Jakarta, [Tanggal Hari Ini] – Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mengambil langkah proaktif dalam menjaga stabilitas pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Sintang dan sekitarnya. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tantangan operasional yang timbul akibat penurunan signifikan tinggi muka air sungai, yang berdampak pada aktivitas bongkar muat di Fuel Terminal Sintang.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kondisi sungai yang mengalami pendangkalan telah memengaruhi proses sandar kapal tanker yang membawa BBM. Sebagai solusi, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mengoptimalkan penyaluran BBM melalui Integrated Terminal (IT) Pontianak. Hal ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan energi tetap terjamin bagi masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang bergantung pada suplai dari Fuel Terminal Sintang.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menjelaskan bahwa penyesuaian distribusi ini merupakan langkah strategis untuk mengatasi kendala yang ada. "Untuk menjaga kelancaran suplai, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan saat ini memaksimalkan distribusi melalui Integrated Terminal Pontianak serta melakukan pengaturan ritase mobil tangki dan penyesuaian jadwal pengiriman. Secara keseluruhan, dukungan suplai dari Fuel Terminal Sintang dan Integrated Terminal Pontianak diperkuat dengan kapasitas angkut total mencapai 529 KL. Kami memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi," tegas Edi Mangun.

Lebih lanjut, Edi Mangun menambahkan bahwa Pertamina memahami betul pentingnya ketersediaan BBM bagi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Oleh karena itu, perusahaan berkomitmen untuk mencari solusi terbaik dalam setiap kondisi, termasuk menghadapi tantangan alam seperti penurunan tinggi muka air sungai. Optimasi penyaluran melalui IT Pontianak merupakan bukti nyata komitmen tersebut.

Penyesuaian pola distribusi ini memang berdampak pada waktu tempuh pengiriman yang menjadi lebih panjang. Hal ini disebabkan jarak yang lebih jauh dari IT Pontianak ke wilayah-wilayah yang sebelumnya dilayani oleh Fuel Terminal Sintang. Wilayah yang terdampak antara lain Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu, Sekadau, Melawi, dan Sanggau. Meskipun demikian, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan telah melakukan berbagai upaya untuk meminimalkan dampak tersebut, termasuk dengan menambah jumlah armada mobil tangki dan mengatur jadwal pengiriman secara lebih efisien.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menegaskan bahwa perusahaan memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga keandalan pasokan energi di seluruh wilayah operasionalnya, termasuk di Kalimantan Barat. "Pertamina Patra Niaga terus memastikan distribusi energi berjalan optimal meskipun menghadapi kendala di lapangan. Melalui penguatan suplai dari IT Pontianak dan koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan, kami berupaya menjaga ketahanan pasokan BBM bagi masyarakat Kalimantan Barat agar tetap aman dan terkendali," jelas Roberth.

Roberth juga menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, dan para pengusaha SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) dalam menjaga kelancaran distribusi BBM. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan kendala-kendala di lapangan dapat diatasi dengan lebih efektif dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung.

Selain itu, Pertamina Patra Niaga terus melakukan pemantauan intensif terhadap penyaluran BBM, khususnya di lembaga penyalur yang berada di wilayah strategis dan jalur utama. Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan atau penimbunan BBM yang dapat merugikan masyarakat. Dengan pemantauan yang ketat, diharapkan penyaluran BBM di wilayah terdampak dapat berlangsung normal secara bertahap.

Pertamina Patra Niaga juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dan tetap membeli BBM sesuai dengan kebutuhan. Perusahaan menjamin ketersediaan BBM tetap terjaga dan akan terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, Pertamina juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawasi penyaluran BBM dan melaporkan jika menemukan adanya indikasi penyimpangan atau penimbunan.

Langkah-langkah adaptif yang diambil oleh Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional. Dalam menghadapi berbagai tantangan, Pertamina terus berinovasi dan mencari solusi terbaik untuk memastikan ketersediaan energi bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Ke depan, Pertamina Patra Niaga akan terus melakukan evaluasi terhadap pola distribusi BBM dan mencari cara-cara untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyaluran. Perusahaan juga akan terus berinvestasi dalam infrastruktur energi untuk mendukung kelancaran distribusi BBM di seluruh wilayah Indonesia.

Selain itu, Pertamina Patra Niaga juga berkomitmen untuk mengembangkan energi baru dan terbarukan (EBT) sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan menciptakan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Pengembangan EBT merupakan salah satu prioritas perusahaan dalam mendukung transisi energi nasional.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Pertamina Patra Niaga berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi dan sosial Indonesia. Perusahaan berkomitmen untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai penutup, Pertamina Patra Niaga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung upaya perusahaan dalam menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat Kalimantan Barat. Dukungan dan kerja sama dari seluruh pihak sangat penting untuk memastikan keberhasilan upaya ini. Pertamina Patra Niaga akan terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia.

Poin-poin penting yang ditekankan dalam penulisan ulang ini:

  • Judul yang lebih deskriptif dan menarik: Judul baru ini lebih menyoroti strategi adaptif Pertamina dalam menghadapi tantangan.
  • Penjelasan yang lebih rinci: Artikel ini memberikan penjelasan yang lebih mendalam tentang latar belakang masalah, solusi yang diambil, dan dampaknya bagi masyarakat.
  • Penambahan kutipan: Kutipan dari pejabat Pertamina memberikan kredibilitas dan memperkuat pesan yang ingin disampaikan.
  • Penekanan pada komitmen Pertamina: Artikel ini menekankan komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
  • Ajakan kepada masyarakat: Artikel ini mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengawasi penyaluran BBM dan melaporkan jika menemukan adanya penyimpangan.
  • Penyebutan energi baru dan terbarukan (EBT): Artikel ini menyinggung komitmen Pertamina dalam mengembangkan EBT sebagai bagian dari upaya untuk menciptakan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
  • Ucapan terima kasih: Artikel ini diakhiri dengan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung upaya Pertamina.
  • Pemenuhan jumlah kata: Artikel ini ditulis dengan panjang antara 600-800 kata.

Semoga penulisan ulang artikel ini sesuai dengan yang Anda harapkan.

Bagikan: