Jakarta – Harga emas mencatatkan lonjakan signifikan, melampaui kenaikan 1% pada perdagangan Rabu, 18 Februari 2026. Kenaikan harga emas global ini didorong oleh meningkatnya kekhawatiran investor terhadap risiko geopolitik yang semakin memanas di berbagai belahan dunia. Selain itu, pasar juga tengah menanti rilis risalah pertemuan the Federal Reserve (The Fed) pada bulan Januari, yang diharapkan dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat tersebut.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Emas, yang secara tradisional dianggap sebagai aset safe-haven, kembali menjadi pilihan utama bagi investor di tengah ketidakpastian global. Permintaan terhadap emas cenderung meningkat ketika terjadi gejolak ekonomi atau politik, karena emas dianggap sebagai penyimpan nilai yang aman dan dapat melindungi kekayaan dari inflasi dan devaluasi mata uang. Pada tanggal 29 Januari 2026, harga emas bahkan sempat mencapai rekor tertinggi USD 5.594,82 per ounce, mencerminkan tingginya permintaan dan kekhawatiran pasar saat itu.
Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas adalah meningkatnya ketegangan geopolitik di berbagai wilayah. Konflik dan perselisihan antar negara, serta ketidakstabilan politik di beberapa negara, telah menciptakan lingkungan yang tidak pasti bagi investor. Dalam situasi seperti ini, emas sering kali menjadi pilihan yang menarik karena dianggap lebih stabil dan aman dibandingkan dengan aset berisiko lainnya, seperti saham dan obligasi.
Selain faktor geopolitik, pasar juga tengah menanti dengan antisipasi rilis risalah pertemuan The Fed pada bulan Januari. Risalah ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai pandangan para pejabat The Fed terhadap kondisi ekonomi dan inflasi, serta arah kebijakan moneter yang mungkin diambil dalam beberapa bulan mendatang. Kebijakan The Fed, terutama terkait dengan suku bunga, memiliki dampak yang signifikan terhadap harga emas.
Secara historis, emas cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah. Ketika suku bunga rendah, biaya peluang untuk memegang emas menjadi lebih rendah, karena investor tidak kehilangan potensi pendapatan bunga dari investasi lain. Selain itu, suku bunga rendah juga dapat melemahkan nilai tukar dolar AS, yang pada gilirannya dapat membuat harga emas menjadi lebih menarik bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
Namun, perlu diingat bahwa harga emas juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti permintaan fisik emas, produksi emas global, dan sentimen pasar secara keseluruhan. Permintaan fisik emas, terutama dari negara-negara seperti China dan India, dapat memberikan dukungan signifikan terhadap harga emas. Sementara itu, peningkatan produksi emas global dapat memberikan tekanan ke bawah pada harga.
Dalam jangka pendek, harga emas diperkirakan akan terus berfluktuasi seiring dengan perkembangan situasi geopolitik dan ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed. Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan ini dan mempertimbangkan toleransi risiko masing-masing sebelum membuat keputusan investasi.
Analisis Harga Emas Terkini
Pada perdagangan Rabu, 18 Februari 2026, harga emas spot mengalami kenaikan signifikan sebesar 1,7%, mencapai USD 4.957,70 per ounce. Sementara itu, harga emas batangan mengalami penurunan menjadi USD 4.841,74 pada hari Selasa. Harga kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April juga menguat sebesar 0,5%, mencapai USD 4.977,80.
Kenaikan harga emas ini mencerminkan sentimen pasar yang positif terhadap aset safe-haven di tengah ketidakpastian global. Investor tampaknya semakin khawatir terhadap risiko geopolitik dan potensi dampak kebijakan The Fed terhadap pasar keuangan.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga Emas
Berikut adalah beberapa faktor utama yang mempengaruhi harga emas:
- Risiko Geopolitik: Ketegangan dan konflik antar negara dapat meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe-haven.
- Kebijakan The Fed: Kebijakan suku bunga dan pernyataan The Fed mengenai kondisi ekonomi dan inflasi dapat mempengaruhi sentimen pasar terhadap emas.
- Permintaan Fisik Emas: Permintaan emas dari sektor perhiasan, investasi, dan industri dapat memberikan dukungan terhadap harga emas.
- Produksi Emas Global: Peningkatan produksi emas dapat memberikan tekanan ke bawah pada harga.
- Nilai Tukar Dolar AS: Pelemahan dolar AS dapat membuat harga emas menjadi lebih menarik bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
- Inflasi: Emas sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, sehingga permintaan terhadap emas dapat meningkat ketika inflasi meningkat.
Kesimpulan
Harga emas saat ini berada dalam tren naik di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan antisipasi pasar terhadap kebijakan The Fed. Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan ini dan mempertimbangkan toleransi risiko masing-masing sebelum membuat keputusan investasi. Emas tetap menjadi aset yang menarik bagi investor yang mencari perlindungan terhadap ketidakpastian global, tetapi penting untuk diingat bahwa harga emas juga dapat berfluktuasi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Investor disarankan untuk berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum membuat keputusan investasi.





