Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menunjukkan keseriusannya dalam mewujudkan program gentengisasi nasional. Sebuah langkah konkret telah diinisiasi dengan menjadikan Majalengka, Jawa Barat, sebagai pusat perhatian. Daerah yang dikenal luas sebagai sentra industri genteng nasional ini akan menjadi lokomotif penggerak program ambisius yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas hunian dan memberdayakan industri lokal.
Menteri PKP, Maruarar Sirait, yang akrab disapa Menteri Ara, terjun langsung dalam proses perencanaan program ini. Beliau telah menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah daerah Majalengka, mulai dari Bupati, Wakil Bupati, hingga Sekretaris Daerah. Komunikasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan wujud komitmen untuk memastikan program berjalan selaras dengan kebutuhan dan potensi daerah.
"Gentengisasi ini sudah saya koordinasikan dengan teman-teman di Majalengka. Saya sudah berbicara langsung dengan Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah. Dalam waktu dekat, saya akan menurunkan tim dari kementerian untuk melakukan survei dan kajian mendalam di lapangan," ungkap Menteri Ara di Kantor Kementerian PKP, Senin (9/2/2026).
Keterlibatan Menteri Ara dalam program ini bukan tanpa alasan. Beliau memiliki kedekatan emosional dan pemahaman mendalam mengenai wilayah Jatiwangi, Majalengka. Selama 15 tahun, Majalengka menjadi daerah pemilihannya, sehingga beliau sangat familiar dengan kondisi sosial, ekonomi, dan potensi daerah tersebut. Bahkan, Menteri Ara sering berkunjung ke kawasan ini, termasuk saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kampanye pada 21 Januari 2024.
"Jatiwangi itu sudah seperti rumah sendiri bagi saya. Saya sering bolak-balik ke sana, jadi saya sangat mengerti kondisi dan potensi yang ada di sana," tegasnya.
Pemahaman yang mendalam ini menjadi modal penting dalam merancang program gentengisasi yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Menteri Ara menyadari bahwa program ini bukan hanya tentang mengganti atap rumah, tetapi juga tentang memberdayakan industri lokal, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kunjungan ke Majalengka yang akan segera dilakukan merupakan langkah krusial dalam proses perencanaan program gentengisasi. Menteri Ara berencana untuk bertemu langsung dengan para pengusaha genteng, tenaga kerja, dan berbagai pihak yang terlibat dalam ekosistem industri genteng. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif mengenai tantangan dan peluang yang ada di lapangan.
"Saya akan datang ke Majalengka untuk berdialog dengan para pengusaha genteng, mendengarkan aspirasi para pekerja, dan memahami secara utuh ekosistem industri genteng yang ada di sana. Kami sudah memiliki kajian awal, tetapi kami ingin mendapatkan informasi yang lebih detail dan akurat dari lapangan," jelasnya.
Program gentengisasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi berbagai pihak. Bagi masyarakat, program ini akan meningkatkan kualitas hunian dan memberikan perlindungan yang lebih baik dari cuaca ekstrem. Rumah yang layak huni merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
Bagi industri genteng lokal, program ini akan membuka peluang pasar yang lebih luas dan meningkatkan produksi. Dengan adanya permintaan yang stabil dan terencana, industri genteng lokal dapat meningkatkan investasi, meningkatkan kualitas produk, dan menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak.
Pemerintah daerah juga akan merasakan manfaat dari program ini. Peningkatan aktivitas ekonomi di sektor industri genteng akan meningkatkan pendapatan daerah dan menciptakan multiplier effect bagi sektor-sektor lainnya. Selain itu, program ini juga dapat meningkatkan citra daerah sebagai sentra industri genteng nasional.
Namun, tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan program gentengisasi ini tidaklah sedikit. Salah satu tantangan utama adalah memastikan kualitas genteng yang digunakan memenuhi standar yang ditetapkan. Genteng yang berkualitas rendah tidak akan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat dan justru dapat menimbulkan masalah di kemudian hari.
Selain itu, masalah pendanaan juga menjadi tantangan tersendiri. Program gentengisasi membutuhkan investasi yang besar, sehingga pemerintah perlu mencari sumber pendanaan yang berkelanjutan. Kerjasama dengan pihak swasta dan lembaga keuangan dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah pendanaan ini.
Distribusi dan logistik juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan. Proses pengiriman dan pemasangan genteng harus dilakukan secara efisien dan tepat waktu agar tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat. Pemerintah perlu berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan proses distribusi dan logistik berjalan lancar.
Terlepas dari berbagai tantangan yang ada, program gentengisasi memiliki potensi besar untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat, industri lokal, dan pemerintah daerah. Dengan perencanaan yang matang, koordinasi yang baik, dan komitmen yang kuat dari semua pihak terkait, program ini dapat menjadi salah satu program unggulan yang berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan perekonomian nasional.
Langkah awal yang diambil oleh Kementerian PKP dengan menjadikan Majalengka sebagai lokomotif program gentengisasi nasional merupakan langkah yang tepat. Dengan dukungan dan partisipasi aktif dari pemerintah daerah, pengusaha genteng, tenaga kerja, dan masyarakat, program ini diharapkan dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi semua pihak. Program gentengisasi bukan hanya sekadar mengganti atap, tetapi juga tentang membangun harapan dan masa depan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia.





