Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara secara resmi dikukuhkan untuk periode 2026-2031. Pengukuhan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat struktur organisasi industri air minum dalam kemasan (AMDK) di tingkat regional, sekaligus menegaskan komitmen AMDATARA untuk bersinergi erat dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan industri yang berkelanjutan dan berkontribusi positif bagi perekonomian.

Acara pengukuhan yang berlangsung meriah tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari kalangan industri AMDK, perwakilan pemerintah daerah, serta para pelaku usaha AMDK di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan betapa pentingnya peran AMDATARA dalam mengawal perkembangan industri AMDK di kedua wilayah tersebut.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) AMDATARA, Karyanto Wibowo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengukuhan DPD ini merupakan momentum krusial bagi konsolidasi para pelaku usaha AMDK di Bali dan Nusa Tenggara. Ia menekankan bahwa tantangan yang dihadapi industri AMDK saat ini semakin kompleks, mulai dari regulasi yang dinamis, kebutuhan peningkatan kapasitas industri, hingga isu-isu keberlanjutan lingkungan yang semakin mendesak. Oleh karena itu, kehadiran DPD AMDATARA diharapkan dapat menjadi wadah yang efektif untuk menyatukan kekuatan dan merumuskan strategi bersama dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut.

Karyanto Wibowo juga menegaskan komitmen AMDATARA untuk lebih dekat dengan para anggotanya di daerah. Ia menyadari bahwa setiap daerah memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda-beda, sehingga pendekatan yang dilakukan harus disesuaikan dengan kondisi lokal. Dengan adanya DPD di Bali dan Nusa Tenggara, diharapkan AMDATARA dapat lebih responsif terhadap kebutuhan dan aspirasi para pelaku usaha AMDK di kedua wilayah tersebut.

"Kolaborasi yang solid antar-pelaku usaha sangat diperlukan agar industri AMDK dapat memberikan kontribusi nyata terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat provinsi maupun nasional," ujar Karyanto Wibowo dengan penuh semangat. Ia meyakini bahwa dengan bersatu dan saling mendukung, industri AMDK dapat menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi di Bali dan Nusa Tenggara.

Lebih lanjut, Karyanto Wibowo mengungkapkan agenda prioritas yang akan dilakukan pascapengukuhan DPD. Agenda tersebut meliputi konsolidasi internal organisasi untuk memperkuat struktur dan mekanisme kerja DPD, sosialisasi visi dan misi AMDATARA kepada seluruh pelaku usaha AMDK di Bali dan Nusa Tenggara, serta penguatan kemitraan strategis dengan pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait lainnya.

Selain itu, AMDATARA juga akan fokus pada isu-isu penting yang menjadi perhatian para pelaku usaha AMDK, seperti penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk menjamin kualitas produk, perizinan air tanah yang transparan dan berkeadilan, sertifikasi halal untuk memenuhi kebutuhan konsumen muslim, masalah transportasi dan logistik yang efisien, pengelolaan sampah plastik yang bertanggung jawab, serta perlindungan lingkungan yang berkelanjutan.

Ketua DPD AMDATARA Bali dan Nusa Tenggara, I Gusti Ngurah Warassutha Aryajasse, menyatakan kesiapan DPD untuk menjalankan amanah yang telah diberikan. Ia berkomitmen untuk mempercepat pengembangan organisasi dan mendorong kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, serta memacu inovasi di kalangan industri AMDK.

Ngurah Warassutha Aryajasse juga mengajak seluruh pelaku usaha AMDK di Bali dan Nusa Tenggara untuk bergabung dengan AMDATARA. Ia menekankan bahwa bergabung dengan AMDATARA bukan sekadar formalitas, melainkan membuka akses lebih luas ke jaringan industri, berbagi praktik terbaik, serta meningkatkan posisi tawar dalam menghadapi dinamika regulasi.

"Kami ingin membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan—tidak hanya mengejar profit, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat," tegas Ngurah Warassutha Aryajasse. Ia meyakini bahwa dengan mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan, industri AMDK dapat tumbuh dan berkembang secara harmonis dengan lingkungan dan masyarakat sekitar.

Pengukuhan DPD AMDATARA Bali dan Nusa Tenggara ini menjadi momentum penting bagi industri AMDK di kedua wilayah tersebut. Dengan kepengurusan yang baru dan komitmen yang kuat, AMDATARA diharapkan dapat menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan industri AMDK yang berkelanjutan, berdaya saing, dan berkontribusi positif bagi perekonomian daerah dan nasional.

Fokus pada Keberlanjutan Lingkungan

Salah satu isu krusial yang menjadi perhatian utama AMDATARA adalah keberlanjutan lingkungan. Industri AMDK memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian sumber daya air dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, AMDATARA berkomitmen untuk mendorong para pelaku usaha AMDK agar menerapkan praktik-praktik bisnis yang ramah lingkungan.

Beberapa langkah konkret yang akan dilakukan AMDATARA dalam mendukung keberlanjutan lingkungan antara lain:

  • Pengelolaan Sampah Plastik: AMDATARA akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah plastik yang efektif dan efisien. Hal ini meliputi peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya membuang sampah plastik pada tempatnya, pengembangan infrastruktur daur ulang, serta inovasi dalam penggunaan bahan kemasan yang lebih ramah lingkungan.
  • Efisiensi Penggunaan Air: AMDATARA akan mendorong para pelaku usaha AMDK untuk menerapkan teknologi dan praktik-praktik yang dapat mengurangi penggunaan air dalam proses produksi. Hal ini meliputi penggunaan teknologi daur ulang air, optimasi proses produksi, serta pelatihan bagi karyawan tentang pentingnya efisiensi penggunaan air.
  • Konservasi Sumber Daya Air: AMDATARA akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat untuk menjaga kelestarian sumber daya air. Hal ini meliputi kegiatan penanaman pohon, rehabilitasi lahan kritis, serta edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan sumber air.

Kemitraan Strategis dengan Pemerintah Daerah

AMDATARA menyadari bahwa kemitraan yang kuat dengan pemerintah daerah merupakan kunci keberhasilan dalam mewujudkan industri AMDK yang berkelanjutan dan berkontribusi positif bagi perekonomian daerah. Oleh karena itu, AMDATARA berkomitmen untuk menjalin hubungan yang harmonis dan saling menguntungkan dengan pemerintah daerah.

Beberapa bentuk kemitraan strategis yang akan dilakukan AMDATARA dengan pemerintah daerah antara lain:

  • Dialog dan Koordinasi: AMDATARA akan secara aktif berdialog dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk membahas isu-isu penting yang terkait dengan industri AMDK, seperti regulasi, perizinan, dan pengembangan infrastruktur.
  • Dukungan Program Pemerintah: AMDATARA akan mendukung program-program pemerintah daerah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan.
  • Promosi Investasi: AMDATARA akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mempromosikan investasi di sektor industri AMDK, sehingga dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan daerah.

Dengan komitmen yang kuat dan kerja sama yang erat antara AMDATARA, para pelaku usaha AMDK, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan industri AMDK di Bali dan Nusa Tenggara dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan, memberikan manfaat yang besar bagi semua pihak.

Bagikan:

Cahyono

Fokus pada topik sosial, ekonomi, dan layanan masyarakat dengan gaya penulisan yang to the point.