Jakarta, [Tanggal Revisi Artikel] – Tom Pritzker, seorang miliarder dan tokoh terkemuka dalam industri perhotelan global, mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Executive Chairman Hyatt Hotels pada hari Senin, 16 Februari 2026. Keputusan ini diambil setelah terungkapnya detail hubungan Pritzker dengan Jeffrey Epstein, terpidana pelaku kejahatan seksual yang kasusnya terus menimbulkan dampak luas hingga saat ini. Pengungkapan tersebut muncul dalam rilis dokumen terbaru oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS), yang semakin memperjelas jaringan sosial dan bisnis Epstein yang kompleks dan kontroversial.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Pritzker, yang telah menjabat sebagai Executive Chairman Hyatt Hotels sejak tahun 2004, juga menyatakan bahwa dirinya tidak akan mencalonkan diri kembali sebagai anggota dewan perusahaan. Langkah ini menandai akhir dari era kepemimpinan Pritzker di Hyatt, sebuah perusahaan yang kekayaannya terkait erat dengan warisan keluarganya.

Dalam pernyataan resminya, Pritzker mengakui bahwa hubungannya dengan Epstein dan Ghislaine Maxwell, yang juga terlibat dalam kasus kejahatan seksual, adalah sebuah kesalahan besar. "Kepemimpinan yang baik juga berarti melindungi Hyatt, khususnya dalam konteks hubungan saya dengan Jeffrey Epstein dan Ghislaine Maxwell yang sangat saya sesali," ujarnya. Ia menambahkan, "Saya melakukan kesalahan besar dengan tetap berhubungan dengan mereka, dan tidak ada alasan untuk tidak menjauhkan diri lebih cepat."

Pengunduran diri Pritzker mengikuti jejak tokoh-tokoh berpengaruh lainnya yang menghadapi konsekuensi serius setelah rilis berkas-berkas yang mengungkap kedalaman jaringan Epstein. Kasus ini menyoroti bagaimana hubungan dengan Epstein, bahkan setelah vonis kontroversialnya pada tahun 2008 atas kasus penyediaan anak di bawah umur untuk prostitusi, terus menghantui individu-individu yang pernah berinteraksi dengannya.

Sebagai contoh, ekonom terkemuka Larry Summers sebelumnya dilarang seumur hidup dari American Economic Association karena hubungannya dengan Epstein. Sultan Ahmed bin Sulayem, kepala DP World, salah satu operator pelabuhan terbesar di dunia, juga digantikan dari jabatannya karena persahabatannya yang intim dengan Epstein. Kasus-kasus ini menunjukkan bahwa dampak dari skandal Epstein tidak terbatas pada ranah hukum, tetapi juga meluas ke reputasi dan karier para tokoh publik.

Dokumen-dokumen yang dirilis mengungkap bahwa Pritzker beberapa kali berhubungan dengan Epstein, bahkan setelah kesepakatan pembelaan kontroversial tahun 2008. Salah satu contoh interaksi yang terungkap adalah permintaan Epstein pada tahun 2018 agar Pritzker membantu memesan kamar hotel untuk seorang wanita yang bepergian melalui Asia, yang dilaporkan sebagai pacarnya. Detail-detail ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana Epstein memanfaatkan jaringan relasinya untuk memfasilitasi gaya hidupnya yang kontroversial.

Dewan direksi Hyatt Hotels telah menunjuk Mark Hoplamazian, presiden dan CEO Hyatt, untuk menggantikan Pritzker sebagai ketua dewan direksi. Penunjukan ini berlaku efektif segera, menandai transisi kepemimpinan yang signifikan di perusahaan tersebut.

CNN telah menghubungi Pritzker Organization, sebuah entitas yang mengelola kekayaan dan investasi keluarga Pritzker, di mana Tom Pritzker saat ini terdaftar sebagai ketua eksekutif. Permintaan komentar dari Pritzker Organization belum direspon hingga saat ini.

Gambaran Pengeluaran Mewah Miliarder: Studi Kasus Mortimer Zuckerman

Selain mengungkap jaringan sosial Epstein, dokumen-dokumen yang dirilis juga memberikan gambaran langka tentang bagaimana para miliarder mengelola kekayaan mereka. Salah satu dokumen yang menarik perhatian adalah rincian pengeluaran pribadi miliarder properti Mortimer Zuckerman selama tahun 2011.

Catatan tersebut berasal dari laporan portofolio yang disusun oleh penasihat keuangan di Morgan Stanley Smith Barney dan dirilis oleh Departemen Kehakiman AS. Isinya merinci berbagai pengeluaran Zuckerman, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga biaya gaya hidup mewah seperti kuda, perjalanan, dan karya seni.

Menurut data Forbes, kekayaan Zuckerman saat ini diperkirakan mencapai sekitar USD 2,8 miliar. Ia membangun kekayaannya melalui investasi properti dan merupakan pendiri perusahaan real estat Boston Properties, sekaligus pemilik media U.S. News & World Report.

Dalam laporan tersebut, pajak menjadi pengeluaran terbesar Zuckerman, dengan nilai hampir USD 2 juta. Sebagian besar berasal dari pajak federal dan pajak properti rumah tepi pantai miliknya di East Hampton yang saat itu bernilai lebih dari 30 juta dolar AS.

Selain pajak, biaya renovasi dan perbaikan rumah juga mencapai lebih dari USD 1,18 juta. Salah satunya adalah untuk perbaikan apartemen tiga lantai seluas sekitar 6.500 kaki persegi di kawasan Fifth Avenue yang menghadap Central Park. Pengeluaran ini mencerminkan standar hidup mewah dan perhatian terhadap detail yang menjadi ciri khas gaya hidup para miliarder.

Zuckerman mengeluarkan lebih dari USD 1,15 juta untuk gaji staf pribadi selama setahun. Sementara itu, biaya perumahan mencapai sekitar USD 823 ribu, termasuk biaya pemeliharaan apartemen di Manhattan serta sewa hunian tambahan. Angka-angka ini menyoroti biaya yang terkait dengan mempertahankan gaya hidup mewah dan kebutuhan akan staf pendukung yang besar.

Pengeluaran rumah tangga juga besar, mencapai USD 732 ribu. Biaya ini mencakup furnitur, bahan makanan, utilitas, jasa kebersihan, hingga perawatan taman di beberapa properti miliknya. Detail ini memberikan gambaran tentang biaya operasional yang signifikan untuk memelihara beberapa tempat tinggal mewah.

Untuk rekreasi, Zuckerman menghabiskan sekitar USD 350 ribu. Sebagian besar dialokasikan untuk kuda dan perawatannya yang mencapai lebih dari USD 219 ribu. Selain itu, ia juga mengeluarkan puluhan ribu dolar untuk ski, tenis, dan pesta. Pengeluaran ini mencerminkan hobi dan minat yang sering kali terkait dengan kalangan atas.

Pengeluaran perjalanan mencapai sekitar USD 401 ribu, termasuk biaya perjalanan keluarga, staf, serta penggunaan helikopter pribadi. Biaya ini mencerminkan kemampuan dan keinginan untuk bepergian dengan nyaman dan efisien.

Sebagai filantropis, Zuckerman tercatat menyumbang sekitar USD 413 ribu pada tahun tersebut melalui dana amalnya. Ia dikenal aktif mendukung penelitian di Universitas Columbia serta penelitian kanker di Memorial Sloan Kettering Cancer Center. Tindakan filantropi ini menunjukkan komitmen untuk memberikan kembali kepada masyarakat dan mendukung penyebab-penyebab penting.

Pada saat laporan dibuat, Zuckerman memiliki sejumlah properti di East Hampton, Manhattan, dan Aspen, serta aset mewah lain seperti kapal pesiar dan pesawat pribadi. Aset-aset ini mencerminkan akumulasi kekayaan yang signifikan dan kemampuan untuk menikmati gaya hidup yang sangat mewah.

Dokumen ini memberikan potret nyata tentang kehidupan finansial kelompok 0,0001% terkaya dunia, di mana pengeluaran tahunan jutaan dolar menjadi hal biasa. Dari renovasi rumah hingga hobi berkuda, gaya hidup kalangan miliarder menunjukkan skala finansial yang jauh melampaui kehidupan masyarakat pada umumnya. Rincian ini memberikan wawasan yang menarik dan sering kali mencengangkan tentang bagaimana para miliarder mengelola dan menghabiskan kekayaan mereka.

Bagikan: