Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, baru-baru ini menyoroti perkembangan pesat QR Indonesia Standard (QRIS) sebagai tonggak penting dalam transformasi sistem pembayaran digital di Indonesia. Dalam kurun waktu hampir tujuh tahun sejak diluncurkan, QRIS telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, dengan lebih dari 60 juta pengguna aktif saat ini.

Kisah sukses QRIS dimulai pada momen yang tepat, beberapa saat sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia. Pandemi ini menjadi katalisator bagi adopsi pembayaran digital secara massal, dan QRIS hadir sebagai solusi yang praktis, aman, dan higienis.

"Pada tanggal 17 Agustus 2019, kita mendeklarasikan satu bahasa pelayanan digital pembayaran. Namanya QR Indonesian Standard, namanya QRIS, dibacanya kris, bukan kiyu ris," ungkap Perry Warjiyo dalam acara Inisiasi Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, pada Senin, 23 Februari 2026. Pernyataan ini menekankan pentingnya standarisasi dalam menciptakan ekosistem pembayaran digital yang inklusif dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Sebelum kehadiran QRIS, lanskap pembayaran digital di Indonesia terfragmentasi dengan berbagai platform pembayaran yang masing-masing memiliki kode QR tersendiri. Hal ini menimbulkan kebingungan dan ketidaknyamanan bagi konsumen maupun pedagang. QRIS hadir sebagai solusi atas permasalahan ini dengan menyediakan standar tunggal untuk pembayaran QR, sehingga memungkinkan pengguna untuk melakukan pembayaran di berbagai merchant hanya dengan satu kode QR.

"QRIS menjadi titik balik karena menyediakan standar baru dan menggabungkan banyaknya metode pembayaran QR dari masing-masing platform sebelumnya," jelas Perry Warjiyo. Dengan standarisasi ini, konsumen tidak perlu lagi memiliki banyak aplikasi pembayaran atau khawatir tentang kompatibilitas kode QR. Pedagang pun diuntungkan karena hanya perlu menampilkan satu kode QR untuk menerima pembayaran dari berbagai platform.

Perkembangan QRIS tidak berhenti pada lingkup domestik. BI secara aktif menjalin kerja sama pembayaran lintas batas atau QRIS cross border, yang memungkinkan pengguna QRIS di Indonesia untuk melakukan pembayaran di negara lain, dan sebaliknya. Inisiatif ini membuka peluang baru bagi pariwisata, perdagangan, dan investasi, serta memperkuat integrasi ekonomi regional.

"QRIS sudah digunakan dimana saja Malaysia, Thailand, Singapura, Jepang sebentar lagi sudah live di Cina juga Korea Selatan dan kita sedang sambungkan QRIS dengan nusuk di Saudi Arabia dengan India," papar Perry Warjiyo. Ekspansi QRIS ke berbagai negara ini menunjukkan komitmen BI untuk menjadikan QRIS sebagai pemain utama dalam sistem pembayaran global.

Faktor-faktor Pendorong Kesuksesan QRIS

Keberhasilan QRIS dalam merevolusi sistem pembayaran digital di Indonesia tidak lepas dari beberapa faktor kunci:

  1. Standarisasi: QRIS menyediakan standar tunggal untuk pembayaran QR, yang menghilangkan fragmentasi dan meningkatkan interoperabilitas antar platform pembayaran.
  2. Kemudahan Penggunaan: QRIS sangat mudah digunakan oleh konsumen maupun pedagang. Konsumen hanya perlu memindai kode QR dengan aplikasi pembayaran mereka, sementara pedagang hanya perlu menampilkan satu kode QR untuk menerima pembayaran dari berbagai platform.
  3. Keamanan: QRIS dilengkapi dengan fitur keamanan yang canggih untuk melindungi transaksi dari penipuan dan penyalahgunaan.
  4. Inklusivitas: QRIS dapat digunakan oleh semua lapisan masyarakat, termasuk mereka yang tidak memiliki rekening bank. Hal ini memungkinkan lebih banyak orang untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital.
  5. Dukungan Pemerintah dan Regulator: BI sebagai regulator sistem pembayaran di Indonesia memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan dan implementasi QRIS.
  6. Inovasi Berkelanjutan: BI terus berupaya untuk meningkatkan fitur dan layanan QRIS, serta memperluas jangkauannya ke berbagai sektor ekonomi.

Dampak Positif QRIS bagi Perekonomian Indonesia

Adopsi QRIS secara massal telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian Indonesia, antara lain:

  1. Peningkatan Efisiensi Pembayaran: QRIS memungkinkan pembayaran dilakukan dengan lebih cepat, mudah, dan efisien. Hal ini mengurangi biaya transaksi dan meningkatkan produktivitas.
  2. Peningkatan Inklusi Keuangan: QRIS memungkinkan lebih banyak orang untuk mengakses layanan keuangan, terutama mereka yang tidak memiliki rekening bank.
  3. Peningkatan Transparansi dan Akuntabilitas: QRIS memungkinkan transaksi keuangan tercatat secara digital, sehingga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.
  4. Peningkatan Daya Saing UMKM: QRIS memungkinkan UMKM untuk menerima pembayaran secara digital, sehingga meningkatkan daya saing mereka di pasar.
  5. Peningkatan Penerimaan Pajak: QRIS memungkinkan transaksi keuangan tercatat secara digital, sehingga memudahkan pemerintah untuk memungut pajak.

Tantangan dan Peluang Pengembangan QRIS di Masa Depan

Meskipun QRIS telah mencapai kesuksesan yang luar biasa, masih ada beberapa tantangan yang perlu diatasi untuk memastikan keberlanjutan dan pertumbuhannya di masa depan:

  1. Literasi Digital: Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memiliki literasi digital yang memadai untuk menggunakan QRIS.
  2. Infrastruktur: Infrastruktur jaringan internet yang belum merata di seluruh Indonesia menjadi kendala dalam adopsi QRIS.
  3. Keamanan Siber: Ancaman keamanan siber semakin meningkat, sehingga perlu dilakukan upaya untuk melindungi sistem QRIS dari serangan peretas.
  4. Persaingan: Persaingan antar platform pembayaran digital semakin ketat, sehingga QRIS perlu terus berinovasi untuk mempertahankan posisinya.

Namun demikian, tantangan-tantangan ini juga membuka peluang baru bagi pengembangan QRIS di masa depan. Beberapa peluang tersebut antara lain:

  1. Peningkatan Literasi Digital: Pemerintah dan swasta dapat bekerja sama untuk meningkatkan literasi digital masyarakat Indonesia.
  2. Peningkatan Infrastruktur: Pemerintah dapat terus berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur jaringan internet di seluruh Indonesia.
  3. Peningkatan Keamanan Siber: BI dapat terus memperkuat sistem keamanan QRIS untuk melindungi transaksi dari serangan peretas.
  4. Inovasi Berkelanjutan: BI dapat terus berinovasi untuk meningkatkan fitur dan layanan QRIS, serta memperluas jangkauannya ke berbagai sektor ekonomi.

Kesimpulan

QRIS telah merevolusi sistem pembayaran digital di Indonesia, menjadikannya lebih efisien, inklusif, dan transparan. Dengan dukungan pemerintah, regulator, dan seluruh pemangku kepentingan, QRIS memiliki potensi untuk menjadi pemain utama dalam sistem pembayaran global. Ke depan, QRIS perlu terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia dan masyarakat secara keseluruhan. Dengan terus berinovasi dan beradaptasi, QRIS akan terus menjadi tulang punggung transformasi digital di Indonesia, memajukan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bagikan:

Cahyono

Fokus pada topik sosial, ekonomi, dan layanan masyarakat dengan gaya penulisan yang to the point.