat langsung ekosistemnya. Kami sudah memiliki sedikit kajian awal, tetapi kami ingin mendapatkan informasi yang lebih detail dan akurat dari lapangan,” jelasnya.

Kajian awal yang telah dilakukan oleh Kementerian PKP menunjukkan bahwa industri genteng lokal memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Dengan dukungan yang tepat, industri ini dapat meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, dan daya saing di pasar domestik maupun internasional.

Program Gentengisasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi berbagai pihak. Bagi masyarakat, program ini akan memberikan akses terhadap genteng berkualitas dengan harga yang terjangkau. Bagi pengusaha genteng, program ini akan membuka peluang pasar yang lebih luas dan meningkatkan pendapatan. Bagi pemerintah daerah, program ini akan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan menciptakan lapangan kerja baru.

Namun demikian, Menteri Ara menyadari bahwa implementasi program Gentengisasi ini tidak akan berjalan mulus tanpa adanya tantangan. Beberapa tantangan yang mungkin dihadapi antara lain adalah persaingan dengan produk genteng impor, fluktuasi harga bahan baku, dan keterbatasan akses terhadap teknologi dan modal.

Oleh karena itu, Kementerian PKP akan melakukan koordinasi yang erat dengan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, asosiasi pengusaha genteng, lembaga keuangan, dan lembaga riset. Tujuannya adalah untuk mencari solusi terbaik dalam mengatasi berbagai tantangan yang mungkin muncul.

“Kami akan bekerja sama dengan semua pihak terkait untuk memastikan bahwa program Gentengisasi ini dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tegas Menteri Ara.

Lebih lanjut, program Gentengisasi ini juga diharapkan dapat mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian di Indonesia. Dengan menggunakan genteng berkualitas, rumah-rumah akan menjadi lebih nyaman, aman, dan tahan lama. Selain itu, penggunaan genteng lokal juga akan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor dan meningkatkan kemandirian ekonomi nasional.

Kementerian PKP berkomitmen untuk terus mengembangkan program Gentengisasi ini agar dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembangunan perumahan dan perekonomian nasional. Dengan dukungan dari semua pihak, program ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi masalah perumahan di Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ke depan, Kementerian PKP berencana untuk memperluas program Gentengisasi ini ke daerah-daerah lain di Indonesia yang memiliki potensi industri genteng yang besar. Dengan demikian, diharapkan bahwa program ini dapat memberikan dampak yang lebih luas dan merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Program Gentengisasi ini bukan hanya sekadar program penggantian atap rumah, tetapi merupakan sebuah gerakan untuk meningkatkan kualitas hunian, memberdayakan industri lokal, dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan semangat gotong royong dan kerjasama dari semua pihak, program ini diharapkan dapat mewujudkan impian setiap keluarga Indonesia untuk memiliki rumah yang layak huni dan berkualitas.

Implementasi program Gentengisasi juga sejalan dengan visi pemerintah untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Penggunaan genteng lokal yang ramah lingkungan akan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan hidup dan mendukung upaya pelestarian sumber daya alam.

Kementerian PKP akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap program Gentengisasi ini agar dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat dan negara. Dengan komitmen yang kuat dan dukungan dari semua pihak, program ini diharapkan dapat menjadi salah satu legacy positif dari pemerintahan saat ini.

Bagikan:

Cahyono

Fokus pada topik sosial, ekonomi, dan layanan masyarakat dengan gaya penulisan yang to the point.