Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menunjukkan optimisme tinggi terkait pemulihan sektor ritel di wilayah Aceh dan Sumatera Utara yang sempat terdampak bencana banjir dan longsor beberapa waktu lalu. Mendag menargetkan seluruh gerai ritel di kedua provinsi tersebut dapat kembali beroperasi normal sepenuhnya paling lambat akhir Februari 2026. Target ambisius ini diusung setelah melihat langsung perkembangan positif di lapangan, terutama di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, di mana aktivitas perdagangan, khususnya pada ritel modern dan distributor barang, telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang signifikan.
Keyakinan ini diperkuat setelah Mendag Budi Santoso melakukan kunjungan langsung ke Irian Supermarket & Dept Store, salah satu pusat perbelanjaan modern terkemuka di Tebing Tinggi. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau secara langsung kondisi ritel pasca bencana dan memastikan kelancaran pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) bagi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Mendag memberikan apresiasi atas upaya cepat tanggap yang dilakukan oleh pihak manajemen Irian Supermarket & Dept Store dalam memulihkan operasional toko pasca banjir.
"Kami melihat langsung aktivitas di ritel modern Irian sudah berjalan dengan normal. Bahkan, sudah ramai sekali dikunjungi oleh masyarakat. Situasi ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah kembali berbelanja dan aktivitas perdagangan di Tebing Tinggi telah pulih," ujar Mendag Budi Santoso dalam siaran pers resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan pada hari Sabtu, 28 Februari 2026.
Irian Supermarket & Dept Store sendiri merupakan salah satu ritel yang terdampak cukup parah akibat bencana banjir yang melanda Tebing Tinggi pada November 2025 lalu. Dampaknya, kunjungan konsumen sempat mengalami penurunan yang signifikan, mencapai hingga 25 persen. Namun, berkat kerja keras dan strategi pemulihan yang efektif, Irian Supermarket & Dept Store kini telah berhasil bangkit kembali dan menawarkan berbagai macam barang kebutuhan pokok kepada masyarakat, seperti beras premium, gula pasir, minyak goreng kemasan premium, telur ayam ras, cabe rawit hijau, bawang merah lokal, bawang putih, dan daging sapi, seperti yang biasa mereka lakukan sebelum bencana terjadi.
Kunjungan Mendag ke Irian Supermarket & Dept Store ini menjadi simbol komitmen pemerintah dalam mendukung pemulihan ekonomi di daerah-daerah yang terdampak bencana. Selain itu, kunjungan ini juga bertujuan untuk memberikan semangat dan motivasi kepada para pelaku usaha ritel agar terus berupaya meningkatkan pelayanan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sebelumnya, pada awal Februari 2026, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) telah memberikan laporan yang menggembirakan terkait kondisi ritel di Aceh dan Sumatera Utara. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Aprindo, dari total 274 gerai toko swalayan yang terdampak bencana di kedua provinsi tersebut, sebanyak 259 gerai, atau sekitar 95 persen, telah kembali beroperasi normal. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pemulihan yang dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, telah membuahkan hasil yang positif.
Meskipun demikian, Mendag Budi Santoso menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berhenti sampai di sini. Pihaknya akan terus berupaya untuk mendorong pemulihan sektor ritel di Aceh dan Sumatera Utara hingga mencapai kondisi normal sepenuhnya. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah dengan memberikan dukungan kepada para pelaku usaha ritel, baik dalam bentuk bantuan modal, pelatihan, maupun pendampingan. Selain itu, pemerintah juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan kelancaran pasokan barang kebutuhan pokok dan menjaga stabilitas harga di pasar.
Mendag Budi Santoso juga mengimbau kepada masyarakat untuk terus mendukung para pelaku usaha ritel lokal dengan berbelanja di toko-toko swalayan dan pasar tradisional. Dengan berbelanja di toko-toko lokal, masyarakat tidak hanya membantu memulihkan perekonomian daerah, tetapi juga turut serta dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Saya mengajak seluruh masyarakat Aceh dan Sumatera Utara untuk bersama-sama mendukung pemulihan sektor ritel di daerah kita. Mari kita berbelanja di toko-toko lokal dan pasar tradisional untuk membantu para pelaku usaha ritel bangkit kembali dan memulihkan perekonomian daerah," ajak Mendag Budi Santoso.
Target yang ditetapkan oleh Mendag Budi Santoso untuk memulihkan seluruh gerai ritel di Aceh dan Sumatera Utara pada akhir Februari 2026 merupakan target yang ambisius, namun bukan tidak mungkin untuk dicapai. Dengan kerja keras, koordinasi yang baik, dan dukungan dari seluruh pihak, diharapkan target ini dapat tercapai dan sektor ritel di Aceh dan Sumatera Utara dapat kembali menjadi motor penggerak perekonomian daerah.
Pemulihan sektor ritel di Aceh dan Sumatera Utara memiliki arti penting bagi perekonomian daerah. Sektor ritel merupakan salah satu sektor yang menyerap banyak tenaga kerja dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan daerah. Dengan pulihnya sektor ritel, diharapkan tingkat pengangguran dapat menurun dan pendapatan masyarakat dapat meningkat. Selain itu, pemulihan sektor ritel juga akan berdampak positif terhadap sektor-sektor ekonomi lainnya, seperti sektor pertanian, industri, dan transportasi.
Pemerintah menyadari betul pentingnya sektor ritel bagi perekonomian daerah. Oleh karena itu, pemerintah akan terus memberikan perhatian dan dukungan kepada sektor ritel agar dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang maksimal bagi pembangunan ekonomi daerah. Diharapkan, dengan dukungan dari pemerintah dan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat, sektor ritel di Aceh dan Sumatera Utara dapat terus tumbuh dan menjadi salah satu sektor unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.





