Menjelang pertengahan bulan Ramadan, pemerintah memberikan kabar baik bagi masyarakat Indonesia terkait ketersediaan dan stabilitas harga bahan pangan pokok. Serangkaian inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan di berbagai kota besar dalam sepekan terakhir menunjukkan bahwa stok pangan aman dan harga cenderung terkendali, memberikan kepastian bagi masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, I Gusti Ketut Astawa, menyampaikan bahwa kondisi pasar secara umum terpantau stabil. "Kami melihat bahwa semua pangan pokok dalam kondisi stabil. Stok aman, dan meskipun terdapat variasi harga, kecenderungannya menunjukkan bahwa harga sudah mulai stabil dan bahkan menurun," ungkap Ketut dalam keterangan resminya, Sabtu (28/2/2026).
Sidak yang dilakukan di Pasar Senen, Jakarta, pada Kamis (26/2) menjadi salah satu bukti konkret dari upaya pemerintah dalam memantau dan menjaga stabilitas harga pangan. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas komoditas strategis dijual dalam rentang Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP) yang telah ditetapkan. Daging sapi segar dijual dengan harga berkisar antara Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram (kg), daging ayam Rp40.000 per kg, dan cabai rawit merah mengalami penurunan harga dari Rp110.000 menjadi Rp100.000 per kg. Harga telur ayam juga terpantau stabil di kisaran Rp29.000 hingga Rp30.500 per kg.
Temuan serupa juga didapatkan dalam sidak yang dilakukan di Pasar Palimo, Palembang, Sumatra Selatan, pada Selasa (24/2). Bapanas yang bekerja sama dengan Satgas Saber Pungli Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan, menemukan bahwa harga sejumlah komoditas sesuai dengan HAP. Daging ayam dijual dengan harga Rp39.000 per kg, daging sapi segar Rp140.000 per kg, Minyakita Rp15.700 per kemasan, dan bawang merah Rp40.000 per kg.
Meskipun harga bahan pangan pokok relatif stabil, pemerintah menyadari pentingnya menjaga daya beli masyarakat, terutama bagi mereka yang berpenghasilan rendah. Untuk itu, pemerintah telah menyiapkan program bantuan pangan berupa beras 10 kg dan minyak goreng 2 liter yang akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Bantuan pangan ini akan segera didorong di tahun ini, dengan target 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyaluran direncanakan akan dimulai pada bulan Maret. Semua persiapan sedang kami lakukan untuk memastikan program ini berjalan lancar," jelas Ketut. Program ini diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, terutama di tengah bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Tidak hanya di Jakarta dan Palembang, pemantauan harga dan ketersediaan bahan pangan juga dilakukan di Semarang, Jawa Tengah. Perum Bulog turut aktif melakukan sidak di Pasar Johar, Pasar Kepanjen, dan Pasar Kanjengan pada Jumat (27/2). Hasil pemantauan menunjukkan bahwa harga beras premium tercatat Rp14.900 per kg, beras medium Rp13.500 per kg, dan beras SPHP Rp12.500 per kg – seluruhnya sesuai dengan HET yang telah ditetapkan.
Lebih menggembirakan lagi, beberapa komoditas di Semarang bahkan mengalami penurunan harga. Daging sapi turun dari Rp140.000 menjadi Rp130.000 per kg, sementara daging ayam turun dari Rp40.000 menjadi Rp35.000 per kg. Harga cabai merah juga berada di kisaran Rp32.000 per kg. Penurunan harga ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat Semarang, karena dapat mengurangi beban pengeluaran mereka.
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan harapannya agar stabilitas harga ini dapat terus terjaga hingga Hari Raya Idulfitri. "Kami memiliki pengalaman dalam menjaga stabilitas harga pada periode Natal dan Tahun Baru lalu. Diharapkan selama Ramadan dan saat Idulfitri nanti, kondisi juga tetap stabil. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan sesuai dengan ketentuan," ujarnya.
Upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan ini merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan menyambut Hari Raya Idulfitri dengan sukacita. Pemerintah terus berupaya untuk memantau dan mengendalikan harga pangan, serta memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Selain sidak dan pemantauan harga, pemerintah juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti petani, pedagang, distributor, dan pemerintah daerah, untuk memastikan kelancaran pasokan dan distribusi bahan pangan. Pemerintah juga mendorong peningkatan produksi pangan dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan pada impor.
Dengan berbagai upaya yang telah dan akan terus dilakukan, pemerintah optimis bahwa ketersediaan dan stabilitas harga pangan akan tetap terjaga hingga Hari Raya Idulfitri. Masyarakat diimbau untuk tidak panik dan membeli bahan pangan secara berlebihan, karena stok pangan di pasar cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat.
Pemerintah juga mengimbau kepada para pedagang untuk tidak melakukan penimbunan atau praktik spekulasi yang dapat menyebabkan kenaikan harga pangan. Tindakan tegas akan diambil terhadap para pedagang yang terbukti melakukan pelanggaran.
Dengan kerja sama dan dukungan dari seluruh pihak, diharapkan Ramadan dan Idulfitri tahun 2026 dapat berjalan dengan lancar dan khidmat, serta seluruh masyarakat dapat merayakannya dengan penuh kebahagiaan. Pemerintah akan terus berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan.





