Jakarta, [Tanggal Hari Ini] – Memperingati Hari Sampah Nasional, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam mendukung pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di seluruh wilayah operasionalnya di Indonesia. Melalui serangkaian inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang terintegrasi, perusahaan energi ini tidak hanya berupaya mengurangi dampak lingkungan akibat sampah, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal dan menciptakan nilai ekonomi baru dari limbah.
Hari Sampah Nasional, yang diperingati setiap tahunnya, menjadi momentum penting untuk merefleksikan permasalahan sampah di Indonesia dan mendorong tindakan nyata untuk mengatasinya. Pertamina Patra Niaga menyadari bahwa pengelolaan sampah yang efektif membutuhkan pendekatan holistik yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sektor swasta, masyarakat, hingga akademisi.
Oleh karena itu, melalui program TJSL, Pertamina Patra Niaga telah menjalankan inisiatif pengelolaan sampah di 58 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Program-program ini dirancang untuk mengatasi permasalahan sampah dari hulu hingga hilir, mulai dari edukasi dan sosialisasi mengenai pengurangan sampah, pemilahan sampah di sumber, pengumpulan sampah yang efisien, hingga pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi.
Dampak Signifikan Program TJSL Pertamina Patra Niaga
Hasil dari implementasi program TJSL Pertamina Patra Niaga dalam pengelolaan sampah sangatlah signifikan. Secara kumulatif, program-program ini telah berhasil mengumpulkan sekitar 4.700 ton sampah per tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.300 ton per tahun telah berhasil dikelola dan dimanfaatkan kembali melalui berbagai metode daur ulang dan pengolahan organik.
Daur ulang merupakan salah satu fokus utama dalam pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga. Sampah-sampah yang dapat didaur ulang, seperti plastik, kertas, dan logam, diproses menjadi bahan baku baru yang dapat digunakan kembali dalam industri. Hal ini tidak hanya mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga mengurangi penggunaan sumber daya alam yang baru.
Selain daur ulang, Pertamina Patra Niaga juga mendorong pengolahan sampah organik menjadi kompos dan biogas. Kompos dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk pertanian, sementara biogas dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Pengolahan sampah organik ini tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan.
Pemberdayaan Masyarakat dan Peningkatan Ekonomi
Program TJSL Pertamina Patra Niaga dalam pengelolaan sampah tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal. Program-program ini melibatkan sekitar 2.470 masyarakat yang berperan aktif dalam pengelolaan sampah di wilayah masing-masing.
Melalui program ini, masyarakat diberikan pelatihan dan pendampingan mengenai pengelolaan sampah yang benar dan efektif. Mereka juga diberikan akses ke peralatan dan teknologi yang dibutuhkan untuk mengelola sampah dengan lebih baik. Selain itu, program ini juga memberikan peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari pengelolaan sampah.
Secara kumulatif, program TJSL Pertamina Patra Niaga dalam pengelolaan sampah telah menghasilkan total nilai pendapatan masyarakat mencapai Rp 3,2 miliar. Pendapatan ini berasal dari berbagai kegiatan, seperti penjualan sampah daur ulang, penjualan kompos, dan penjualan produk-produk kerajinan yang terbuat dari bahan daur ulang.
Komitmen Jangka Panjang dan Kolaborasi Multipihak
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun, menekankan bahwa pengelolaan sampah membutuhkan komitmen jangka panjang dan kolaborasi multipihak. Ia menyatakan bahwa Hari Sampah Nasional menjadi momentum yang tepat untuk merefleksikan upaya-upaya yang telah dilakukan dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
"Pengelolaan sampah membutuhkan komitmen jangka panjang dan keterlibatan aktif masyarakat. Melalui program TJSL, Pertamina Patra Niaga mendorong terciptanya ekosistem pengelolaan sampah yang terstruktur, bernilai ekonomi, dan memberi dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Roberth.
Pertamina Patra Niaga menyadari bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau perusahaan, tetapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat. Oleh karena itu, perusahaan mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pengelolaan sampah, mulai dari memilah sampah di rumah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga mendukung program-program pengelolaan sampah yang ada di lingkungan sekitar.
Studi Kasus: Program TPS 3R Resik di Boyolali
Salah satu contoh implementasi pengelolaan sampah terpadu yang sukses dijalankan oleh Pertamina Patra Niaga adalah program TPS 3R Resik di Desa Butuh, Boyolali. Program ini dijalankan oleh unit Fuel Terminal Boyolali dan telah memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat setempat.
TPS 3R Resik merupakan fasilitas pengelolaan sampah yang mampu mengelola sekitar 480 ton sampah per tahun. Sampah yang dikelola berasal dari 310 Kepala Keluarga dan 115 pelaku usaha yang berada di sekitar desa.
Sistem pengelolaan sampah yang diterapkan di TPS 3R Resik sangatlah komprehensif dan partisipatif. Masyarakat dilibatkan secara aktif dalam pemilahan sampah di rumah, pengumpulan sampah, dan pengolahan sampah. Sampah yang dapat didaur ulang diproses menjadi bahan baku baru, sementara sampah organik diolah menjadi kompos.
Program TPS 3R Resik telah memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Butuh. Sistem pengelolaan yang konsisten dan partisipatif tersebut menghasilkan nilai ekonomi hingga Rp 36 juta per tahun. Selain itu, program ini juga telah meningkatkan kualitas kebersihan dan kesehatan lingkungan desa.
Masa Depan Pengelolaan Sampah di Pertamina Patra Niaga
Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus mengembangkan dan memperluas program-program pengelolaan sampah yang berkelanjutan di seluruh wilayah operasionalnya. Perusahaan akan terus berinovasi dalam mencari solusi-solusi baru untuk mengatasi permasalahan sampah, serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Salah satu fokus utama Pertamina Patra Niaga di masa depan adalah mengembangkan teknologi pengolahan sampah yang lebih canggih dan efisien. Perusahaan akan terus menjajaki potensi penggunaan teknologi seperti pirolisis dan gasifikasi untuk mengolah sampah menjadi energi atau bahan bakar alternatif.
Selain itu, Pertamina Patra Niaga juga akan terus meningkatkan edukasi dan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah kepada masyarakat. Perusahaan akan memanfaatkan berbagai media, seperti media sosial, website, dan kegiatan-kegiatan komunitas, untuk menyebarkan informasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan cara-cara mengelola sampah dengan benar.
Dengan komitmen yang kuat dan kolaborasi yang erat dengan berbagai pihak, Pertamina Patra Niaga optimis dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam mengatasi permasalahan sampah di Indonesia dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. Pertamina Patra Niaga percaya bahwa pengelolaan sampah yang baik adalah investasi untuk masa depan.





