Jakarta – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menaruh harapan besar pada Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, untuk menjadi salah satu sentra utama pemasok genteng nasional. Proyeksi ini muncul seiring dengan digulirkannya program Gentengisasi nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas rumah rakyat di seluruh Indonesia, dengan memberdayakan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.

Menteri PKP, Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara, menyampaikan optimisme tersebut dalam sebuah pernyataan tertulis pada hari Sabtu (28/2/2026). "Kita mulai dari Jawa Barat. Jika program ini berhasil di sini, kita akan memperluasnya ke daerah lain, seperti Jawa Tengah. Kunci keberhasilan terletak pada kualitas produk, konsistensi produksi, dan komitmen bersama dari semua pihak yang terlibat," tegas Ara.

Ara menegaskan bahwa Kementerian PKP sepenuhnya mendukung program Gentengisasi Nasional, yang merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan untuk mewujudkan rumah rakyat yang lebih layak huni, sejuk, dan berkualitas. Lebih dari sekadar bantuan sosial, program Gentengisasi ini dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mendorong pertumbuhan industri lokal, dan menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang positif bagi perekonomian.

"Program ini bukan sekadar charity. Ini adalah program yang menekankan pada kualitas dan keberlanjutan. Kita ingin UMKM naik kelas, industri genteng menjadi kuat, dan rumah rakyat tidak panas. Kita ingin agar efek berganda dari program ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Masyarakat senang, industri pun tumbuh," lanjut Ara.

Dalam kunjungan kerja Menteri PKP ke Majalengka, telah dicapai kesepakatan harga genteng sebesar Rp 4.300 per unit, yang berlaku hingga lokasi proyek di seluruh wilayah Jawa Barat. Kesepakatan ini menjadi angin segar bagi para pengembang perumahan, yang akan menjadi konsumen utama dari produk genteng UMKM Majalengka.

Salah satu pengembang perumahan yang hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan komitmen untuk melakukan transaksi awal senilai sekitar Rp 12,6 miliar dari satu pelaku usaha. Targetnya, transaksi perdana ini dapat direalisasikan pada awal April 2026. Komitmen ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap kualitas produk genteng Majalengka dan potensi program Gentengisasi Nasional.

Namun, Ara menyadari bahwa program Gentengisasi ini tidak terlepas dari berbagai tantangan. Tantangan utama yang harus diatasi adalah menjaga kualitas dan kapasitas produksi. Genteng yang diproduksi harus memenuhi standar ketahanan minimal 15 tahun, tahan terhadap panas dan hujan, serta memiliki nilai estetika yang menarik. Selain itu, pengembangan model genteng flat untuk memenuhi kebutuhan desain perumahan modern juga menjadi prioritas.

Untuk menjamin mutu genteng yang dihasilkan, pemerintah daerah akan memfasilitasi proses sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi para pelaku UMKM. Sertifikasi SNI ini akan menjadi bukti bahwa produk genteng yang dihasilkan telah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen.

Dari sisi pembiayaan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyatakan kesiapannya untuk mendukung program Gentengisasi melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan. KUR Perumahan ini akan memberikan akses permodalan yang lebih mudah bagi para pelaku UMKM genteng, sehingga mereka dapat meningkatkan kapasitas produksi dan memenuhi permintaan pasar.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan peran pihaknya sebagai penghubung antara pengrajin genteng dan pengembang perumahan. BRI akan berperan aktif dalam menciptakan ekosistem industri yang sehat dan berkelanjutan di daerah. Dengan adanya kepastian pasar dan dukungan pembiayaan yang memadai, diharapkan industri genteng di Majalengka dapat tumbuh dan berkembang pesat.

"Buyer sudah jelas, demand sudah ada. Yang penting kualitas dijaga dan produksinya cukup. BRI siap berada di tengah untuk memperkuat pembiayaan UMKM dan sektor perumahan," kata Hery.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga memberikan dukungan penuh terhadap program Gentengisasi yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini dinilai sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas hunian masyarakat, penguatan estetika lingkungan permukiman, serta penggunaan material bangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Presiden memperkenalkan program Gentengisasi sebagai bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Program ini diharapkan dapat mendorong keterlibatan industri nasional sehingga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyampaikan bahwa program gentengisasi merupakan peluang strategis bagi industri genteng dan keramik nasional untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas investasi, serta memperkuat daya saing produk dalam negeri melalui penerapan standardisasi dan pemanfaatan teknologi industri.

“Program gentengisasi ini menjadi momentum penting bagi industri genteng dan keramik nasional untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing, sekaligus memperkuat struktur industri material bangunan dalam negeri,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (25/2).

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Emmy Suryandari, menegaskan bahwa penguatan industri material bangunan melalui program gentengisasi perlu didukung dengan penerapan standardisasi yang konsisten serta penguatan layanan teknis di seluruh unit kerja BSKJI.

“BSKJI mendorong agar program gentengisasi ini tidak hanya berfokus pada peningkatan volume produksi, tetapi juga pada pemenuhan standar mutu, efisiensi proses, dan aspek keberlanjutan. Standardisasi dan layanan jasa industri menjadi instrumen penting untuk memastikan produk genteng nasional memiliki kualitas yang terjamin dan mampu bersaing di pasar domestik maupun global,” ujar Emmy.

Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku industri, program Gentengisasi Nasional diharapkan dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, industri, dan perekonomian Indonesia. Majalengka, dengan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimilikinya, siap menjadi pusat genteng nasional dan berkontribusi dalam mewujudkan rumah rakyat yang lebih berkualitas.

Bagikan:

Cahyono

Fokus pada topik sosial, ekonomi, dan layanan masyarakat dengan gaya penulisan yang to the point.